Sebagian besar dari seorang anak, apalagi seorang putri jika melanjutkan studinya di luar kota, jauh dari rumah tempat orang berlabel ibu dan bapak menetap, maka orang yang sering disebut atau dirindukan adalah ibu, lalu bagaiamana dengan Papa??
Seorang temanku yang laki-laki pernah iseng bertanya padaku,
“Lho kok nda ada hari Ayah ya, masa’ cuma ibu yang punya hari. Kenapa ya Ty?”
“Kalo ada hari Ayah, bisa repot kita anak-anaknya??”jawabku sekenanya
“Emangnya kenapa?”
“Lho…biasanya nih,cara memperingati hari ibu itu dengan mem-bebas tugaskan Ibu dari rutinitasnya seharian, kita yang masak sendiri, beres2 rumah etc. Nagh coba kalo Papa, masa kita harus ke kantor..yang ada malah kita bukannya meringankan bebannya, malah nambahin bebannya”
“Kasihan ya Papa, kasihan aku juga donk nanti, aku kan calon Ayah”
“Kenapa dulu kamu nda tekan tuts’perempuan’ waktu lahir, kan kita disuruh milih, tombol pink untuk perempuan, biru untuk laki-laki”
Wkwkwkwkwk
#TEPOKJIDAT!!!!!
Tiap hari Ibu, aku bakal ditanya sama teman-teman yang berlabel ‘adam’
“Kok nga ada hari Ayah ya?”
Pertanyaan klise, apa nda ada pertanyaan lain??yang lebih kreatif gitu…Lama – lama aku suruh mereka bikin komite perlindungan bapak,ato ngadu ke DPR supaya dibuatin hari Ayah juga, aku mah seneng banget kalo itu kesampean, itu berarti bakal nambah degh hari libur nasional di kalender. Siapa coba yang nda mau liburan, hayooooooooo…….^^
Hmm….kalo dipikir2, memang ada benarnya juga,,,sosok Papa kadang seperti orang yang berperan di belakang layar, tokoh utama yang selalu ada adalah ibu…ibu dan ibu…
Coba pikir….
Seorang anak,kalo mau ganti baju,mau mandi, minum susu, habis jatuh bla bla…pasti orang yang pertama kali di panggil adalah ibu…
Tapi,…taukah kalian kalau seorang Papa adalah manusia super duper hero dari semua jagoan yang kalian idolakan waktu masih kanak-kanak?? Dan aku benar-benar percaya, kalo Papa itu lebih heroic dari man-man yang ada di layar kaca, mau Superman, Spiderman, Batman, Ironman, IPman, Ultraman,Pman. Para man itu ada di posisi bontot dah, tetap Papaman yang nomer satu,..
Untuk Papa,..orang yang tlah mendidikku hingga tumbuh dewasa. Kusaksikan rambut putih mulai menghiasi rambutmu, tapi senyumanmu tak henti menyemangati putrimu. Pa...mungkin aku adalah putrimu yang terlewat merepotkanmu dan aku sadar akan itu, dan akupun belum bisa memberimu apa-apa selain setiap nasehat yang kau titipkan untukku saat kita bercrita di beranda rumah, atau saat papa memboncengku akan aku ingat selalu...Untuk papa..., orang yang mengajarkanku menyenangi pelajaran matematika...palajaran yang menurutku sungguh ajaib dan menyenangkan
Untuk Papa, orang yang tak begitu banyak omong tapi lewat tingkahnya aku sudah bisa membaca kalo engkau teramat menyayangiku...Untuk papa, orang yang rela meminjamkan pahanya untuk bantalan tidurku saat mabuk perjalanan, orang yang hampir masuk penjara karena menabrak anak kecil saat aku merengek minta dibelikan susu, orang yang kerap membangunkanku shalat subuh. Untuk Papa, yang dari dia kudapati ilmu silaturahmi kelas tinggi, Papa sungguh menghargai sebuah tali persaudaraan. Papa yang kerap menelponku padahal Ibu sudah menelpon sebelumnya, hanya demi mendengar suaraku dan kabar putrinya. Yang kadang membuatku berpikir, Papa sama Ibu ini kayak bukan serumah saja, nelpon bergiliran..ckckck, Papa yang mengajarkan aku,bahwa kita tak akan bisa hidup sendiri. Yang mengatakan padaku bahwa dia tak punya segunung emas untuk ia wariskan padaku tapi dia punya segudang doa untukku. Yang mengenalkanku tentang sebuah perjalanan...
Untuk Papa, yang mengajariku cara menyetrika baju kemeja saat duduk di kelas 1 SMP, orang yang kerap memberiku uang jajan tambahan, tapi nda doyan diajak beli baju baru, orang yang punya pengetahuan lebih daripada Ibu..heheh, tapi tidak tau memadukan warna, Papa si penggemar Ebit dan Elvi Sukaesih…Papa yang paling jago kemas barang, nda perlu repot kemas barang kalo ada Papa, top dah..
Orang yang dari dulu mengajariku hidup mandiri, tapi diantara semua anaknya mungkin akulah yang sangat terlambat mencerna plajaran itu. Papa,..yang meski bukan wanita, tapi mengajariku tentang wanita saat pertama kali aku menstruasi. Jika pulang ke rumah, papa akan bercerita tentang hidupnya selama aku tak ada di rumah, bercrita tentang keadaan rumah...Dari papa,aku belajar ilmu sabar, silaturahmi, mandiri, dan banyak hal lagi...
 |
tang kyu...mbah google siluet Daddynya TOP |
Tahukah kalian para putri seluruh jagad…
Saat masih kecil, ibu yang menyusui dan menidurkan kalian dalam gendongannya, memandikan dan mengganti pakaian kalian..tapi saat terlelap dalam ayunan, Papa akan mengintip tidurmu dan ikut tidur disamping ayunanpun sambil berbisik dan menanyakan keadaanmu pada Ibu…
Saat masuk taman kanak-kanak, Ibu yang akan mengantar kamu ke sekolah, sebab Papa berangkat kantor lebih awal, tapi taukah kalian, Papa akan menelpon Ibu dan menanyakan keadaanmu di sekolah,
Saat masuk sekolah dasar, Kamu mulai diganggu para anak laki-laki yang menjengkelkan, teman sekelasmu. Papa akan sesekali mengantarmu ke sekolah dan pasang tampang 'garang' supaya teman sekolahmu tak bakal mengganggu kamu lagi. Papa akan sering mengendong dan tak segan menaruhmu di pundaknya...seolah ingin memamerkan pada dunia, kamu adalah putrinya yang cantik.
Kemudian Papa akan membantu mengerjakan PR karena Papa cerdas, walaupun sesekali Papa akan memarahimu karena otakmu yang lemot. Sesungguhnya, saat itu..Papapun ingin kamu mengerjakan PRmu sendiri, Papa ingin putrinya tidak bergantung padanya...
Saat masuk Sekolah lanjutan, kamu sudah bisa memilih pakaian yang pantas dan sesuai dengan seleramu. Saat kamu membeli pakaian super ketat dengan celana pendek di atas lutut, Papa akan menegurmu..dan kamu malah berbalik dan memicingkan mata sambil mengejek selera Papa. Dan saat kamu sudah tidak diantar jemput lagi, tapi dibiarkan untuk jalan kaki ke sekolah, Ibu akan marah2 kenapa Papa tidak mengantar padahal jalur kantor Papa dan sekolahmu searah. Saat itu Papa cuma ingin, putrinya bisa melakukan sesuatu sendiri…
Saat masuk sekolah menengah, Kamu bersikeras memilih sekolah di luar daerah, Mama akan melarangmu karena itu berarti kamu akan hidup jauh dari mereka, tetapi Papa akan memberimu kebebasan untuk mengambil keputusan, karena menurut Papa, kamu adalah putrinya yang mulai mengerti seluk beluk kehidupan…Dan saat kamu mulai berseragam abu-abu, kamu mulai mengenal yang namanya ‘organisasi’. Kamu punya banyak teman dan bukan dari sekolahmu saja, dan kamu akan punya sedikit waktu untuk tinggal di rumah. Kamu dengan semena-mena melanggar jam malam dan pulang ke rumah larut dengan alasan ada rapat OSIS, PRAMUKA de el el, Papa akan memarahimu dan kamu balas dengan punggungmu, masuk kamar dan banting pintu. Sambil memaki, mengumpat…Papa ini kayak tidak pernah muda saja!!!
Menjelang akhir SMAmu, kamu makin sibuk dengan les tambahan masuk universitas. Papa akan menyetujui kelas tambahan yang kamu ambil, tapi dengan entengnya…lagi2 kamu tidak memanfaatkan kesempatan yang diberikan, kadang belajar ogah ogahan.
Tiba saatnya kamu berstatus mahasiswa, kamu mungkin akan kuliah di luar daerah, sesuatu yang kamu tunggu sejak dulu,hidup jauh dari orang tua, punya kebebasan…Kamu tertawa terbahak-bahak karena lulus di perguruan tinggi yang letaknnya tak dekat dengan rumahmu, itu berarti kamu akan pergi meninggalkan mereka. Ibu akan menangis sejadi-jadinya dan mengeluarkan banyak nasehat sebagai kata pamungkas dari A-Z untuk selalu kamu ingat, tapi Papa hanya akan mengenggam tanganmu kuat dan mengangguk pasti untuk mewakili perasaannya kalau putrinya pasti bisa melalui semuanya…
Saat kamu terlena dengan kehidupan kampus yang beragam, kamu jadi lupa dengan amanah mereka untuk menyelesaikan kuliahmu. Papa akan menelpon dan selalu mengingatkan untuk tekun belajar. Kamu membalas dengan “Akh Papa ini, nda bagus kalo mahasiswa itu kerjanya kampus-rumah-kampus-rumah doang”. Saat itu, Papa akan diam, dan menahan diri untuk tidak memarahimu..karena Papa tau, kamu adalah seorang putri dan tinggal jauh darinya…kamu juga butuh kebebasan…Papa tidak ingin kamu mengambil tindakan ‘bodoh’ hanya karena tegurannya.
Dan saat kamu berhasil meraih gelar sarjana…lagi2 Ibu akan menangis haru melihatmu melambaikan toga, Papa akan berdiri tegap dan mengangguk kuat atas keberhasilanmu.
Bahkan saat kamu telah hidup berkeluarga bersama suami pengganti Papa. Papa akan tetap menjagamu...Bukan pamrih yang dimintanya. Karena pada saat itu mungkin kamu akan sibuk dengan keluarga barumu dan peranmu sebagai istri. Papa hanya ingin melihat senyum putri dan cucunya...
Dan kala itu, tiba saatnya kamu yang menjaga Papa, meski Papa akan tetap menjagamu sepanjang hidupnya...Kala itu, saat kamu benar-benar hidup terpisah dengannya...tiba giliranmu menggenggam dan memeluk pundaknnya, tiba saatnya kamu membalas apa yang telah diberikan pahlawanmu itu selama kamu berstatus putrinya......
 |
sabun colek ayah ala mbak google |
Cinta Papa tak terukir jelas seperti kasih Ibu, tapi Papa adalah sosok yang selalu menjagamu, meskipun kelak kamu telah memiliki seorang suami. Bagi Papa, kamu tetaplah putrinya, putri yang butuh penjagaannya..
Cintai Papa selayaknya kalian mencintai Ibu, meskipun Rasulullaah mengabarkan lewat sabdanya bahwa Ibu…Ibu,,,Ibu,,,tapi Papa juga makhluk yang lebih dari super duper hero lainnya. Meskipun tidak ada hari Papa, tapi aku ingin menyampaikan pada Papaku..sosok laki-laki yang bertautan beberapa tahun di atas Ibu. Papa…aku sangat menyayangimu…Papa, aku mencintaimu karena Allah