Senin, 06 November 2017

Ketika emak-emak mulai sakit

Adventure lokal kemarin dari mall sampai ke kebun raya banua bikin gempor pagi-pagi. Badan rasanya kepisah sama engselnya. Ngilu sana sini. Kupikir Izz akan telat bangun karna kemarin capeknya berlipat. Udah nga tidur siang ditambah lagi jalan kaki kesana kemari. Ternyata tidak. Si Izz bangun jam setengah 6 huhuhu. Abinya pun berangkat pagi sekali. Maka jadilah saya dengan segala keterempongan. Tadinya kupikir bisa mengerjakan yang lain toh si Izz bakal telat bangun. Atau setidaknya ngoles minyak nyong nyong di sendi-sendi biar fresh. Eeh ini bangun-bangun langsung minta dibukain jendela kamar. Kepengen main di luar. Nasib ya nasib.

Beruntungnya saya sudah prepare masak tadi malam. Buat sarapan dan makan siang aman. Tapi piring kotor, lantai dan embel2nya masih berlapis-lapis debu. Dan dengan kondisi belum mandi sayapun wara wiri dengan si bocah.

Cukup sebentar saja outdornya kali ini nak. Ummi rasanya mau bebaring. Sementara otak mudek mau buat mainan kreatifitas apa ya??saya belum nyiapin alat dan bahannya biar dia anteng.
"Ingg mau baca buku dululah"
Akhirnya dia memilih sendiri aktivitasnya.
"Mii kemarin ing ketemu ulang (ular) kecil..di kebun laya (raya). Ing mau baca buku yang ada ularnya boleh?"
Hihihi kemarin dia sempat ketemu kaki seribu. Pikirnya setelah bertemu dengan burung dan ikan di kebun raya banua. Si ular pun dipelihara di sana. Karena persepsi itu jadinya setelah bertemu dengan kaki seribu dia berjalan pelan dan penuh hati-hati

Alhamduah bisa anteng dengan bukunya. Saya tinggal bertanya-tanya seputar kegiatannya kemarin. Pokoknya sedapat mungkin pertanyaan saya harus dikaitkan dengan isi buku dan perjalanannya di kebun raya kemarin. Biar fokus lebih lama.

Setelah selesai baca buku. Saya pun membiarkan dia mandi berendam di ember besar sambil saya intip-intip dengan selingan beberes. Setelah itu kami berdua sarapan dan kembi masuk kamar belajar menggunting.

Yaaahh terkadang kreatifitas ibu muncul terlalu minim ketika kesehatannya terganggu. Beruntung saya tertolong dengan buku dan cerita di dalamnya

#day3
#level9
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Minggu, 05 November 2017

Nyok keluar kandang...๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Hari ini nga ada kreatifitas di rumah. Ahad ceria..alhamdulillah bisa hang out bareng si abi dan anak shaleh. Dadakan sih..tiba-tiba habis shalat dzuhur berjamaah si abi ngajakin keluar. Gegara si anak sholeh nga mau bobok siang padahal bangunnya hari ini subuh dan malamnya sempat begadang. Heran!!
"Yuk ke mall"
Hmmm tumben pikirku wkwkwk
"Kita quality timelah..biar boboknya Izz juga mantel nanti malam" kata si abi
#eaaaa

Maka jadilah kami ke mall. Ke timezone buat nemenin Izz. Yang penting megang megang tombol mainan..liat lampu kerlap kerlip aja sudah cukup buat anak yang nga ngerti game seumuran Izz hihihi. Nyobain foto instan tetiba berasa seru sekali. Trakhir lakuin itu pas jaman kuliah..tahun berapa lupa sayyah.

Sejam di arena bermain. Berangkat isi perut tengah dulu. Alamaaak..antriannya bikin kaki pegel. Habis makan si Izz merengek minta main lego lagi. Yap diikutin aja lagi. Namanya juga liburan kecil hehehe. Trus lanjut shalat ashar baru deh kemudian balik.

"Ke gubernuran yuk?"
"Heh?"
Hahaha tumben banget nig abi. Padahal alasannya berangkat tengah hari tadi katanya biar bisa menikmati sore di rumah
"Katanya mau sorean di rumah?"
"Kan quality time"
Wess lah...saya mah seneng aja diajak muter. Bu ibu yang seharian di rumah salah satu cara menjaga kewarasannya adalah diajak plesiran begini. Meskipun cita rasa lokal

Nagh tujuan kami kali ini adalah kebun raya banua yang memang letak lokasinya berada di kawasan perkantoran pemerintahan daerah dan gubernuran.

Kebun raya ini terbilang baru dan masih dalam tahap dirintis. Kabar gembira bagi kami karena ternyata pintu labirinnya kebuka. Jadi bisa naik ke menara buat liat labirin ke bawah. Izz sangat exited. Dalam perjalanan yang tadinya udah nyenyak langsung "on" disini. Berlari ke puncak dan minta di foto hihihi. Alhamdulillah dia nga takut ketinggian. Trus ngasih makanan ikan di kolam, berlarian ke sana kemarin di hamparan rumput kebun raya. Saya jadi ngos-ngosan mengekor di belakang.

Sampai di rumah menjelang magrib. Mandi shalat masuk kamar. Pegeeel sangat. Untuk kategori ibu hamil ini nikmat nikmat seeerr. Berasa olahraga seharian

#day2
#level9
#tantangan10hari
#bunsayIIP
#thinkcreative



Kreatif buat seorang ibu..adalah keharusan๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

Saya kira menjadi seorang ibu itu semata mengandung, melahirkan, menyusui dan menonton anaknya bertambah usia. Toh pikir saya merekapun tetap akan bertumbuh. Twrnyata sungguh sulit mengisi dan membersamai si kecil. Butuh kesabaran, termasuk kreatifitas biar si kecil nga mati gaya dan tetap anteng bin walafiat.

Hal ini saya rasakan ketika usia anak saya mulai masuk ke ranah yang butuh feed back dan saya sendiri untuk terjun langsung membersamainya. Kreatifitas nampaknya sebuah harga mutlak untuk bu ibu. Dan sebagian besar hal itu dibutuhkan di waktu yang genting. Bukan seperti makalah, karya tulis ilmiah dan sederajatnya yang memerlukan pendahuluan untuk sampai ke tinjauan pustaka. Tapi menjadi seorang bu ibu harus bisa mutar otak di saat itu juga ketika si anak butuh bermain dan suasana nyaman. Kreatifitas jadi sundulan terdepan dan mau nga mau kita harus belajar.

Saya jadi teringat. Salah satu pekerjaan yang berasa sulit saat ini adalah memakaikan baju si Izz . Setiap selesai mandi...bocah ini akan berlari berkeliling rumah, naik ke kasur dan mengacak-acak sprei, bantal yang sudah saya rapikan plus terikan yang memekik.

Awalnya saya ikut nyemplung di aksi lari-larian dia. Itung-itung olahraga pagi. Tapi kehamilan kedua saya ini berasa lebih cepat capek, berasa lebih awal encok ketimbang mengandung Izz dulu. Akhirnya saya memutuskan diam dan menanti sambil membujuk. Kadang dia datang menggodaku menjulurkan badannya lalu kemudian berlari lagi sambil terkekeh. Uuuhh Ya Allah mau gigit rasanya. Mengingat banyak pekerjaan lain yang mengantri dan saya harus membereskan ulang ruangan kamar hasil ubek ubeknya๐Ÿ˜”
๐Ÿ˜–. Kadang pula metode itu berhasil. Dan kalau sudah eror saya terkadang menakut-nakutinya agar besegera memakai pakaian.
"Itu ada laba-laba nanti bisa masuk ke lubang pantat lho kalau kita nga pakai celana!"
Diikutin, iya. Tapi saya sadar kalau cara saya itu tidak baik. Mengancam!! Ya saya seperti mengancam meskipun dengan cara halus.

Sampai suatu hari saya tersadarkan sendiri dengan ulahnya. Dan saya akhirnya menemukan celah untuk masuk ke "game" yang dibuatnya.

Karna saya perhatikan si Izz senang dengan berbau karcis dll. Maka sayapun membuat tiket untuk berpakaian. Ketika dia selesai berpakaian dengan rapi dia bisa dapat tiket bermain. Kalau dia belum memakai pakaian itu artinya dia belum bisa diberi tiket. Biar lebih mantap..tiketnya di buat ala2. Tempelin stiker emotion biar si anak shaleh besegera mendapatkan si tiket.

Alhamdulillah berhasil. Nga ada urusan kejar kejaran stelah ada aturan tiket ini. Berkat keberhasilan ini saya berniat membuatkan beberapa macam tiket untuk tindakan dan aktivitas yang lain. Misalnya gosok gigi, membereskan mainan dll.

Doa saya untuk diri sendiri adalah sebuah keistiqomahan untuk kegiatan membersamai anak saya dalam bermain dan belajar. Dan wangsit kreatifitas selalu tercurah untuk saya sebagai bu ibu pemula. Aamiin...mari berkreasi bunda shalehah๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

Uty_banjarbaru

#kelasbundasayang
#InstitutIbuProfesional
#ThinkCreative

Sabtu, 04 November 2017

si tracking sederhana ala izz dan ummi

Semalam si abi buatin tracking sederhana dari kertas HVS warna warni buat si Izz. Responnya sueneng banget. Meskipun awalnya si Izz ogah membantu. Di ajak pegang kertas biar si abi yang mwnggunting, nda mau. Diajak ngelem, nga mau. Diajak nulis marka jalan, nga mau juga. Abi saja katanya๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†. Maka jadah si abi yang 90% ambil andil dlm pembuatan tracking sederhana ini.

Tapi begitu selesai proses pembuatan. Bisa d tebak siapa yang paling gembira. Yap..do angkutlah semua mainan mobil-mobilannya. Lalu mulai bercerita sendiri ala ala dia. Sampai akhirnya ngantuk dan tepar tanpa membereskan mainannya.

Esoknya si ummi tergopoh-gopoh membereskan si tracking kertas dan membawamya ke depan supaya amang sampah segera mengangut pagi-pagi.

Yap pagi..pagi dah datang. Dan si anak shaleh pun kembali on fire. Setelah makan sedikit saya mandikan. Kasi hair lotion dan dudukkan di kursi
"Hari ini izz mau main apa?"tanyaku smangat pagi
"Mau main jalung palkilan (jalur parkiran) boleh?"
"Oh boleh"jawabku mantap
"Mana..mana mii yang tadi malam..jalungnya mana"
Upsss ternyata yang dimaksud itu si tracking kertas toh. Bgitu saya kasi tau sudah ummi buang meledaklah tangisnya.

"Kita buat lagi mau?"sayapun bernegoisasi. Agak lama si bocah meneliti wajah saya lalu mengangguk.
Alhamdulillah...

Bonus bagi saya adalah. Kalau semalam abinya yang kebanyakan ambil andil dalam pembuatannya. Kali ini si izz malah merengek di ajarin menggunting padahal emaknya belum prepare gunting yg available buat usianya. Sampai buat marka jalanpun dia lakukan hihi. Selamat belajar dan bermain nak.




#day1
#level9
#tantangan10hari
#KuliahbunsayIIP
#thinkcreative