Project hari ini namanya "Bentukku..Adonankuu"πππ. Tadinya kepengen buat playdough tapi karna pewarna yang ready di rumah cuma warna hijau jadinya nga variatif. Plus ummi lagi males hunting pewarna di luar rumah. Panasss hehehe. So kita ganti dengan buat kue saja yah. "Sippp" kata Izznya.
Kami memulai bersama-sama dengan menyiapkan alat dan bahan yang digunakan.
Tujuan buat kue kali ini hampir sama dengan bermain playdough. Fokusnya ke motoric play karna Izz nya bisa asik sendiri dengan bentuk- bentuk adonan, selain itu Izz bisa kenal beberapa bahan lazim di dapur misalkan gula, tepung terigu, sensasi motoric playnya dapat banget pas campur adonan. Izz saya beri kesempatan cemplungin semua bahan lalu mengaduknya dan saya yang ulenin. Hari ini kami buat onde-onde selama project berlangsung ramai dengan teriakan Izz, apalagi ketika selesai membuat bentuk. "Aaaakhh cudaa ummi" katanya sambil memperlihatkan hasil bentukannya, sudah itu ambil lagi dan bentuk lagi. Si Izznya bisa membuat bentuk bulatan dari adonan kue, bentuk bundar, bentuk pipih, panjang. Kadang ketika hasil bentukannya panjang-panjang, si Izz teriak "ini ulat mi..ulat..ulat cacing"π±π±π±π±. Eh tapi tenang aja..sebelumnya kami sudah cuci tangan kokπ. Sesekali ummi yang ngasih perintah buat pipih..atau panjang. Si Izznya yang mengikuti instruksi. Mantepp...
Saat kue onde-ondenya sdh jadi. Izz berteriak. "Bentuk bundang (bundar) bundang mii. Horeeee"katanya. Refleksi kegiatannya nga mengecewakan. Ketika ditanya suka nak? Dijawabnya suka skali.
"Kue Ing(Izz) ini..kue ummi ini" Izz malah membagi kue sendiri setelah selesai digoreng.
Trimakasih nak sudah meloloskan hasrat ingin makan kuenya ummi. Trimakasih sudah mau diajak bermain dan belajar sambil buat kueπππ
#tantanganhari4
#level3
#myfamilymyteam
#kuliahbunsayIIP
Mungkin kita adalah sederhana aksara, simpel dan singkat. Tapi kita bisa merangkainya menjadi terpola dan berkisah. Maka ciptakanlah jejak..meski hanya kecil nan mungil...
Senin, 27 Maret 2017
Minggu, 26 Maret 2017
Mari berkebun, mengenal bibit dan benih
Family project kami kali ini di beri judul 'Mari berkebun, mengenal bibit dan benih'. Awalnya niat beli benih jagung tapi habis akhirnya beli benih tomat dan kacang panjang plus dapat bibit tanaman durian, jeruk dan manggis ikutan dieksekusi juga. Ini pengalaman pertama Izz nanam benim. Biasanya dia ikutan bantu nanam bibit bunga. Sehari sebelumnya, Izz nonton video menanam benih lewar you tube. Rencananya kami buat yang simple saja. Nga pake semai. Kebetulan tanah di belakang rumah sudah digemburkan jadi tugas berkebun kali ini. Cuma membuang lubang, masukkan 3 benih kacang panjang ke lubang, kasi jarak 50cm lalu tutup dan semprot pake spray, tak lupa ditaburin anti semut.
Tujuan project ini sebenarnya sangat simple. Menggenalkan metode menanam yang sederhana sebagai batu loncatan untuk mengajarinya menyemai (tingkat lebih sulit). Dikenalkan bahwa tanaman itu juga tumbuh seperti manusia dan butuh disiram. Disamping itu..kami memang sedang ingin memanfaatkan lahan kosong di belakang rumah.
Awalnya ketika terjun ke lapangan dan kakinya kotor, si Izz sempat protes minta masuk rumah saja. Tapi ketika masuk tahap memasukkan benih ke lubang, menutup kembali dengan tanah dan menyiram dengan spray, dia jadi antusias. Sampai pakai minta nambah benih ke Ummi. Dan akhirnya hapal metode mananam sederhana walaupun belum bisa buat lubang sendiri. Tapi si Izz sudah bisa masukkan benih, tutup dan siram. Sederhana tapi menyenangkan.
Refleksi kegiatan kali ini memuaskan. Si Izz sendiri yang membuka pembicaraan ketika kami selesai cuci tangan dan kaki kemudian masuk rumah.
"Ing padi (Izz Khafady) habing (habis) bekebun"
"Tadi berkebun nanam apa nak?" tanya ummi
"Benih"
"Benih apa?"
"Kacang...kacang panjang. Ciram ciram Ingg crot..crot..crot (sambil menirukan bunyi spray).
Kegiatan ini menyadarkan saya bahwa menjadi seorang petani itu ternyata susah susah gampang wkwkwkw. Kerja saya cuma bantu buat lubang trus motret selebihnya Abi dan Izz yang kerjakan tapi saya merasa lelaaah sekaliπππ
#tantanganhari3
#level3
#myfamilymyteam
#kuliahbunsayIIP
Tujuan project ini sebenarnya sangat simple. Menggenalkan metode menanam yang sederhana sebagai batu loncatan untuk mengajarinya menyemai (tingkat lebih sulit). Dikenalkan bahwa tanaman itu juga tumbuh seperti manusia dan butuh disiram. Disamping itu..kami memang sedang ingin memanfaatkan lahan kosong di belakang rumah.
Awalnya ketika terjun ke lapangan dan kakinya kotor, si Izz sempat protes minta masuk rumah saja. Tapi ketika masuk tahap memasukkan benih ke lubang, menutup kembali dengan tanah dan menyiram dengan spray, dia jadi antusias. Sampai pakai minta nambah benih ke Ummi. Dan akhirnya hapal metode mananam sederhana walaupun belum bisa buat lubang sendiri. Tapi si Izz sudah bisa masukkan benih, tutup dan siram. Sederhana tapi menyenangkan.
Refleksi kegiatan kali ini memuaskan. Si Izz sendiri yang membuka pembicaraan ketika kami selesai cuci tangan dan kaki kemudian masuk rumah.
"Ing padi (Izz Khafady) habing (habis) bekebun"
"Tadi berkebun nanam apa nak?" tanya ummi
"Benih"
"Benih apa?"
"Kacang...kacang panjang. Ciram ciram Ingg crot..crot..crot (sambil menirukan bunyi spray).
Kegiatan ini menyadarkan saya bahwa menjadi seorang petani itu ternyata susah susah gampang wkwkwkw. Kerja saya cuma bantu buat lubang trus motret selebihnya Abi dan Izz yang kerjakan tapi saya merasa lelaaah sekaliπππ
#tantanganhari3
#level3
#myfamilymyteam
#kuliahbunsayIIP
Sabtu, 25 Maret 2017
Role play
Hari ini kami bermain peran bersama Izz. Ummi yang jadi sutradara dan bagian ngerancang skenario. Abi yang akan bercerita dalam kotak besar jadi seolah abi sedang berada dalam TV dan Izz yang akan menonton tak lupa feed back dari Izz yang diharapakan hehehe.
Beberapa cerita yang diperankan adalah fun learning mengenal hewan dan warna lalu kisah yang disisipkan beberapa poin hikmah pelajaran, hari ini kami mengambil tema kisah 'kepunyaan' karena sampai skarang Izz belum rela meminjamkan barang-barangnya ke orang lain. Tujuan dari bermain peran ini agar Izz bisa paham dengan definisi pinjam dan mau meminjamkan barangnya ke orang huhuhuhu. Pengenalan warna-warna lewat dialog tokoh tentang warna benda-benda disekitar dan pakaian yang mereka gunakan, dan memperkuat kosakata tentang hewan. Persiapan dilakukan sama-sama, awalnya Izz mau ikut jadi 'pencerita' di belakang layar bareng abinya nga mau nonton. Maka di buatkanlah dia gua tempat menonton dari tumpukan bantal dan selimut supaya si penonton (Izz) bisa betah.
Dan ternyata skenario nga selamanya berjalan mulus euy, harus ngundang improvisasi dari si Abi. Misalnya ketika si Izz mulai ngajak tokoh Kumi (kucing) dan Igor (keledai) berbicara ala dia lalu mengajak baca buku. Hal yang di luar skenario, beruntungnya bisa kembali ke skenario dengan mengajarkan hewan-hewan yang ada di mini books ke penonton. Horeee abu Izz hebat... bakat nihh wkwkwkwk
Apesnya...si Izz nga mau berhenti. Kami sudah hampir sejam bercerita dan berniat mengakhir bermain peran sambil baca buku. Tapi Izz nangis. "Lagi mii..lagi abii.."πππ. Akhirnya abinya lanjut lagi...
Project hari ini di akhiri dengan menyanyikan lagu anak-anak. Saat refleksi kata si Abi nga apa-apa dianya capek yang penting anaknya senang.
Lagi- lagi bermain peran dengan anak memang kegiatan melelahkan tapi seru. Nagihh lagiππ. Dan kami tidak berani menanyakan perasaan si Izz setelah kegiatan role play takutnya dia nangis minta diulang lagiπ₯π₯
#Tantanganhari2
#level3
#Myfamilymyteam
#kuliahbunsayIIP
Beberapa cerita yang diperankan adalah fun learning mengenal hewan dan warna lalu kisah yang disisipkan beberapa poin hikmah pelajaran, hari ini kami mengambil tema kisah 'kepunyaan' karena sampai skarang Izz belum rela meminjamkan barang-barangnya ke orang lain. Tujuan dari bermain peran ini agar Izz bisa paham dengan definisi pinjam dan mau meminjamkan barangnya ke orang huhuhuhu. Pengenalan warna-warna lewat dialog tokoh tentang warna benda-benda disekitar dan pakaian yang mereka gunakan, dan memperkuat kosakata tentang hewan. Persiapan dilakukan sama-sama, awalnya Izz mau ikut jadi 'pencerita' di belakang layar bareng abinya nga mau nonton. Maka di buatkanlah dia gua tempat menonton dari tumpukan bantal dan selimut supaya si penonton (Izz) bisa betah.
Dan ternyata skenario nga selamanya berjalan mulus euy, harus ngundang improvisasi dari si Abi. Misalnya ketika si Izz mulai ngajak tokoh Kumi (kucing) dan Igor (keledai) berbicara ala dia lalu mengajak baca buku. Hal yang di luar skenario, beruntungnya bisa kembali ke skenario dengan mengajarkan hewan-hewan yang ada di mini books ke penonton. Horeee abu Izz hebat... bakat nihh wkwkwkwk
Apesnya...si Izz nga mau berhenti. Kami sudah hampir sejam bercerita dan berniat mengakhir bermain peran sambil baca buku. Tapi Izz nangis. "Lagi mii..lagi abii.."πππ. Akhirnya abinya lanjut lagi...
Project hari ini di akhiri dengan menyanyikan lagu anak-anak. Saat refleksi kata si Abi nga apa-apa dianya capek yang penting anaknya senang.
Lagi- lagi bermain peran dengan anak memang kegiatan melelahkan tapi seru. Nagihh lagiππ. Dan kami tidak berani menanyakan perasaan si Izz setelah kegiatan role play takutnya dia nangis minta diulang lagiπ₯π₯
#Tantanganhari2
#level3
#Myfamilymyteam
#kuliahbunsayIIP
Jumat, 24 Maret 2017
Jum'at berkah..Jum'at berbagi...
Bismillahirrahmanirrahim...
Tantangan kelas bunda sayang level 3 kali ini adalah membuat family project. Jadi tentunya team work yang jadi bidikannya.
Alhamdulillah dalam keluarga kecil kami kerap melakukan banyak hal bertiga karena memang adanya cuma kami bertiga wkwkwkw.
Jum'at berkah...Jum'at berbagi...
Kali ini saya menuliskan kerja tim kami yang memang merupakan target hidup saya pribadi. Minimal sekali sebulan sedekah nasi.
Persiapan seperti biasa saya harus ke pasar kamis buat blanja blanji..tentunya Abu Izz yang mengantar dan Izz (25m) ikut serta. Malamnya saya sudah mempersiapkan bumbu dan merakit bersama dos nasinya. Nagh kalo bagian yang ini Izz nga diikutkan soale biasa dia suka sobek sana sobek sini kotak nasinya. Lepas subuh saya mulai masak dan kelar biasanya jam setengah 7. Packing plus finishing dan jam delapan sudah rapi dan siap disebarkan. Bagian memasukkan kotak makanan ke dalam kantongan besar adalah tugas Abi dan Izz. Dan perjalanan berbagi kami biasanya menyisir jalan utama. Target kami adalah para pengemis, pengamen jalanan, pasukan petugas kebersihan, amang becak, tukang parkir, tukang koran dan tukang pijit tunanetra. Saat berbagi anak kami si Izz didudukkan di depan agar supaya dia bisa melihat lebih leluasa, sesekali Izz sendiri yang memberikan langsung kotak makanannya ke bapak ibu di pinggir jalan. Tujuan kami sebenarnya ada pada Izz. Selama proses dari beli bahan sampai penyebaran kami sounding kalau kita akan bagi nasi ke om dan tante yang butuh. Kami ingin membiasakan dan mengenalkan dia dengan 'berbagi' dan mendengarkan ucapan terimakasih yang tulus. Karena sesungguhnya ucapan-ucapan terimakasih dari para "guru-guru" kami di jalanan adalah semacam scan virus bagi saya pribadi. Setiap pulang berbagi saya punya jeda untuk merenung dan bersyukur. Bagi kami...meskipun Izz baru 2 tahun dan entah dia paham atau tidak tapi pembiasaan seperti ini Insya Allah kelak akan membentuk karakternya.
Selesai berbagi kami mengajaknya makan es cream hahaha. Dan mengucapkan terimakasih bergantian. "Trimakasih nak Izz atas kerjasamanya"
"Trimaksih Abi...abi sudah melakukan bagiannya dari ngantar ke pasar, bantu jaga izz saat masak, packing sampai sebar kotak"
#TantanganHari1
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Tantangan kelas bunda sayang level 3 kali ini adalah membuat family project. Jadi tentunya team work yang jadi bidikannya.
Alhamdulillah dalam keluarga kecil kami kerap melakukan banyak hal bertiga karena memang adanya cuma kami bertiga wkwkwkw.
Jum'at berkah...Jum'at berbagi...
Kali ini saya menuliskan kerja tim kami yang memang merupakan target hidup saya pribadi. Minimal sekali sebulan sedekah nasi.
Persiapan seperti biasa saya harus ke pasar kamis buat blanja blanji..tentunya Abu Izz yang mengantar dan Izz (25m) ikut serta. Malamnya saya sudah mempersiapkan bumbu dan merakit bersama dos nasinya. Nagh kalo bagian yang ini Izz nga diikutkan soale biasa dia suka sobek sana sobek sini kotak nasinya. Lepas subuh saya mulai masak dan kelar biasanya jam setengah 7. Packing plus finishing dan jam delapan sudah rapi dan siap disebarkan. Bagian memasukkan kotak makanan ke dalam kantongan besar adalah tugas Abi dan Izz. Dan perjalanan berbagi kami biasanya menyisir jalan utama. Target kami adalah para pengemis, pengamen jalanan, pasukan petugas kebersihan, amang becak, tukang parkir, tukang koran dan tukang pijit tunanetra. Saat berbagi anak kami si Izz didudukkan di depan agar supaya dia bisa melihat lebih leluasa, sesekali Izz sendiri yang memberikan langsung kotak makanannya ke bapak ibu di pinggir jalan. Tujuan kami sebenarnya ada pada Izz. Selama proses dari beli bahan sampai penyebaran kami sounding kalau kita akan bagi nasi ke om dan tante yang butuh. Kami ingin membiasakan dan mengenalkan dia dengan 'berbagi' dan mendengarkan ucapan terimakasih yang tulus. Karena sesungguhnya ucapan-ucapan terimakasih dari para "guru-guru" kami di jalanan adalah semacam scan virus bagi saya pribadi. Setiap pulang berbagi saya punya jeda untuk merenung dan bersyukur. Bagi kami...meskipun Izz baru 2 tahun dan entah dia paham atau tidak tapi pembiasaan seperti ini Insya Allah kelak akan membentuk karakternya.
Selesai berbagi kami mengajaknya makan es cream hahaha. Dan mengucapkan terimakasih bergantian. "Trimakasih nak Izz atas kerjasamanya"
"Trimaksih Abi...abi sudah melakukan bagiannya dari ngantar ke pasar, bantu jaga izz saat masak, packing sampai sebar kotak"
#TantanganHari1
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Langganan:
Postingan (Atom)



