Selasa, 27 Oktober 2020

Hexa blog

Astuty Amir (IP Kalimantan Selatan) 

Pekan ini kali kedua kami rapat virtual via room. Alhamdulillah lebih banyak yang hadir ketimbang pekan lalu. Agenda rapat kali ini membahas boots, delays dan risk. Boots itu adalah karakter diri yamg ingin dikembangkan, delays adalah kriteria apa yang memungkin untuk menghambat dan memperlambat proses project yang telah disepakati, sementara risk adalah kriteria apa yang mampu menghentikan project Setiap individu jelas telah dikarunia beberapa karakter diri yang positif. Kesempatan ini, saya mencoba memilih karakter diri saya yakni learner untuk di asah. Karena saya merasa sangat kurang di dunia kepenulisan yang berkaitan dengan project kami. Maka saya mencoba mengasah rana pembelajar saya.

Nantinya saya menginginkan mengumpulkan point penting apa yang menunjang passion saya yang memungkinkan untuk saya pelajari satu persatu. Apakah itu dengan bertanya, sharing dengan sesama anggota Co Housing 4, teman-teman IP atau bahkan di luar IP yang memiliki ilmu dan pengetahuan mumpuni di bidang tersebut. Saya mencoba mengikuti pelatihan-pelatihan via online tentang kepenulisan, dan juga mungkin berusaha mengikuti kelas online kepenulisa Harapan saya, karakter diri say aini bisa berkembang dan menunjang passion saya. 

Terlepas dari itu, saya memiliki delays yakni unconcicten. Dengan begitu banyaknya list yang ingin saya pelajari, kemungkinan akan berpengaruh kepada konsisten saya. Dan berujung pada ketidak mampuan memanajemen waktu yang bisa berakibat fatal terhadap project. Saya berusaha mengesampingkan dan melebur point delays dan risk saya dan focus kepada karakter boost saya yaitu learner. Semoga project berjalan lancer yakkk Untuk Co Housing kami sendiri. 

Kami menargetkan goals yakni 
1. Sebagai wadah bagi hexagonia CH-4 kepenulisan untuk belajar konsisten menulis 
2. Sebagai tempat belajar mengembangkan/meningkatkan kualitas tulisan
3. Menjadi blog kolaborasi yang bisa mewadahi proses belajar warga hexagon city 
4. Menjadi blog/website wadah bertumbuh kembangnya project hexagonia secara umum 
5. Sebagai playground bagi Hexagonia CH-4 untuk bermain, bertumbuh, berkembang, berkarya dengan blog/ google site Berikut karakter yang ingin kami kembangkan



Selasa, 20 Oktober 2020

Passion to nation

Astuty Amir(IP Kalimantan Selatan) Dan lalu...di jam cinderalla saya menulis epilognya. Ini akibat kebiasaan menunda pekerjaan. Canvasnya dah jadi sejak kemarin, lalu pagi tadi kami baru menyepakati untuk project passion dalam grup CO Housing. Kami memilih akan membuat dan menggarap kroyokan blog. Diberi nama HexaBlog Collaboration. Karena penghuni CH saya dengan latar belakang berbeda di dunia kepenulisan, ada yang menulis sejarah, fiksi, cerita anak dll. Nantinya project ini akan diisi setiap pekan dengan tema yang berbeda-beda. Tetapi, projet passion CH kami ini ternyata butuh follow up lebih lanjut dari pusat. Karena ternyata hexagon city telah menyiapkan media untuk publikasi harta karun karya para warga hexa. Diharapkan media itu merupakan satu pintu untuk sarana publikasi. Tapi oleh mb Rini, akan ditindaklanjuti, apakah tetap lanjut dengan nama yang sama. Co housing kami pun berasal dari beberapa wilayah dengan pembagian waktu berbeda. Untuk bertemu berdiskusi via virtual, masih agak sulit. Sempat bertemu di grup WAG via video call dah senneng banget. Diantara semuanya teman co housing, saya yang punya pengalaman paling minim. Mengulik latar belakang berbeda tiap individu yang ada di CH kami, rasanya nano nano, benar-benar berbeda. Ada yang ternyata sudah mengedit buku dan layoutnya, ada yang sudah punya buku di penerbit mayor. MasyaAllah, smoga semangat saya kian terpupuk dan bisa mencuri ilmu dari mereka-mereka

Selasa, 06 Oktober 2020

Walikota Hexagonia City

Astuty Amir IP Kalimantan Selatan Hexagonal city pekan kedua, didominasi euphoria pemilihan walikota. Serasa berada di pembentukan sebuah kota. Ada 6 kandidat untuk pemilihan walikota kali ini. Jelas saya tertarik sekali untuk ikut pemilihan kali ini. Dan menjadi sebuah pembelajaran untuk saya, adalah tentang manajemen waktu. Sayangnya saya teledor dalam hal ini, sehingga tidak bisa ikut merasakan euphoria pemilihan walikota. Sedikit bercerita tentang kesedihan saya tidak bisa mengikuti pemilu di hexagonia city adalah pekan ini pekan pembukaan bimbingan belajar di rumah kami. Program ini adalah inisiasi saya dari mentorship bunda cekatan. Belajar dari mb Endah yang berhasil membuka bimbel dari rumah, sayapun berusaha mewujudkannya setelah menjadi mentorship dengan beliau. Setelah itu saya coba menarik benang merah untuk memperdalam ilmu dalam dunia bimbingan ini saya berusaha masuk ke kelas menulis. Project saya adalah membuat buku anak, lalu membuat modul pembelajaran sendiri untuk bimbingan belajar yang saya kelola. Hari H pada saat pelaksanaan pemilu dibuka, qadarullah HP saya rusak dan harus diservice. berusaha membuka grup WA dari laptop, tapi entah kenapa laptop meminta scan code dari hp. Berusaha nebeng di hp suami demi ikut andil pemilihan di Pemilu kali ini, tapi tak bisa masuk ke akun google. Selasa 6 oktober, tetap mencoba masuk tapi tidak bisa. Kemampuan IT saya pun level bawah, alhasil kesempatan pemilihan terlewatkan. Sebenarnya pemilihan umum kali ini saya ingin memilih mba Nani. Meskipun bukan dari co housing kepenulisan, tapi saya merasa klop dengan visi misi, pribadi dan sepak terjangnya. Tapi siapapun kandidat calon walikota yang terpilih nantinya. Saya harap dapat mengemban tugasnya dengan baik. Dan warga hexagonia bisa menyelesaikan tugas, segala kepentingan bisa berjalan dengan berdampingan, keluarga hexagonia merasa nyaman dan menjadi bunda produktif dengan berbahagia #BundaPoduktif #InstitutIbuProfesional

Selasa, 29 September 2020

Rumah Hexa

Astuti Amir
 IP Kalimantan Selatan 

Memasuki gerbang bunda produktif, rasanya nano-nano. Sempat berbinar dengan pilihan yang disajikan, saya tanpa pikir panjang memilih beberapa. Pendidikan, menulis, ibu dan anak serta bisnis. Keempat variable yang ingin saya tekuni, tapi sayangnya rules di bunda cekatan tidak membolehkan untuk memilih lebih dari satu. Wess bismillah saya memilih menulis. Menulis bagi saya dulunya adalah sebuah hobby lalu menjelma menjadi sebuah passion. Tumbuh ketika saya masih berstatus siswa dan mengenyam pendidikan. Dulu suka skali blog walking berjam-jam bahkan hingga jam Cinderella. Meski tugas menumpuk, tapi ketika jemari menari di atas tuts rasanya seperti doping yang meredam, kesuntukan, emosi negative dan kawan-kawannya. 

Lewat menulis saya menemukan sahabat yang benar-benar sahabat. Menuangkan dan memberitahu segala tanpa takut akan diceritakan ke orang lain. Akan tetapi setelah berkeluarga candu itu seperti pergi meninggalkan saya, atau lebih tepatnya saya yang tidak memedulikan dia lagi, atau waktu dan kondisi yang membuat kami berjarak. Tapi ketika dipertemukan dengan buku, tulisan. Sepertinya makhluk akrab itu seperti berdesir memanggil-manggil. Akhirnya saya ingin mencoba memulainya di bunda produktif

Hipotesa saya adalah, akan tidak gampang saya melewatinya. Karena saya akan melompati beberapa hal yang berada dalam ‘caplock´tantangan lain. Semisal dengan memilih menulis, berarti saya harus memperketat ranah keterampilan manajemen waktu, mungkin saya akan menerapkan waktu memasak cukup sekian menit saja dan beberapa kegiatan lain yang harus serba di atur agar bisa menyisipkan waktu untuk passion saya ini. Melewati perkenalan pertama dengan konsep hexagonal city, lagi-lagi membuat saya berdecak kagum dengan bu Septi beserta tim yang telah merangcang semuanya sedemikian rupa. Awalnya saya berharap game memilih passion ini, seperti jejak langkah di bunda cekatan kemarin yang akan mengharuskan kami menelaah kembali kegiatan yang sudah dipilih apakah sesuai dengan mind map. Tapi ternyata di bunda produktif ini kami diharuskan untuk memilih satu saja. Kegamangan saya kembali timbul, sempat ingin maju mundur. Apalagi di jam genting pemutusannya ini, tetiba saya ingin memiliki sebuah ‘rumah belajar’ di rumah. Di mentorship bunda cekatan saya memang memilih untuk membangun sebuah les privat dari rumah, keinginan itu muncul untuk diteruskan tapi tidak sinkron oleh tangan ini memilih bisnis. Wes saya anggap sebagai tantangan lain, berarti selain mengetatkan lagi manajemen waktu, saya pun meluangkan waktu untuk dengan keputusan tetap menjalankan semuanya sambil membeli-beli semangat, kerja keras berliter-liter dan berharap bisa jadi stok amunisi menyelesaikan sebuahnya hingga garis finish. 

Yuk mare berbenah dan mulai membangun rumah hexagon. Rumah hexagon adalah rumah impian yang dibangun untuk kebutuhan pribadi, jadi dalam rumah lebah saya kali ini saya akan membuat sebuah kamar pribadi saja, tidak ada kamar yang diperuntukkan untuk anak dan keluarga. Karena ranah yang saya coba untuk bunda produktif kali ini adalah bidang kepenulisan, maka hal wajib yang saya siapkan adalah ruang kerja untuk menulis yang menghadap ke taman hexagon bersambungan dengan kamar tidur saya. Ketika memasuki area bangunan rumah, tamu akan disambut dengan ruang tamu yang memiliki akses langsung ke taman hexa tengah. Sebelah kanan adalah perpustakaan mini yang ukurannya memang cenderung lebih besar untuk ukuran perpustakaan rumah, bangunan perpustakaan berdampingan dengan mushola. Sementara di sebelah kiri ada bioskop mini. Bergeser kearah kiri setelah bioskop mini kita akan bertemu dengan ruangan yang difungsikan sebagai ruang makan dan dapur. Di rumah saya, icon terbesarnya adalah taman hexa ini, disini adalah area multifungsi, ketika bosan makan di ruangan makan, boleh makan di tanam, menerima tamu pun boleh langsung ketaman, baca buku, nulis di laptop juga bisa di taman. Kisah rumah lebah ini menggambarkan sebagian mimpi saya membangun rumah sendiri, rumah berdinding bentuk hexagonal mengelilingi sebuah taman. Kesemua ruangan ini konsepnya memiliki balkon dengan jendela kamar yang lebar nan melegakan menghadap ke taman. 

 Motivasi saya memilih ranah menulis ini adalah karena ini salah satu me time. Dengan kondisi pandemic, dan bekerja di ranah domestic, saya butuh untuk me time yang beda sesuai dengan passion saya. Ketika saya berhasil melakukannya secara kontinu, selanjutnya mencoba untuk menjadikan passion ini menjadi lahan produktif saya
#HexagonCity #Hexagonia #KuliahBundaPtoduktif #InstitutIbuProfesional