Jumat, 29 Maret 2013

Bantimurung vs Samalona^^


Kebetulan seorang teman blog dari Jakarta, bertandang ke Makassar, Mbak Rika namanya. Mbak Rika bela-belain pengen ngintip Makassar setelah mengetahui kawasan daerah Sinjai yang menurut mbaknya elok nan cantik. Maka jadilah kami para blog of friendship Makassar jadi tour guide untuk mbak Rika. Hari pertama, kita berencana mengunjungi kawasan wisata Bantimurung. Hari kedua kita nyusun rencana main ke wilayah Makassar. Pantai losari, Pulau Samalona, Benteng Rotterdam plus hunting ole2 dan wisata kuliner khas Makassar.

Hari -1
Bantimurung adalah salah satu tempat wisata yang terkenal di Sulawesi Selatan. Terletak di Kabupaten Maros, yaitu kabupaten yang langsung berbatasan dengan wilayah kota Makassar. Tidak sampe sejam jika ingin mengunjungi kawasan ini dari kota Makassar.  Taman Nasional ini dikenalan dengan keunikannya. Ketika anda mengunjungi bantimurung, anda bisa langsung menikmati wisata batu karst, goa-goa dengan stalaknik dan stalakmit yang agak kejam, air terjun dan paling terkenal adalah penangkaran kupu-kupu^_^. Tidak salah jika Alfred Russel Wallace member julukan sebagai The Kingdom of Butterfly (kerajaan kupu-kupu) 

gerbang museum kupu2^^

the Ladies^^

Kalo cuaca cerah, kupu2nya sering nangkring disini

Penjual kupu2 ini..

Menuju goa....wuihhhhhh

stalaktit n stalaknit, si kembar yang agak 'menyeramkan'

kalau musim penghujan, nda ada yang berani turun ding!!

ngisi perut @pantai tak berombak ala Maros

halaman bantimurung, tempat jualan ole2

Ayo Bel, topinya diipilih^_^

Pantai TAk Berombak

 Makasih Rabb dah menciptakan Bantimurung, makasih bloofers untuk jalan-jalannya. setidaknya ngasih jedah gembira untuk rutinitas^_^

Hari ke-2:
 Samalona adalah salah satu deretan pulau kecil di wilayah Makassar, sebuah kawasan wisata bahari. Untuk mencapai daerah ini, kita cukup menyebrang di pelabuhan Rotterdam atau dermaga kayu bangkoang, dengan jarak tempuh setengah jam. Samalona menyediakan rumah sewa untuk menginap, jadi untuk pengunjung yang berniat bermalam, sangat boleh menyewa rumah disana.
Pengen kenalan dengan Samalonanya Makassar, nyokkk kita melancong^^

Perahuku laju perahukuu, bismillah...

AAAArrggg kita hampir sampai^^

HITAM_MERAH

Kak pipi seneng banget diajak ke pulau #eh??

Rumah sewa #Rp 150.000
Nagh....kami datang!!!

Nyebur..sayang ombaknya tinggi

Aku paling suka spot ini...#iriiii

Belajar renang bareng Ami

Pose dulu habis nyebur

CIAMIIIKKKKK^_^

Pemilik pulau Samalona

Siap2 makan siang...

Hahaiiii dah tambah eksotis kulitnyaaa

Insiden jatuhnya kak Pi2

Perjalanan pulang...#bang Ary menghalangi view ckckck

Sampai ketemu di lain waktu hai Samalona
 Bumi pertiwi kita ini sesungguhnya sangat indah. Kenali dan berbanggalah menjadi orang yang terlahir di tanahnya. Kata orang untuk mengenal dirimu dan orang lain, maka berjalanlah. Jejaki sejengkal demi sejengkal tanah semampumu, maka kamu akan bertemu dengan ragam orang dan ragam ciptaan Tuhan yang Maha Indah. Makasih Rabb....
 

Senin, 25 Februari 2013

Bertandang ke Sinjai^^

 Akhirnya bisa icip pemandangan kota Sinjai. Sinjai adalah salah satu daerah unik di kawasan Sulawesi Selatan. Kenapa unik? karena wilayah ini merupakan kawasan yang memadukan daerah laut dan pengunungan dalam satu daerah. Jadi, yang berdarah Sinjai patut bangga dengan kondisi kontur alamnya. Mau makan ikan, ada. Mau makan hasil bumi macam sayur mayur dan buah-buahan, juga ada. komplit. Dengan  menempuh perjalanan sekitar 5 jam, kita bisa menapaki jejak di kota ini.

Aku suka kota ini, karena laut dan gunungnya. memang benar kata sahabatku...daerahnya unik. Yaaaa...sekrang dia bisa berbangga diri ketika aku menulis tulisan ini. Perjalanan kami berawal dari rencana dadakan karena Ratih yang pengen pindah tugas ke pulau Kalimantan. Akhirnya kami memutuskan untuk mengintip tanah kelahirannya sebelum dianya ke Borneo. Serba dadakan tapi tak mengurangi rasa riang kami bertandang ke daerah ini. 

Sebelumnya ada yang terpaksa ngebatalin rencana ke Sinjai, akhirnya jadilah aku dan trio perjaka ini yang bisa berangkat. Siapa dia??nyok taarufan^^
Ki-ka:Uty, Adi, Emi, Uccank
Si tuan Rumah, Ratih
Welcome to Burung Lohe Island
Pulau harapan adalah, masih salah satu dari gugusan pulau sembilan. Keunikan pulau ini adalah karena wilayah pemukiman yang berdempetan dan terletak di daerah yang relatih tinggi. Sekilas mirip, daerah pemukiman di film-film yang ngambil setting di Meksiko. Bedanya adalah, masyarakat Pulau harapan belum nyadar dengan keelokan tempat tinggal mereka, jadinya masih ogah menjaga kebersihan^^
 Pulau Burung Lohe, adalah salah satu dari gugusan pulau sembilan yang ada di Sinjai Utara. Pulau ini nampak jelas dari arah dermaga dan kota Sinjai karena pulaunya yang mengerecut. Pulau sembilan sendiri adalah wilayah yang terbentuk dalam satu Kecamatan. Kondisi perairan yang jernih dan tergolong bersih. tapi tetep..yang namanya pulau panassssnya minta ampun^^
@dermaga Pulau burung lohe
ACTION!!!!     
Dermaga dari ketinggian pulau harapan^^    
Ikan dari Pulau burung lohe
Adik-adik pulau sembilan



Ada ikan....ada ikaaaannn!!!!
Depan kantor bupati Sinjai

Salah satu tikungan favoritku^^     
Senja di dermaga^^ Jinggaaaaa
Makan..makaaaann
Asiknya Sinjai adalah ada tempat jual beli ikan massalnya, aduh saya lupa apa istilahnya. pokoknya disana kita bisa temuin berbagai macam jenis ikan, mulai kecil sampe gede, mulai yang bintiknya cuma satu sampe yang berbintik bintik banyak kayak belang harimau, #eh????. trus nantinya ikan pilihan kita bisa langsung dibakar n dinikmati, asik kan????^^

Kue khas sinjai, murah lho...#banget

Nunggu perahu ke pulau sebelah^^
Benteng Balangnipa

Jantung kota Sinjai
Museum daerah tellu limpoe

Uccank nemu spot yang ajib,,,asli aku iriiii

Hari ke-2, bertandang ke wisata air terjun
Kak Rahman, gayeeee bener...liat medannya, ngeriii


Ini medan anak TK, waktunya main prosotan^^

Salah satu spot favoritku....maen aerrrrr^^
Foto bareng orang Sinjai^^
Setelah insiden Emi kepleset, akhirnya pic ini diambil..#keren!!!
Kota Sinjai dari bukit Gojeng
 Ada spot yang indah lainnya di kota Sinjai, namanya taman purbakala batu pake Gojeng. Daerah ini adalah bukit dengan puncak yang berbatu dan sebuah kuburan leluhur Sinjai di puncak bukit. Tempat ini ramai dikunjungi warga setempat menjelang sore, karena matahari terbenam pastinya sangat indah dilihat dari ketinggian Gojeng, sayangnya tempat ini tutup tepat jam lima sore. Tapi cukup memuaskan mata ketika melihat selayang pandang, hamparan pemandangan, lautan dan gugusan pulau sembilan dari ketinggian Gojeng. Asli sejuk^_^
Klik...bareng pertapa

Sisi Romantis Gojeng^_^
 Mengelang senja, kami memutuskan ke daerah Sinjai Tengah mengunjungi rumah salah satu sohibku. Eh beruntung kami, stelah menjarah rambutannya..dapet pula traktiran durian^^. Sinjai Tengah memang terkenal dengan penghasil buah-buahan
Makasih lho Dar^_^
Kami balik ke Kota Makassar, menjelang tengah malam. Setengah dua belas malam coy, nyampe rumah jam stengah lima...shalat subuh trus cabut ke kantor. Ngantuk???so pasti. Tapi setidaknya jalan-jalan kali ini keren. Makasih Rabb yang sudah menciptakan Sinjai, Makasih Ratih yang sudah jadi tuan rumah, makasih Kak Rahman yang sudah jadi guide, makasih Badar dah mau trima tamu macam kami. Semuanya..jangan kapok ya...^_^

Bumi Allah itu indah, dan kita bisa berjejak ria pada tiap jengkal ciptannya..
Pertiwi itu nyaman, ketika mata kita berdamai dengan petakannya..
Karena dunia dan isinya terpetakan menurut wahana warna warni yang tak terpetakan di kepala manusia
Sepantasnya kita bersyukur, AllahuAkbar^_^

Kamis, 03 Januari 2013

5 cm


Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa..
Keep our dreams alive, and we will survive..
[5cm]”

Film ini tayang 12 Desember tahun lalu, sudah sebulan sejak cover lima pemuda di jalur pendakian nangkring di berbagai TO di belahan bumi Nusantara. Awalnya aku berencana untuk nonton primerynya bareng ‘sahabat 5cm’. Tapi ternyata rencanaku tidak terjamah, saya harus tugas luar daerah sehari sebelum lounching perdananya. Akhirnya, saya baru bisa menikmati slide film yang bernuansa hijau nan legit kepunyaan mahameru di hari kelima pemutarannya, 17122012.

Film ini termasuk salah sat film karya anak bangsa yang kutunggu-tunggu sejak memasuki tahun 2012. Apalagi di komunitas ‘sahabat 5 cm’ sudah direncanakan sebelumnya bakal nonton bareng, nda kebayang gimana serunya nonton dengan orang-orang yang penuh inspirasi dan setumpuk mimpi. Tapi Cuma bisa gigit cari ketika berhalangan hadir.

Film ini adaptasi dari novel favoritku di tahun 2005 karya om Donny Dhirgantoro, kemudian di visualisasikan dalam karya om Rizal Mantovani. Menceritakan tentang 5 orang sahabat, yang telah lengket kayak prangko sejak 10 tahun lamanya. Ialah Genta, Zafran, Riani, Arial, dan Ian. Berawal dari ide iseng Genta untuk tidak bertemu selama 3 bulan, dengan harapan mereka bisa melakukan sesuatu hal yang beda bukan hanya berkutat diantara lima kepala, dimana weekend dihabiskan berlima,nongkrong berlima, dan masih banyak hal lainnya yang mereka lakukan berlima. Selama 3 bulan itu, mereka menjalaninya dengan tekad untuk lebih baik dan hidup tanpa bergantung satu sama lain. Ian yang notabene satu-satunya dari mereka yang belum menuntaskan kuliahnya akhirnya bisa sidang.

Dan tiga bulan kemudian, genta yang jadi pencetus ide akhirnya mengirimkan sms untuk bertemu di tanggal 14 desember. 30 menit pertama mungkin agak membosankan, tapi ketika mereka berenam (plus adik Arial, yang ditaksir mampus sama si Zafran) memulai perjalanan naik kereta hingga ke jalur pendakian, aku jadi semangat nonton. Apalagi saya nonton bareng mereka yang belum pernah mendaki, jelas nuansanya beda….Untuk mereka yang mencintai alam, dan menyenangi semilir jelas tahu maksudku (begaya^_^)

Tapi namanya juga film adaptasi, tetap novelnya jauh lebih bagus dari filmnya. Film hanya menang di visualisasi saja, apalagi menampilkan Mahameru sebagai fokusnya. Bagi saya, bukan Herjunot Ali si pemeran utama di film ini, tapi Mahameru adalah tokoh utamanya. Karena tokoh utamanya itu, aku rela nonton dua kali (eh karna di traktir sih, makanya nonton lagi^_^).

Scene favoritku, adalah ketika mereka berhasil muncak. Setelah mengalahkan berbagai rintangan, Arial yang sempat hipotermy, Ian yang hampir mati dan terpaksa di beri bantuan pernafasan plus RJP (resusitasi jantung paru) sama si  Genta, Arinda yang sempat kehilangan pendengarannya karena ketiban batu. Ketika si merah putih berkibar di antara puluhan pendaki. Akh, nyessss…air mataku ngalir bung!!! Benar kata mereka, Indonesia ini  indah. Wahai Pertiwi….kamu indah, Tuhan bantu kami menjaganya. Aku merasa, perjalanan film itu membawaku ikut muncak. Dulu keinginanku sederhana sekali, ingin berdiri di tanah dimana aku bisa memandangi awan di bawahku…dan hal semacam itu sungguh luar biasa. Dulu, kukira para anak mapala adalah mereka yang tidak punya kerjaan dan menghabiskan waktu mengukur  jarak di berbagai medan pendakian. Tapi ketika ikut berjalan bersama mereka, aku akhirnya paham dengan sensasinya, paham dengan pesan dari sebuah perjalanan. Teman-teman yang berwajah brewok, berambut gondrong, sesungguhnya sebagian dari mereka punya hati sehalus kapas (ciyeehhhhh), tapi emang ada juga sih yang menggambarkan tampangnya yang sangar, se sangar hatinya. Tapi intinya tidak semua orang gondrong itu mines^^

“Akan selalu ada suatu keadaan, kenangan dan orang-orang tertentu yang pernah singgah dalam hati kita dan meninggalkan jejak langkah di hati kita dan kita pun tidak akan pernah sama lagi seperti kita sebelumnya”

Dan tidak ada salahnya bermimpi disini, seperti catatanku di akhir 2009 untuk bisa muncak di gunung dan akhirnya bisa megang tugu bawakaraeng 2012. Yap..aku bermimpi, suatu ketika aku bisa berkenalan dengan jalur pendakianmu wahai semeru. Karena mata ini terkesima dengan lekuk kepunyaanmu. Semoga Rabb menjamahnya, sampai jumpa di tahun ‘entah’ wahai semeru. Dan tetap jaya perfilman Indonesia…Aku bangga lahir dari tanahmu

Suatu saat aku menemuimu^^

Terlepas dari alur cerita yang beda dari buku, menonjolkan sesuatu yang sebenarnya bukan inti film, macam kasus G-string, atau  isu jalur pendakian Mahameru yang ditutup pada saat syuting berlangsung, ranukumbolo yang kabarnya tercemar saat syuting berlangsung akibat ketidakdisiplinan aktris dan kru film, pembuatan film yang tidak memperhatikan secara detail saat pendakian, misalnya pemeran wanita yang memakai eyeliner saat mendaki, pake celana jeans  de el el. Aku tetap ngasih jempol buat om Rizal, apalagi OSTnya band favoritku, bravo NIDJI. Karna jelas beda ranah rasa antara buku dan film. Walaupun aku mencintai buku dan film, tapi tetap novel om Dhonny yang nomer satu, untuk mereka yang hanya nonton film doank tapi tidak mendahulukan bukunya, aku sarankan, kalian mesti, kudu, wajib, fardu, harus baca bukunya. Biarkan otak dan pikiran kalian berfantasi, biarkan kalian jadi sutradara dan aktor untuk sebuah buku yang emang inspiring banget. Untuk om Donny,  di tunggu karya selanjutnya. Untuk Om Rizal, ayo Om..masih ada buku kedua ntuh^_^. Aku mencintaimu Indonesiaku…

“Sebuah cinta memang harus diungkapkan karena tidak pernah ada cinta yang disembunyikan, kecuali oleh seseorang yang terlalu mencintai dirinya sendiri.”