Hari ini nga ada kreatifitas di rumah. Ahad ceria..alhamdulillah bisa hang out bareng si abi dan anak shaleh. Dadakan sih..tiba-tiba habis shalat dzuhur berjamaah si abi ngajakin keluar. Gegara si anak sholeh nga mau bobok siang padahal bangunnya hari ini subuh dan malamnya sempat begadang. Heran!!
"Yuk ke mall"
Hmmm tumben pikirku wkwkwk
"Kita quality timelah..biar boboknya Izz juga mantel nanti malam" kata si abi
#eaaaa
Maka jadilah kami ke mall. Ke timezone buat nemenin Izz. Yang penting megang megang tombol mainan..liat lampu kerlap kerlip aja sudah cukup buat anak yang nga ngerti game seumuran Izz hihihi. Nyobain foto instan tetiba berasa seru sekali. Trakhir lakuin itu pas jaman kuliah..tahun berapa lupa sayyah.
Sejam di arena bermain. Berangkat isi perut tengah dulu. Alamaaak..antriannya bikin kaki pegel. Habis makan si Izz merengek minta main lego lagi. Yap diikutin aja lagi. Namanya juga liburan kecil hehehe. Trus lanjut shalat ashar baru deh kemudian balik.
"Ke gubernuran yuk?"
"Heh?"
Hahaha tumben banget nig abi. Padahal alasannya berangkat tengah hari tadi katanya biar bisa menikmati sore di rumah
"Katanya mau sorean di rumah?"
"Kan quality time"
Wess lah...saya mah seneng aja diajak muter. Bu ibu yang seharian di rumah salah satu cara menjaga kewarasannya adalah diajak plesiran begini. Meskipun cita rasa lokal
Nagh tujuan kami kali ini adalah kebun raya banua yang memang letak lokasinya berada di kawasan perkantoran pemerintahan daerah dan gubernuran.
Kebun raya ini terbilang baru dan masih dalam tahap dirintis. Kabar gembira bagi kami karena ternyata pintu labirinnya kebuka. Jadi bisa naik ke menara buat liat labirin ke bawah. Izz sangat exited. Dalam perjalanan yang tadinya udah nyenyak langsung "on" disini. Berlari ke puncak dan minta di foto hihihi. Alhamdulillah dia nga takut ketinggian. Trus ngasih makanan ikan di kolam, berlarian ke sana kemarin di hamparan rumput kebun raya. Saya jadi ngos-ngosan mengekor di belakang.
Sampai di rumah menjelang magrib. Mandi shalat masuk kamar. Pegeeel sangat. Untuk kategori ibu hamil ini nikmat nikmat seeerr. Berasa olahraga seharian
#day2
#level9
#tantangan10hari
#bunsayIIP
#thinkcreative
Mungkin kita adalah sederhana aksara, simpel dan singkat. Tapi kita bisa merangkainya menjadi terpola dan berkisah. Maka ciptakanlah jejak..meski hanya kecil nan mungil...
Minggu, 05 November 2017
Kreatif buat seorang ibu..adalah keharusan๐ ๐
Saya kira menjadi seorang ibu itu semata mengandung, melahirkan, menyusui dan menonton anaknya bertambah usia. Toh pikir saya merekapun tetap akan bertumbuh. Twrnyata sungguh sulit mengisi dan membersamai si kecil. Butuh kesabaran, termasuk kreatifitas biar si kecil nga mati gaya dan tetap anteng bin walafiat.
Hal ini saya rasakan ketika usia anak saya mulai masuk ke ranah yang butuh feed back dan saya sendiri untuk terjun langsung membersamainya. Kreatifitas nampaknya sebuah harga mutlak untuk bu ibu. Dan sebagian besar hal itu dibutuhkan di waktu yang genting. Bukan seperti makalah, karya tulis ilmiah dan sederajatnya yang memerlukan pendahuluan untuk sampai ke tinjauan pustaka. Tapi menjadi seorang bu ibu harus bisa mutar otak di saat itu juga ketika si anak butuh bermain dan suasana nyaman. Kreatifitas jadi sundulan terdepan dan mau nga mau kita harus belajar.
Saya jadi teringat. Salah satu pekerjaan yang berasa sulit saat ini adalah memakaikan baju si Izz . Setiap selesai mandi...bocah ini akan berlari berkeliling rumah, naik ke kasur dan mengacak-acak sprei, bantal yang sudah saya rapikan plus terikan yang memekik.
Awalnya saya ikut nyemplung di aksi lari-larian dia. Itung-itung olahraga pagi. Tapi kehamilan kedua saya ini berasa lebih cepat capek, berasa lebih awal encok ketimbang mengandung Izz dulu. Akhirnya saya memutuskan diam dan menanti sambil membujuk. Kadang dia datang menggodaku menjulurkan badannya lalu kemudian berlari lagi sambil terkekeh. Uuuhh Ya Allah mau gigit rasanya. Mengingat banyak pekerjaan lain yang mengantri dan saya harus membereskan ulang ruangan kamar hasil ubek ubeknya๐
๐. Kadang pula metode itu berhasil. Dan kalau sudah eror saya terkadang menakut-nakutinya agar besegera memakai pakaian.
"Itu ada laba-laba nanti bisa masuk ke lubang pantat lho kalau kita nga pakai celana!"
Diikutin, iya. Tapi saya sadar kalau cara saya itu tidak baik. Mengancam!! Ya saya seperti mengancam meskipun dengan cara halus.
Sampai suatu hari saya tersadarkan sendiri dengan ulahnya. Dan saya akhirnya menemukan celah untuk masuk ke "game" yang dibuatnya.
Karna saya perhatikan si Izz senang dengan berbau karcis dll. Maka sayapun membuat tiket untuk berpakaian. Ketika dia selesai berpakaian dengan rapi dia bisa dapat tiket bermain. Kalau dia belum memakai pakaian itu artinya dia belum bisa diberi tiket. Biar lebih mantap..tiketnya di buat ala2. Tempelin stiker emotion biar si anak shaleh besegera mendapatkan si tiket.
Alhamdulillah berhasil. Nga ada urusan kejar kejaran stelah ada aturan tiket ini. Berkat keberhasilan ini saya berniat membuatkan beberapa macam tiket untuk tindakan dan aktivitas yang lain. Misalnya gosok gigi, membereskan mainan dll.
Doa saya untuk diri sendiri adalah sebuah keistiqomahan untuk kegiatan membersamai anak saya dalam bermain dan belajar. Dan wangsit kreatifitas selalu tercurah untuk saya sebagai bu ibu pemula. Aamiin...mari berkreasi bunda shalehah๐๐
Uty_banjarbaru
#kelasbundasayang
#InstitutIbuProfesional
#ThinkCreative
Hal ini saya rasakan ketika usia anak saya mulai masuk ke ranah yang butuh feed back dan saya sendiri untuk terjun langsung membersamainya. Kreatifitas nampaknya sebuah harga mutlak untuk bu ibu. Dan sebagian besar hal itu dibutuhkan di waktu yang genting. Bukan seperti makalah, karya tulis ilmiah dan sederajatnya yang memerlukan pendahuluan untuk sampai ke tinjauan pustaka. Tapi menjadi seorang bu ibu harus bisa mutar otak di saat itu juga ketika si anak butuh bermain dan suasana nyaman. Kreatifitas jadi sundulan terdepan dan mau nga mau kita harus belajar.
Saya jadi teringat. Salah satu pekerjaan yang berasa sulit saat ini adalah memakaikan baju si Izz . Setiap selesai mandi...bocah ini akan berlari berkeliling rumah, naik ke kasur dan mengacak-acak sprei, bantal yang sudah saya rapikan plus terikan yang memekik.
Awalnya saya ikut nyemplung di aksi lari-larian dia. Itung-itung olahraga pagi. Tapi kehamilan kedua saya ini berasa lebih cepat capek, berasa lebih awal encok ketimbang mengandung Izz dulu. Akhirnya saya memutuskan diam dan menanti sambil membujuk. Kadang dia datang menggodaku menjulurkan badannya lalu kemudian berlari lagi sambil terkekeh. Uuuhh Ya Allah mau gigit rasanya. Mengingat banyak pekerjaan lain yang mengantri dan saya harus membereskan ulang ruangan kamar hasil ubek ubeknya๐
๐. Kadang pula metode itu berhasil. Dan kalau sudah eror saya terkadang menakut-nakutinya agar besegera memakai pakaian.
"Itu ada laba-laba nanti bisa masuk ke lubang pantat lho kalau kita nga pakai celana!"
Diikutin, iya. Tapi saya sadar kalau cara saya itu tidak baik. Mengancam!! Ya saya seperti mengancam meskipun dengan cara halus.
Sampai suatu hari saya tersadarkan sendiri dengan ulahnya. Dan saya akhirnya menemukan celah untuk masuk ke "game" yang dibuatnya.
Karna saya perhatikan si Izz senang dengan berbau karcis dll. Maka sayapun membuat tiket untuk berpakaian. Ketika dia selesai berpakaian dengan rapi dia bisa dapat tiket bermain. Kalau dia belum memakai pakaian itu artinya dia belum bisa diberi tiket. Biar lebih mantap..tiketnya di buat ala2. Tempelin stiker emotion biar si anak shaleh besegera mendapatkan si tiket.
Alhamdulillah berhasil. Nga ada urusan kejar kejaran stelah ada aturan tiket ini. Berkat keberhasilan ini saya berniat membuatkan beberapa macam tiket untuk tindakan dan aktivitas yang lain. Misalnya gosok gigi, membereskan mainan dll.
Doa saya untuk diri sendiri adalah sebuah keistiqomahan untuk kegiatan membersamai anak saya dalam bermain dan belajar. Dan wangsit kreatifitas selalu tercurah untuk saya sebagai bu ibu pemula. Aamiin...mari berkreasi bunda shalehah๐๐
Uty_banjarbaru
#kelasbundasayang
#InstitutIbuProfesional
#ThinkCreative
Sabtu, 04 November 2017
si tracking sederhana ala izz dan ummi
Semalam si abi buatin tracking sederhana dari kertas HVS warna warni buat si Izz. Responnya sueneng banget. Meskipun awalnya si Izz ogah membantu. Di ajak pegang kertas biar si abi yang mwnggunting, nda mau. Diajak ngelem, nga mau. Diajak nulis marka jalan, nga mau juga. Abi saja katanya๐๐๐. Maka jadah si abi yang 90% ambil andil dlm pembuatan tracking sederhana ini.
Tapi begitu selesai proses pembuatan. Bisa d tebak siapa yang paling gembira. Yap..do angkutlah semua mainan mobil-mobilannya. Lalu mulai bercerita sendiri ala ala dia. Sampai akhirnya ngantuk dan tepar tanpa membereskan mainannya.
Esoknya si ummi tergopoh-gopoh membereskan si tracking kertas dan membawamya ke depan supaya amang sampah segera mengangut pagi-pagi.
Yap pagi..pagi dah datang. Dan si anak shaleh pun kembali on fire. Setelah makan sedikit saya mandikan. Kasi hair lotion dan dudukkan di kursi
"Hari ini izz mau main apa?"tanyaku smangat pagi
"Mau main jalung palkilan (jalur parkiran) boleh?"
"Oh boleh"jawabku mantap
"Mana..mana mii yang tadi malam..jalungnya mana"
Upsss ternyata yang dimaksud itu si tracking kertas toh. Bgitu saya kasi tau sudah ummi buang meledaklah tangisnya.
"Kita buat lagi mau?"sayapun bernegoisasi. Agak lama si bocah meneliti wajah saya lalu mengangguk.
Alhamdulillah...
Bonus bagi saya adalah. Kalau semalam abinya yang kebanyakan ambil andil dalam pembuatannya. Kali ini si izz malah merengek di ajarin menggunting padahal emaknya belum prepare gunting yg available buat usianya. Sampai buat marka jalanpun dia lakukan hihi. Selamat belajar dan bermain nak.
#day1
#level9
#tantangan10hari
#KuliahbunsayIIP
#thinkcreative
Tapi begitu selesai proses pembuatan. Bisa d tebak siapa yang paling gembira. Yap..do angkutlah semua mainan mobil-mobilannya. Lalu mulai bercerita sendiri ala ala dia. Sampai akhirnya ngantuk dan tepar tanpa membereskan mainannya.
Esoknya si ummi tergopoh-gopoh membereskan si tracking kertas dan membawamya ke depan supaya amang sampah segera mengangut pagi-pagi.
Yap pagi..pagi dah datang. Dan si anak shaleh pun kembali on fire. Setelah makan sedikit saya mandikan. Kasi hair lotion dan dudukkan di kursi
"Hari ini izz mau main apa?"tanyaku smangat pagi
"Mau main jalung palkilan (jalur parkiran) boleh?"
"Oh boleh"jawabku mantap
"Mana..mana mii yang tadi malam..jalungnya mana"
Upsss ternyata yang dimaksud itu si tracking kertas toh. Bgitu saya kasi tau sudah ummi buang meledaklah tangisnya.
"Kita buat lagi mau?"sayapun bernegoisasi. Agak lama si bocah meneliti wajah saya lalu mengangguk.
Alhamdulillah...
Bonus bagi saya adalah. Kalau semalam abinya yang kebanyakan ambil andil dalam pembuatannya. Kali ini si izz malah merengek di ajarin menggunting padahal emaknya belum prepare gunting yg available buat usianya. Sampai buat marka jalanpun dia lakukan hihi. Selamat belajar dan bermain nak.
#day1
#level9
#tantangan10hari
#KuliahbunsayIIP
#thinkcreative
Sabtu, 07 Oktober 2017
aliran rasa level 8
Finansial menurut saya adalah termasuk hal yang susah di ajarkan ke anak-anak. Karena anak-anak adalah peniru ulung sementara disekitarnya tak luput dari zona konsumtif termasuk emak alias umminya. Berujung pada mengajarkan konsep finansial memang butuh keistiqomahan yang kuat dan start yang aduha.
Level kali ini mengingatkan saya untk memulia start belajar finansial sejak dini. Sekalipun usia anak saya baru 2.5 tahun ternyata sounding lebih awal itu memang di butuhkan. Apalagi untuk sebaya Izz yang masih bisa mengatur sendiri atau sekedar memilih mana kebutuhan mana keinginan.
Saya belajar untuk membelikan sesuatu baru kemudian memberikan ke Izz. Bukan kebiasaan membawanya berkeliling pasar atau mall lalu menanyakan yang mana kamu suka nak?. Atau bertanya nanti ummi belikan yang ini yang itu. Karena sesungguhnya itu mengajarkan hal konsumtif untuk anak. Toh anak seusia izz pun belum punya selera untuk memilih. Yang namanya mainan ayok di embat..yang namanya makanan manis pasti dipilih..yang namanya barang unik pasti diingini. Saya belajar bahwa mengabulkan dan menawarkan sesuatu yang baru ke anak itu bukanlah sebuab wujud kasih sayang. Tapi memberikan surprise lalh mengedukasinya lebih baik ketimbang kalimat "ayo kita ke pasar nanti ummi belikan bla..bla..."
#level8
#aliranrasa
#kuliahbunsayIIP
#cerdasfinansial
Level kali ini mengingatkan saya untk memulia start belajar finansial sejak dini. Sekalipun usia anak saya baru 2.5 tahun ternyata sounding lebih awal itu memang di butuhkan. Apalagi untuk sebaya Izz yang masih bisa mengatur sendiri atau sekedar memilih mana kebutuhan mana keinginan.
Saya belajar untuk membelikan sesuatu baru kemudian memberikan ke Izz. Bukan kebiasaan membawanya berkeliling pasar atau mall lalu menanyakan yang mana kamu suka nak?. Atau bertanya nanti ummi belikan yang ini yang itu. Karena sesungguhnya itu mengajarkan hal konsumtif untuk anak. Toh anak seusia izz pun belum punya selera untuk memilih. Yang namanya mainan ayok di embat..yang namanya makanan manis pasti dipilih..yang namanya barang unik pasti diingini. Saya belajar bahwa mengabulkan dan menawarkan sesuatu yang baru ke anak itu bukanlah sebuab wujud kasih sayang. Tapi memberikan surprise lalh mengedukasinya lebih baik ketimbang kalimat "ayo kita ke pasar nanti ummi belikan bla..bla..."
#level8
#aliranrasa
#kuliahbunsayIIP
#cerdasfinansial
Langganan:
Postingan (Atom)



