Salah satu mainan yang disukai si Izz adalah main lego. Walaupun di rumah ada mainan legonya sendiri. Tapi tetep doyan bahkan hingga hitungan jam main di bundaran lego sebuah gerai permainan di QMall. Mungkin anak-anak suka yang suasana bermain di mall yang warna warni dan luas. Jadi meskipun namanya sama-sama lego tapi beda tempat maka rasanya beda wkwkwk. Soalnya kalo di rumah Izznya main sambil hambur haurrr. Disini tiap ada lego keluar dari lubang bundaran tempatnya langsung dipungut dan dikembalikannya ke tempatnya. Ada lego terpental jauh...buru-buru deh dia kejar sampai dapat๐๐
Lego punya fungsi kematangan konsentrasi dan pembentukan definisi konsep bentuk, warna, ukuran, kesabaran dan kelenturan tangan. Lewat permainan ini tentunya melahirkan kebiasaan dan karakter positif buat anak kelak. Dan karna si Izz memang suka. Sesekali kami mengajaknya ke mall. Dan diapun ingat lokasi si lego dimana. Nga kebayang kalau suatu ketika pihak toko menghilangkan area bermainan lego free ini๐๐
#day3
#level7
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#bintangkeluarga
Mungkin kita adalah sederhana aksara, simpel dan singkat. Tapi kita bisa merangkainya menjadi terpola dan berkisah. Maka ciptakanlah jejak..meski hanya kecil nan mungil...
Rabu, 23 Agustus 2017
Senin, 21 Agustus 2017
TAGRAM
Baru bangun diapun teringat puzzel tagramnya. Awalnya saya nga niat mengenalkan benda ini takut rusak..belum waktunya tapi niat diurungkan begitu si bocah antusias tanpa kedipin mata saat si kotak dibuka. Manalah mungkin saya sampai hati memuseumkannya dulu. Maka jadilah dia tak ajari kisi-kisi merangkai para tagram.
Nagh pagi-pagi sudah masuk ke "laboratorium" little abid. Dikenalkan konsep bentuk, warna, fokus, sistem peredaran darah,rangka, pernafasan dll, motorik dan sensori.
Hari ini Izz harus telat mandi karna nyusun tagram. Selesai bongkar lagi..selesai bongkar lagi. Huhuhuh kelakuan telat mandi yang nga boleh di ditiru. Semoga next bisa lebih terkoordinasi mainnya. Dicakepin dulu baru deh bisa main sana sini.
#Day2
#level7
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#bintangdalamkeluarga
Nagh pagi-pagi sudah masuk ke "laboratorium" little abid. Dikenalkan konsep bentuk, warna, fokus, sistem peredaran darah,rangka, pernafasan dll, motorik dan sensori.
Hari ini Izz harus telat mandi karna nyusun tagram. Selesai bongkar lagi..selesai bongkar lagi. Huhuhuh kelakuan telat mandi yang nga boleh di ditiru. Semoga next bisa lebih terkoordinasi mainnya. Dicakepin dulu baru deh bisa main sana sini.
#Day2
#level7
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#bintangdalamkeluarga
Minggu, 20 Agustus 2017
Ketika Izz berceloteh. "Mii Ing mau jadi astronot boleh?"๐๐
Pekan lalu si Izz setengah berlari menghampiri saya yang sedang duduk
"Mii mii ing padi (Izz Khafady) mau jdi astronot boleh?" disebutnya dengan cepat skali
"Apa nak??mau apa Izznya?"
"Ing mau jadi astronot boleh??" ulangnya lebih pelan
NYESsss...
"Waaah iya..tentu saja boleh"mata saya berkaca-kaca menjawab pertanyaannya wakru itu. Dan di balas pula dengan 2 jempol dari si Izz. Ciri khas ketika dia senang.
Entah bagaimana garis tanganmu dan qolam Allah SWT yang tertulis untukmu. Tapi hari ini Izz sukses buat ummi haru biru. Seketika saya merasa anak saya sudah besar..padahal masih batita. Umurnya baru 2,5 tahun.
Saat pulang ke rumah, saya ceritakan ke abinya dan si abi senyum simpul. Maka untuk mendukung kesukaannya itu. Si abi membukakan buku anak dari seri Confidence In Science "Apa saja Anggota Matahari?".
Keyboard Ipad yang sudah rusak diandaikan keyboardnya. Dan bukunya sebagai layar monitor. Jadi layarnya bisa berganti gambar tiap bukunya dibuka wkwkwkw.
"Katanya ummi Izz mau jadi astronot ya??"
"Iya bi"
"Nagh ayo kita baca buku tentang astronot dan luar angkasa. Mau?"
"Maaauu"
Detik berikutnya si Izz sudah kapling duduk di pangkuan abinya dan menikmati sajian kalimat dan gambar tiap lembar bukunya
Dan ternyata memang benar. Ketika anak-anak disodorkan sesuatu hal yang disenanginya. Maka dengan cepat informasi yang diberikan akan diserap. Hanya butuh kita sebagai orang tua mengarahkan dan tahu timing yang tepat untuk masuk ke ranah "on" nya.
Selain planet, roket dan teropong yang sebelumnya sudah kami kenalkan. Hari ini Izz berkenalan dengan beberapa kosakata seperti komet, asteroid, meteor, beberapa nama planet dll. Si Izznya paham??tentu saja secara detail tidak. Tapi saya percaya dengan "pendahuluan" seperti itu. Suatu saat dia akan bertanya lebih jauh lagi.
Cukup kita buka tangkup tudung saji sedikit maka kucingpun akan berlari mencicipi menu di dalamnya hihihi. Begitulah kira-kira๐๐. Eh kok malah sama kucing pengandainya๐ ๐
#day1
#level7
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#bintangdalamkeluarga
"Mii mii ing padi (Izz Khafady) mau jdi astronot boleh?" disebutnya dengan cepat skali
"Apa nak??mau apa Izznya?"
"Ing mau jadi astronot boleh??" ulangnya lebih pelan
NYESsss...
"Waaah iya..tentu saja boleh"mata saya berkaca-kaca menjawab pertanyaannya wakru itu. Dan di balas pula dengan 2 jempol dari si Izz. Ciri khas ketika dia senang.
Entah bagaimana garis tanganmu dan qolam Allah SWT yang tertulis untukmu. Tapi hari ini Izz sukses buat ummi haru biru. Seketika saya merasa anak saya sudah besar..padahal masih batita. Umurnya baru 2,5 tahun.
Saat pulang ke rumah, saya ceritakan ke abinya dan si abi senyum simpul. Maka untuk mendukung kesukaannya itu. Si abi membukakan buku anak dari seri Confidence In Science "Apa saja Anggota Matahari?".
Keyboard Ipad yang sudah rusak diandaikan keyboardnya. Dan bukunya sebagai layar monitor. Jadi layarnya bisa berganti gambar tiap bukunya dibuka wkwkwkw.
"Katanya ummi Izz mau jadi astronot ya??"
"Iya bi"
"Nagh ayo kita baca buku tentang astronot dan luar angkasa. Mau?"
"Maaauu"
Detik berikutnya si Izz sudah kapling duduk di pangkuan abinya dan menikmati sajian kalimat dan gambar tiap lembar bukunya
Dan ternyata memang benar. Ketika anak-anak disodorkan sesuatu hal yang disenanginya. Maka dengan cepat informasi yang diberikan akan diserap. Hanya butuh kita sebagai orang tua mengarahkan dan tahu timing yang tepat untuk masuk ke ranah "on" nya.
Selain planet, roket dan teropong yang sebelumnya sudah kami kenalkan. Hari ini Izz berkenalan dengan beberapa kosakata seperti komet, asteroid, meteor, beberapa nama planet dll. Si Izznya paham??tentu saja secara detail tidak. Tapi saya percaya dengan "pendahuluan" seperti itu. Suatu saat dia akan bertanya lebih jauh lagi.
Cukup kita buka tangkup tudung saji sedikit maka kucingpun akan berlari mencicipi menu di dalamnya hihihi. Begitulah kira-kira๐๐. Eh kok malah sama kucing pengandainya๐ ๐
#day1
#level7
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#bintangdalamkeluarga
Minggu, 13 Agustus 2017
aliran rasa game level 6
Saya sendiri tidak menganggap matematika itu sulit. Background keluarga saya lahir dari seorang ayah yang profesinya guru matematika. Ditambah kakak-kakak saya suka matematika. Membuat saya ikut arus dan suka matematika juga. Sampai pada akhirnya materi twntang matematika ini di post di kelas bunda sayang. Sayang baru berpikir. Akhh bener juga..selama ini banyak teman-teman saya menganggap demikian. Matematika itu sulit.matematika itu susah. Dan tak jarang guru matematika dilabeli killer. Ujung-ujungnya rata-rata nilai raport yang palinh rendah nilainya adalah matematika atau bahkan raportnya kebakaran alias dapat nilai merah. Ataukah ujung-ujungnya ngebolos kelas demi nga bertemu dengan gurunya.
Dan ternyata anak-anak seumuran Izz yang masih 2 tahunan bisa aja dicocol sama si matematika ini. Ya lewat aktivitas bermain kita sebagai orang tua memasukinya. Slama ini saya biasa mengajaknya bermain motorik ala-ala. Entah ini dari playdough buatan saya sendiri, membuat menarik dari bahan potonhan kayu sisa membuay rak si abi, mindahin air dari satu wadah ke wadah yang lain. Dan ternyata betul, aktivitas tersebut mengandung unsur matematika. Positifnya setelah mengikuti kelas ini. Saya setidaknya lebih kreatif. Bisa memikirkan pola bermain lainnya dan mengaitkannya dengan matematika. Dan amazing..apa-apa yang kedengarannya sulit jika dikemas dalam unsur bermain Insya Allah anak suka dan pengalaman saya sendiri si Izz minta nagih. "Lagi!" begitu katanya ketika saya membuatkan pola angka di kardus bekas.
#level6
#kuliahbunsayIIP
#aliranrasa
Dan ternyata anak-anak seumuran Izz yang masih 2 tahunan bisa aja dicocol sama si matematika ini. Ya lewat aktivitas bermain kita sebagai orang tua memasukinya. Slama ini saya biasa mengajaknya bermain motorik ala-ala. Entah ini dari playdough buatan saya sendiri, membuat menarik dari bahan potonhan kayu sisa membuay rak si abi, mindahin air dari satu wadah ke wadah yang lain. Dan ternyata betul, aktivitas tersebut mengandung unsur matematika. Positifnya setelah mengikuti kelas ini. Saya setidaknya lebih kreatif. Bisa memikirkan pola bermain lainnya dan mengaitkannya dengan matematika. Dan amazing..apa-apa yang kedengarannya sulit jika dikemas dalam unsur bermain Insya Allah anak suka dan pengalaman saya sendiri si Izz minta nagih. "Lagi!" begitu katanya ketika saya membuatkan pola angka di kardus bekas.
#level6
#kuliahbunsayIIP
#aliranrasa
Langganan:
Postingan (Atom)


