Minggu, 30 April 2017

Belajar memecahkan telur

Si abi tiba-tiba request tumis telur mata sapi (eh udah betul nga ya namanya😜😜). Dan karna si abinya lagi ngerjain sesuatu hal jadinya Izz di boyong ke dapur buat bantu-bantu umminya. Terakhir dia diajari pecahkan telur, si bocah ogah. Nga bisa...ummi saja terus pernah juga sekali coba tapi telurnya nga pecah-pecah jadi nyerah. Nagh kali ini si ummi coba evaluasi kemampuannya. Apa iya??masih nga bisa??

"Mau bantu pecahkan telurnya nda?"
"Mau"
"Tau kan caranya" si bocah senyum-senyum saja dan mengulurkan tangannya menerima telur dengan penuh suka cita. Saya kemudian menyodorkan wadah plastik dan Izz mengambil sendok, duduk dan mulai memecahkan telur.  Dan yeayy alhamdulillah berhasil. Well done nakπŸ‘πŸ‘
Pengalaman kemarin lho yaa. Sedikit sedikit pake tissu..padahal telurnya belum pecah. Nagh yang ini telur sudah pecah bukannya nyari tissu buat lap eh malah di lap di bajunya sendiri. Tumben...biasanya kotor dikit minta cuci tangan.

Alhamdulillah geli geli sedepnya menghadapi telur udah hilang. Ntar di evaluasi di pertemuan selanjutnya ya. Menurut pengamatan saya...kali ini bisa berhasil karena setelah kejadian gagal kemarin. Saya kerap sounding cara membuka telur ketika si bocah turun ke dapur, tetap sounding step by stepnya. Plus langsung dipraktekkan. Audio dan visualnya jalan. Entah lebih berat kemana dia nangkapnya sampai bisa berhasil begitu.

Audio..visual..kinestetik atau apakah cara belajar dirimu anakku??meski belum kuat..kecenderungannya mulai kebaca. Semoga fitrah membersamaimu ngepas ya dengan metodenya biar makin jleb bin mantap hasilnya di pembentukan karaktermu kelak. Aamin

#day6
#level4
#gayabelajaranak
#Kuliahbunsayiip


Sabtu, 29 April 2017

Berekspresi (lagi) bareng si Abi

Long weekend...waktunya eksekusi hajat si abu Izz buat bangku rak. Cuaca hari ini sedang tidak konsisten. Kadang panas kadang hujan. Akibatnya project ini nda bisa selesai tepat waktu. Tapi tak apalah...lanjut lain waktu ketika agenda si Abi lagi longgar. Yang penting project membersamai nak Izz tetap jalan. πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜˜

Surprise buat saya ketika melihat tingkahnya tadi. Izz paham mekanisme proses memalu, menjungkil paku dengan ujung palu ketika paku tidak tepat sasaran. Mengukur ala ala dengan siku lalu sibuk menandai lokasi target. Terakhir kami mengajaknya ikut serta dan berbaur dengan alat pertukangan ketika membuat rak pesanan Ummi di family project.
"Ukul (ukur) dulu..aakhh.." lalu mengambil siku dan polpen
"Punya Ing (Izz) itu abii..."
"Iya nak..sama-sama kita yah mengukurnya"
"Pinjam saja kan? Pinjam abi.."
😜😜😜
Keliatannya anak seumuran Izz memang pencontoh ulung..mesin foto copi handal, jadinya saya belum bisa menyimpulkan dengan pasti bahwa cara belajarnya adalah tergolong visual. Tapi ingatan dan tingkahnya hari ini membuat saya terharu. Daya ingat anak-anak memang selalu istimewa.

#Day5
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP



lego ih lego

Mungkin...bermain lego bagi anak-anak adalah permainan diminati no 2 setelah bermain airπŸ˜‚πŸ˜‚. Biasanya Izz anteng si mejanya kalo nga baca buku ya main lego. Selebihnya ngacir kemana-mana. Karena salah satu tingkahnya ini, maka untuk sementara saya mengkategorikan cara belajarnya sebagai kinestetik.

Seperti malam ini sudah sekitar sepuluh menitan dia asik dengan legonya tanpa tengok kiri kana cari saya. Biasanya ada apa-apa panggil ummi. Saya cukup mengawasinya dari balik dapur. Tapi beberapa menit kemudian..suasana mulai gaduh. Rupanya beberapa keping legonga terpental..kemudian jatuh di bawah kursi. Saya menawarkan pindah main di karpet tapi dia ogah

Lama-lama dia kesal harus bolak balik turun kursi mengambil lego yang jatuh. "Ummi saja..umminya saja yg ammbing(ambil)" begitu katanya dilanjutkan aksi meronta sendiri di kursi😜😜. Saya memberi jedah sampai dia berhenti sejenak dan menoleh ke saya. Tafsiran saya..mungkin si bocah bingung...lha kok umminya nga bereaksi hihihi. Saya membalasnya dengan senyum dan dia kembali nangisπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Lalu saya mengambil boneka tangan karakter Sali dan mengajaknya ngobrol.
"Kenapa kok nga lanjut main anak shalehnya??
Huhuhuhu aaakkh masih nangis rupanya
"Ini mau buat apa ya??boleh kakak sali bantu?"
"No..no..no tidak boleh. Punya aku itu bukan punya kk salih huhuhu" (drama yang ini asli bikin ngakak)
"Kk salih mau buat menara tinggi...Izz mau buat tangga kan. Ayok sama-sama" saya lalu menggerakakan tokoh Salih ke bawah kolong meja dan memunguti legonya. Beberapa detik berikutnya dia ikutan mungut hahahaha
Lalu kk salih yang masih dalam komando saya mulai merangkai lego. "Aku mau buat menara tingggiiiii sekali"
"Ing padi (Izz khafady) juga"
"Kita bikin menara sama-sama yak"
"Iyaah sama-sama kita tiga olang"πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Ketika suasana hatinya sedang baik bin lega. Maka apa yang dilihatnya dan diinstruksikan akan dilakukan. Apa gaya belajarnya cenderung ke audio atau visual?? Saya masih terus menggali. Ayuks nak semangat belajar bermainnya. πŸ˜‰πŸ˜‰

#Day4
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP



Jumat, 28 April 2017

Belajar lewat air

Hari ini si Izz bangun telat...malamnya begadang karena batuk. Huhuhu.... Tapi begitu bangun minta siram bunga. Ritual siram bunga berlangsung meriah. Dunia air memang miliknya anak-anak ya😌😌😌. Izz ini sampai baju piyama basah kekeuh mau siram bunga. Pindah ke halaman belakang siram kebun masih mau nambah lagi. Hari ini dia belajar membuat semburan air dari ujung selang. Gunanya untuk menyiram tanaman yang sulit dijangkau. Saya ajarkan lewat teori tapi dianya nga sabaran. Saya ajarkan lewat praktek langsung diambil alih.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
"Kita mandi yuks"
"Mandii hahahaha"
Nagh maen air pindah ke kamar mandi. Gayung kecil bola-bola ikut serta plus satu botol aqua. Yang terakhir ini di boyong dari dapur masuk kamar mandi, nda mau di lepas. Ternyata buat wadah isi air, gayung kecil-kecil diisi air terus dimasukkan kedalam botol Aqua. Hmmm saya cukup mengawasi. Lumayan sabar juga si Izz mengisi botolnya sedikit demi sedikit. Lipatan pakaian saya selesai karena aktivitas ini yeeeayy. Sekitar 3 kali dia mengulang sampai penuh baru kemudian dia cemplungin ke dalam baskom. Dan meledaklah tawanya begitu gelembung-gelembung keluar dari botol.
"Ada gembung mii..ada geleeembung(ini susah payah dieja)"
Ohh rupanya bunyi BLUK BLUUUK dari gelembung air yang menyita perhatiannya. Tiap bunyi bluk meledak pula tawa bahagianya. Hihihi anak-anak

Dan saya baru sadar.. Dari kegiatan semacam ini dia belajar. Bukankah Ibnu Majid yang sejak kecil ikut ayahnya mengarungi lautan dan pada akhirnya bisa menjadi ahli navigasi dan pelaut. Ibnu yunus yang menemukan bandul dan pada akhirnya digunakan sebagai pengukur waktu (heheheh ini bacanya di ensiklopedia bocah muslimnya Izz). Nagh rupanya hal itu berlaku juga buat anak kecil. Ilmunya nga melulu dari orangtua tapi mereka bisa menganalisa sediri dengan sederhana (aakhh sudah kepanjangan😁😁)

Kondisi bermain Izz sekarang boleh dibilang sama. Bermain air dan tanpa sengaja dia tau gelembung bisa tercipta dari ujung bibir botol lalu kemudian mengapung. Ataukah ketika menekan ujung selang maka air yang keluar akan menyembur lebih jauh. Kita yang sudah gede kan menganggapnya sepele. Padahal untuk anak-anak adalah hal baru.

Wess...hasil pengamatan hari ini. Izz menikmati belajar alamnya dan akhirnya jadi tau konsep sederhana mengapung dan gelembung. Ketika benda di atas air namanya mengapung..ketika di dasar wadah namanya tenggelam.
"Kalo bolanya bagaimana?" saya menunjuk bola plastik yang ikut mandi
"Apung umminya"
"Well done nak"πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ‘

#day3
#level4
#Gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP