Tampilkan postingan dengan label Bunda Cekatan 1 tahap telur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bunda Cekatan 1 tahap telur. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Februari 2020

Ilmu di keluarga: Inside out family

Pekan ini saya masih betah di keluarga konflik. Pekan pertama setelah agak teratasi dengan chat yang menumpuk, dan ruang tele yang tak henti ketiban chat. Akhirnya mulai bernafas dengan ritme chat dan belajar meski masih ngos ngosan. Salah satu alasan saya juga agar lebih fokus. Maka pekan ini saya belum memutuskan untuk berselancar dan bertamu ke rumah keluarga lain. Akan tetapi saya tetap mengikuti go live di rumpun keluarga FBG. Yang ada d mind map saya, salah satunya yang menarik untuk saya pelajari dan terkait pula dengan amanah yang diberikan kepada saya, yakni manager keuangan. Yaitu manajemen keuangan. Kemungkinan next week saya mau bertamu ke rumah mereka.

Pekan ini...cukup di rumah sendiri. Rumah manajemen emosi. Sub tema manajemen konflik. Keluarga inside out family. Saya masih harus membenahi tentang manajemen emosi, konflik. Karena menurut saya, saya harus menyelesaikan diri sendiri sebelum belajar hal lain yang lebih besar.
Dan pekan ini di keluarga kami akan berbicara terlebih dahulu tentang konflik yang terjadi dengan pasangan. Seru skali, MasyaAllah...dan bener-bener memberi saya energi. Meski lewat WAQ tapi emosi antara para bu ibu member terjalin, saling menguatkan.

1Kemampuan komunikasi yang tidak efektif
💚 Tidak memahami fitrah perempuan dan laki-laki
💚Tidak memahami bahasa cinta pasangan
Dr. Garrry chapman menemukan 5 bentuk bahasa cinta
1) World of affirmation (kata-kata yang meneguhkan)
2) Physical Touch
3) Receiving gift (hadiah)
4) Quality time (waktu yang berkualitas)
5) Act of service (melayani)
Ada beberapa orang yang canggung menyatakan cinta dalam kata-kata, bisa jadi orang tersebut juga canggunh dalam menyatakan bahasa cinta melalui sentuhan. Sehingga dengan melayani adalah cara terbaik yang diberikan pasangan.

2. Teknik komunikasi yang bisa dilatih bersama pasangan menurut Denny Hen dalam buku _The_ _great marriage_
💆🏼‍♀️PASANGAN
💚 ```P``` erhatian penuh. Singkirkan segala hal yang berpotensi mengganggu jalannya komunikasi seperti hp,tv,dll
💚 ```A``` pa yang terjadi. Mulai dengan salah seorang menceritakan apa yang terjadi
💚 ```S``` erius mendengarkan
💚 ```A``` ktif bertanya
💚 ```N``` gulang lagi
💚 ```GAN``` tian. Setelah parafrase suami diterima istri, giliran suami yang bercerita dan berbicara dengan teknik ini.

💆🏼‍♀️P4K
RUMUSNYA
P : Problem
P : Pendapat
P : Perasaan
K : Keputusan

💆🏼‍♀️SKAK
Berikut 3 tips yang perlu diingat saat pasangan mengalami SKAK (Stres, Ketakutan, Amarah dan Kesedihan)
💚Akui kesulitan yang dihadapi pasangan. Jangan meremehkan dan mengecilkan masalah tersebut
💚Jangan mencoba melakukan problem solving
💚Gunakan pertanyaan terbuka ketika bertanya
💚Jangan membawa hal-hal personal
💚Jangan menyuruhnya menjadi tenang
💚Temukan tujuan dan halangannya
💚Tanyakan apa yang hilang
💚Jangan mencoba membuat pasangan tersenyum

Teknik terapi okupasi

Memahami bahasa cinta pasangan. Teori Gray Chapman.
Bagaimana mencari tau bahasa cinta pasangan???
💚Tanya langsung
💚Main quis dengan pasangan tentang 5 bahasa cinta

Penjelasan lengkap quiz 5 bahasa
Http://www.google.com/amp/s/www.proprofs.com/quiz-school/storyamp.php%3ftitle=5-bahasa-kasih-pasangan-quiz



#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Kamis, 16 Januari 2020

Aliran rasa kelas telur

Bunda cekatan ini berbeda tahapan pembelajarannya dengan kelas sebelumnya. Baik itu matrikulasib ataupun bunda sayang.
Di bunda cekatan, kita menerka nerka, berikutnya belajar apa, setelah ini ngapain. Setelah disodorkan materi untuk di cicipi, baru kerasa..WOW ini yang saya butuhkan. Waaah bener banget, kenapa nga dari dulu saya buat kayak gini. Ataukah baru ngerasa iya yaaah...ada sebab akibat dalam sebuah proses, terlebih itu buat seorang wanita yang tengah melakoni peran sebagai ibu dan istri. Sungguh butuh persiapan, ilmu dan mental yang kokoh
Terkadang yang dipelajari pernah dan sempat terlintas dalam benak saya, misalnya mind mapping. Tapi tak tergerak untuk menuangkannya dalam tulisan. Dan ternyata nafas tulisan memang berbeda. Lebih nyes...lebih ngena..dan lebih afdol.

Meski di kelas ini saya masih tertatih mengikutinya. Syukur ketika materi hari rabu bisa terselesaikan dengan manis. Sikon slalu tidak memihak. Yaa sinyallah, yaaa krucil yg belum boboklah..pas krucil bobok, dengerin di headset, 5 menit kemudian sudah bobok. Masih berasa kaku di manajemen waktu, tertatih mengerjakan tugas. Al hasil sering kerja di injury time.

Smoga di kelas tahap selanjutnya bisa lebih fokus dan kosentrasi belajar. Demo kebahagian bersama, demi ilmu, demi keluarga kecilku..
💚💚💚


#bundacekatan
#kelastelurtelur
#institusibuprofesional
#aliranrasatahaptelurtelur

Selasa, 14 Januari 2020

Mind mapping

Bismillahirrahmanirrahim

Selangkah lagi menuju tahap ulat. Doakan bisa sampai kupu-kupu yanh cantik.
Kali ini membuat mind mapping, yang notabene belum pernah terfikir untuk membuatnya. Dulu..dulu sekali kami pernah membuat visi dan kisi jangka pendek. Sekarang tersadar...memang mind mapping penting.

Akhirnya saya mencoba membuat mind mapping. Tujuan saya adalah bahagia..menjadikan keluarga kami bahagia dan tetap bersyukur.

Selasa, 07 Januari 2020

Telur orange ..mari belajar

Petualangan mencari telur hijau dan merah berlanjut mencari telur orange. Kisah saya bermetamorfosis dalam fase telur telur semoga berlanjut menjadi kupu-kupu yang indah nan cantik. Terbang kesana kemari memberi manfaat kesekitarnya. MasyaAllah

Tugas kali ini adalah telur orange. Menemukan keterampilan yang ingin di asah selama di kelas bunda cekatan dan menemukan cara belajar yg fun nan asik. Smoga keterampilan yang terisi di list saya adalah benar-benar yang saya butuhkan dan mendesak


Ilmu yang saya perlukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah
1. Ilmu manajemen waktu
Manajemen waktu menjadi momok terbesar saya sebagai ibu. Dengan 1 balita dan bayik yang lagi aktif aktifnya. Saya membutuhkan beberapa poin untuk direalisasikan. Seperti
💚 Membuat to do list/lembar ceklish atau semacam jadwal harian simple sehingga bisa berbagi waktu dengan aktivitas yang akan saya lalui
💚Manajemen gawai.
💚Istrahat
💚Memasak dalam waktu singkat, padat dan jelas
💚Membersihkan rumah tanpa mengurangi waktu membersamai anak
2. Ilmu manajemen finansial
💚Mengatur keuangan keluarga
💚Mengefektifkan pengeluaran keluarga
💚Tabungan haji
3. Tata cara membuat jurna portofolio kegiatan anak
💚Mendokumentasikan portofolio bermain anak
💚Jurnal tumbuh kembang anak.
4. Membangun support team. Teori dan praktek
💚Musyawarah keluarga, melibatkan semua manusia yang ada di rumah. Suami dan anak-anak
💚Pillow talk bersama suami.
💚Mengikuti seminar keluarga
💚Family time, family project


#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#Institutibuprofesional

Selasa, 24 Desember 2019

Jurnal 2 bunda cekatan

Tugas jurnal kedua kali ini, saya seperti dejavu. Rasanya seperti kembali ke masa kanak-kanak. Dimana saya suka membaca cerita detektif, agatha cristie, 3 detektif dan 5 sekawan. Kesemuanya seperti mencari sesuatu hingga ke akar. Terlihat seperti bermain game, tapi penting untul pembelajaran seorang wanita. Tidak hanya mencari aktivitas suka dan bisa, tetapi menyaring aktivitas penting dan mendesak juga. Dan akhirnya revisi telur hijau ke merah pun dilakukan.

Yap hijau dan merah, warna kesukaan saya dan suami (uuh nyambung dimana). Ok, transformasi telur hijau ke merah mengingatkan saya tentang ilmu manajemen, bagaimana saya memanajemen semuanya. Terlebih tugas wanita yang merangkap sebagai ibu dan istri memang butuh ilmu tersebut.


Tidak penting dan mendesak
1. Belajar make up/dandan
2. Public speaking

Tidak penting dan tidak mendesak
1. Menjahit
2. Bercocok tanam
3. Travelling

Penting dan tidak mendesak
1. Belajar bahasa banjar
2. Belajar menyetir
3. Menulis/blogwalking
4. Upgrade ilmu jualan
5. Belajar memasak lebih variatif

Penting dan mendesak
1. Manajemen waktu
2. Manajemen finansial (perencanaan dan laporan keuangan keluarga)
3. Manajemen emosi


1. Manajemen waktu
Ada banyak hal yang terkadang harus numpuk, harus dikerjakan di lain hari padahal bisa dikerjakan pada hari itu sebelumnya, atau bahkan waktu yang disiapkan untuk mengerjakan suatu hal harus terskip oleh aktivitas lain yang belakangan baru sadar bahwa itu tidak terlalu penting, atau kegiatan/aktivitas lainnya yang terjadwalnya dilakukan selama sejam mesti terpotong menjadi setengah jam saja karna kegiatan sebelumnya yang dilakukan memanjang tanpa disadari.

Beberapa kegiatan yang sangat perlu manajemen waktu untuk saya. Dan hal ini terkait pula dengan telur hijau saya kemarin adalah.
A. Memasak
Terkadang karna tergiur dengan masakan enak, hasrat mencoba resep lain dan cenderung ribet saya mengorbankan waktu beres - beres rumah. Yang pada akhirnya akan pusing sendiri melihat rumah berantakan, apalagi kalo resep tidak sejalan dengan harapan heheh
B. Waktu membersamai anak
Kedua anak saya masih berumur balita. Anak kedua malah belum 2 tahun. Jadi waktu bermain dan menjadikan mereka bak raja adalah sesuatu yang penting dan mendesak. Terkadang waktu membersamai anak rasanya belum cukup karna tersita oleh kegiatan ranah keluarga, seperti masak tadi.
C. Ilmu agama
Beribadah adalah sesuatu penting dan mendatangkan ketentraman. Saya sudah merencanakan kegiatan keagamaan untuk saya sendiri. Misal pagi shalat duha lalu mengaji, tiap cuma ikut belajar tahsin, minimal seminggu sekali ikut taklim, pengajian. Minimal sebulan sekali berbagi nasi bungkus. Akan tetapi kadang terkorting juga dengan kegiatan lain. Misalnya asik main hp

2. Manajemen finansial
Bagi seorang ibu. Menteri keuangan untuk keluarga adalah hal yang fardu ain untuk dilakukan, suka tidak suka. Kitalah menteri keuangan dalam keluarga kita sendiri. Setiap bulan saya sudah membuat laporan keuangan keluarga, malah konsultasi dengan suami, apakah kebutuhan mendesak dan tidak mendesak bulan depan. Namun godaab terbesar adalah mainan anak, go food dan mencoba resep baru yang otomatis mewajibkan saya untuk membeli bahan yang notabene di luar pencatatan bulanan

3. Manajemen emosi
Untuk menjadi ibu yang bahagia. Maka kontrol emosi akan sangat diperlukan. Kondisi dimana saya menjadi full time mother dan mengurusi 2 bocah, terlebih kerap ditinggal suami safar adalah kondisi dimana saya betul-betul harus mengandalkan diri sendiri. Saya menyadari akan ada masa dimana hanya saya dan kedua anak saya di rumah selama berhari-hari ditinggal suami safar. Dan hari-hari itu tentu emosi saya seperti roller coaster. Peran ibu dan ayah saya rangka sendiri. Saya harus menemukan cara yang jitu untuk memanajemen emosi saya. Akan tercipta anak yang bahagia, ibu dan ayah yang bahagia ketika saya sudah master untuk hal ini. Kenapa ayah?karena ketika emosi saya tetap terkontrol di ranah bahagia, saya tidak perlu meraung-raung atau marah ke suami ketika ditinggal safar. Dan suami bisa bekerja dengan bahagia pulak. MasyaAllah