Beranda
It's Me
Awards
Chat Bloofers
Links

Sabtu, 07 Oktober 2017

aliran rasa level 8

Finansial menurut saya adalah termasuk hal yang susah di ajarkan ke anak-anak. Karena anak-anak adalah peniru ulung sementara disekitarnya tak luput dari zona konsumtif termasuk emak alias umminya. Berujung pada mengajarkan konsep finansial memang butuh keistiqomahan yang kuat dan start yang aduha.

Level kali ini mengingatkan saya untk memulia start belajar finansial sejak dini. Sekalipun usia anak saya baru 2.5 tahun ternyata sounding lebih awal itu memang di butuhkan. Apalagi untuk sebaya Izz yang masih bisa mengatur sendiri atau sekedar memilih mana kebutuhan mana keinginan.

Saya belajar untuk membelikan sesuatu baru kemudian memberikan ke Izz. Bukan kebiasaan membawanya berkeliling pasar atau mall lalu menanyakan yang mana kamu suka nak?. Atau bertanya nanti ummi belikan yang ini yang itu. Karena sesungguhnya itu mengajarkan hal konsumtif untuk anak. Toh anak seusia izz pun belum punya selera untuk memilih. Yang namanya mainan ayok di embat..yang namanya makanan manis pasti dipilih..yang namanya barang unik pasti diingini. Saya belajar bahwa mengabulkan dan menawarkan sesuatu yang baru ke anak itu bukanlah sebuab wujud kasih sayang. Tapi memberikan surprise lalh mengedukasinya lebih baik ketimbang kalimat "ayo kita ke pasar nanti ummi belikan bla..bla..."

#level8
#aliranrasa
#kuliahbunsayIIP
#cerdasfinansial
aliran rasa level 8 Read More

Sabtu, 30 September 2017

Negoisasi untuk sebuah kue

Qadarullah hari ini saya masih lemah letih lesu. Hidung mampet dan meriang. Tapi agak mendingan dengan yang kemarin. Ini sudah bisa turun kasur.

Pagi-pagi. Saya dengar suara Icha, adik bungsu saya yang masih SMA beradu dengan suara Izz.
"Tante icha minta satu ya. Lapar tante ichanya"
"Tidak boleh" kata si Izz sambil mengipaskan tangannya.
D depan Izz ada beberapa potong kue dan putu. Rupanya si Icha kepengen minta kuenya juga
"Tante icha belum sarapan. Mau ke sekolah. Minta kuenya ya"
"No no"
Tumben juga si Icha minta kue. Biasanya dia cuma minum segelas teh terus berangkat sekolah. Ini malah sampai duduk ngesot ngemis kue depan Izz wakakakak. Nga biasanya juga Izz nga berbagi makanan sama orang lain. Biasanya bahkan orang yang bertamupun kerap dikasinya minuman atau makanan tanpa disuruh.
"Satu saja" si Icha masih mencoba bernegoisasi tp sudah di belakangi sama si Izz. Saya melirik mama seolah minta penjelasan.
Rupanya tadi malam tante ichanya mau nonton konser musik. Terus si Izz sementara nonton national geograpic. Tante icha mindahin chanel, walaupun bentar tapi kayaknya berasa 'sakit' di Izz. Secara si bocah memang suka liatin binatang. Jadi kesimpulan mama, uring-uringan Izz kebawa sampe pagi. Sampai nga mau berbagi kue dengan tante Ichanya. OWAALAAAA...

"Ummi boleh minta 1 kuenya"saya menghampiri
"Boleh mii"jawabnya cepat dan menyodorkan 1 kue. Saya terkikik melihat ekspresi tantenya.
"1 lagi boleh?"
"Nagh" Izz memberi saya 1 potong kue lagi
"Waah terimakasih. Sekarang ummi punya 2 kue. Alhamdulillah..."
"Tapi...kayaknya kuenya kebanyakan ya. Nanti ummi nga bisa habiskan. Ummi kasi ke tante Icha 1 ya"
Izz keliatan memandangi wajah tantenya lalu ke kue yang di tangan saya secara bergantian. Cukup lama sampai dia berkata "iyah"
"Boleh ya?"saya bertanya menyakinkan
"Iya"
Saya mengusap kepalanya dan mencium pipinya. Lalu memberikan kue ke tantenya.

Sebuah pelajaran buat saya. Anak-anak emang bener punya hati selembut kapas. Kita yang membentuk karakternya. Izz belajar dari ketidaknyamanan perlakuan tantenya yang mengusik kesenangannya jadi dia pun ogah memberikan kuenya buat sarapan. Belajar dari pengalaman sepotong kue hari ini untuk lebih menjaga perasaan dan emosi si kecil

#day10
#level8
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanItuDicari
#CerdasFinansial
Negoisasi untuk sebuah kue Read More

Jumat, 29 September 2017

Buah semangka dan percakapan 'legit"

Siang paling enak ngunyah yang seger-seger. Hari ini saya flu berat..kepala trasa pening plus demam. Mama inisiatif membelikan coto Makassar. Maka berangkatlah mama dan Izz ke terminal pasar menggunakan kendaraan favorit anak shaleh. Bentor!

Ternyata yang di bawa pulang bukan cuma coto makassar tapi sebuah semangka yang ranum, merah nan manis. Saya potong, masukkan sekitar 20 menit di freezer dan dinikmati. Izz ikutan menikmati buah semangka dan percakapan 'legit' itu terjadi.

"Mii...mii beninhnya diambing mi diambil" kata Izz sambil menunjuk biji-biji semangka
"Iya ini sudah sengaja ummi taroh disini" saya menunjuk kantongan plastik putih.
"Mau diapa memang bijinya nak?"iseng saya tanya
"Ditanam"
"Dimana?"
"Di kebun..di lumah..di banjalbaru"
"Ooo oke oke. Nanti kalo berbuah diapakan"
"Dimakanlaaah"
"Kan banyak itu..sisanya?"
"Dijual mii..kita jual di pacang (pasar)"
Ohh WOOWW hahaha mantap juga si bocah ini bisa kepikiran jual hasil panen semangkanya. Bagus..bagusss...jiwa enterpreneurnya mulai ada ternyata
"Buat apa jualan semangka??tanya saya iseng
"Nanti uangnya kita tabung"
"Oohh kalau umpamnya Allah kasi rejeki banyak. Terus hasil jualan semangkanya banyak. Selain izz tabung diapakan lagi?"
"Berbagi Miii"
JLEB!!!!

Anakku..anakuu...Tak sia-sia kami kerap membawamu pesiar ketik berbagi sebungkus nasi di Jum'at pagi. Rupanya pelan konsep berbagi menyusup ke kepalamu. Rupanya pelan konsep sebab akibat mulai tertata di benakmu.

Izz biasanya ketika saya ajak bicara. Dan saya sodorkan dengan pertanyaan menguji. Maka akan ada ujungnya dia menjawab asal ketika nalarnya sampai ke titik buntu mau jawab apalagi. Tapi siang ini percakapan kami terasa legit. Saya yang membisu..terkunci dengan jawaban akhirnya.

Barakallah nak. Semoga kami selalu bisa memberi dan mengajarkanmu hal positif. Aamiin

#day9
#level8
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#cerdasfinansial
Buah semangka dan percakapan 'legit" Read More

Kamis, 28 September 2017

Edisi cukur rambut

Izz tipekal anak berambut lebat dan cepar skali gondrongnya. Hari ini si nenek berniat mengantarnya ke salon untuk potong rambut. Beberapa hari yang lalu saya sudah mengantongi ijin abinya buat di potong. Sebenarnya kalau saya pribadi malah suka Izz kegondrong-gondrongan hehehe. Tapi buat nenek nga elok dipandang. Maka jadilah sore ini mereka ke tukang cukur. Dan berhubung karna saya flu berat sayapun nda ikut serta.

Cerita ini saya sadur dari cerita nenek ketika sampai di rumah. Katanya ketika mereka sudah sampai di tukang cukur. Rupanya sedang antri. Dan izz dapar giliran ketiga. Tak gampang membujuknya duduk berlama di kursi ketika pemandangan di luar hilir mudik sang kendaraan kesayangan, bentor (becak motor). Hingga klimaksnya..tiba-tiba dia berteriak seperti kebakaran jenggot
"Mana bentong ing..kenapa nda di jemput ingnya..manaaa huhuhuh"
Si nenek dengan sigap membujuk meskipun kewalahan dan akhirnya tiba giliran dia dicukur.

Nagh moment ini menjadi moment mendebarkan buat si tukang cukur. Sudah 4 kali kami membawa Izz cukur rambut di situ. 4 kali pula Izz bikin keringatan si tukang cukurnya. Nga mau dia di potong rambutnya. Nantilah pada saat kami cukur si Izz di banjarbaru. Kali pertama dia nga nangis. Maka berbekal pengalaman itu, neneknya mau bawa Izz cukuran seorang diri.

"Wah kapan datang?"sapa tukang cukur. Sudah hapal dia wajah Izz hehehe
"Sudah besar yaaa" lanjutnya
"Iya tawwa sudah besar..rambutnya juga jadi panjang..makanya mau di potong ya nak ya" timpal si nenek sambil mendudukan Izz di depan cermin. Yang bersangkutan diam ala es batu aje.
"Nanti habis cukuran kita naik bentor kan...sudah menunggu om bentornya" si nenek terus membujuk
"Di banjarbaru katanya pintar kan Izznya potong rambut. Nda pake gunting..pake alat khusus kan...
"Iya..geli tapi bangung (bagus)" akhirnya si bocah menimpali. Dan di balas puluhan kata dari si nenek berkolaborasi dengan tukang cukur. Hingga tidak di rasa ritual cukurannya selesai. Alhamdulillah
Mereka akhirnya pulang dengan senang gembira menggunakan bentor.

Sampai di rumah. Tak perlu bertanya ke neneknya. Si anak sholeh sudah mendahului bercerita pengalamannya. Saya cek ricek dari cerita nenek. Dan ternyata PR saya masih sama. Mengedukasi perihal menunggu dan bersyukur. Ketika antri membayar makanan di kasir Izz bisa sabar. Tapi untuk antrian lain sepertinya belum bisa kompromi. Ditambah lagi dengan godaan bentor, jadi pengennya cepet-cepet.
"Nak..Allah suka lho sama anak yang sabar. Mau antri..mau nunggu..tidak rewel. Buktinya Izz langsung di jempu sama amang bentor kan tadi pas selesai di cukur"
"Iya"
"Nagh..lain kali lebih sabar lagi ya. Supaya amang bentornya juga senang ada penumpangnya yang anak baik" wkwkwkwk rada nga nyambung. Tapi percakapan kali ini setidaknya smoga sampai di jangkauannya

#day8
#level8
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#cerdasfinansial

Edisi cukur rambut Read More

Rabu, 27 September 2017

Pasar Rabu

Yeaay hri ini pasar rabu. Dan izz saya ajak ke pasar bareng si nenek. Saya sendiri suka ke pasar di kampung halaman karna jajanan khas daerah akan digelar semerbak di sana. Saya sudah niatan mau makan barobbo. Makanan khas dari jagung yang dimasak di campur aneka macam sayuran khas Enrekang. Si Izz sendiri moment ke pasar menjadi hal yang menyenangkan karna itu berarti dia bisa naik bentor pergi dan pulang hehehe.

Sampai di pasar. Saya membeli kue baje (jewawut yang dimasak bersama gula merah hingga terbntuk menjadi adonan dan dibungkus dengan daun jagung kering). Andalan saya nih..cuma ada di Enrekang. Sambil nunggu si ibunya bungkusin. Si Izz rupanya kepengen beli puding gula merah. Pake acara setengah merengek
"Mau yang ini mii..mau yang ini"katanya
"Iyah sabar..satu-satu ya"
Karna kurang sabaran. Rupanya si bocah berusaha menggapai sendiri pudingnya. Yap berhasil diambil satu lalu di makannya. Owaalaaaag. Neneknya lalu menanyakan harga dan mengambil dua lagi untuk si anak shaleh. Saya langsung membayar totalnya..dengan hati campur aduk.

Nenek mengajak kami masuk warung barobbo. Sekalian biar si Izz bisa menikmati pudingnya sambil duduk. Kesempatan saya buat mengedukasi.
"Nak..kalau makanannya belum di bayar. Bagusnya jangan di makan dlu. Biar ibu penjual yang ambilkan"
Nga ada respon..si bocah asik dengan pudingnya
"Untung tadi kuenya nda jatuh. Kan tempatnya tinggi...
Si bocah memperhatikan saya tak berkedip
Lain kali kalau Izz beli sesuatu. Sabar dulu ya..tunggu ibunya aja yang ngasih. Gimana..enak pudingnya??
"Enak mii"
"Padahal hampir jatuh tadi itu nak pudingnya pas Izz mau ambil. Kan Izz belum sampai tangannya"
"Cudah sampai mii..cudaah"
"Tapi susah kan tadi ambilnya?"
"Iya"
"Nagh lain kali harus sabar ya"
"Antlii mii kan?"
"Iyah AN...TRII.."
Huhft sampai pada kesimpulan sendiri akhirnya.

Benar pasar adalah tempat untuk belajar banyak hal. Termasuk mengajarkan kehidupan sosial kepada anak-anak. Karena di pasar kita bisa menyaksikan profesi penjual ikan,sayur dll. Bahkan tak jarang di kampung saya...para penjual mengikut sertakan anak-anak dibawah umur untuk ikut berjualan. Anak TK SD sudah bisa melayani pembeli dengan baik. Membersihkan meja bekas makanan ataupu. Mencuci piring bekas pelanggan. Ada tukang bentor, kuli barang, pengemis dll. Dan kesempatan saya pula mengajarkan bahewa ada banyak orang yang tak seberuntung Izz. Meskipun usianya belum 3 thn. Tapi anak-anak ketika diperlihatkan hal nyata lebih cepat nyerapnya. Semoga dengan begitu kelak tumbuh jadi anak yang pandai bersyukur

#day7
#level8
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#cerdasfinansial
Pasar Rabu Read More

Selasa, 26 September 2017

Ke bank bareng nenek

Yeay..akhirnya setelah berbulan-bulan nga di ajak ke bank gegara ada moment si mba teller nolak kita pas mau nabung uang koin hasil celeng Izz huhuhu (emang ada nga ya rulesnya nga boleh nabung uang koin??sedihh sangat). Hari ini Izz diajak sama nenek. Meskipun bukan menabung, tapi transfer tunai.

Suasana bank siang ini memang nda ramai. Jadi prosesnya cepet. Tapi meski cepet, spertinya si Izz lagi badmood. Saya lagi bantu nulis blanko penyetoran dianya main sodok sodok sana sini. Pas lagi duduk manis nunggu antrian...dianya selonjoran di lantai nga karuan. Sampai pada adegan membuang kacamatanya di tong sampah wkwkwkw.

Tiba giliran kami. Si Izz main tarik tarik duit setoran sampai berantakan. Ujungnya bisa terselesaikan walaupun botol minumnya kelupaan di bank.

Sampai di rumah. Saya menanyakan perihal perilakunya di bank tadi.
"Ingg mau makan roti mii, lapal inggnya"
"Jadi tadi itu Izz lapar?"
"Iyaa mo makan"
Hahaha ternyata wujud ketidak kooperatifannya di bank tadi karna lapar.
Okesip..lain kali ummi akan tanyakan tiap kali Izz bertingkah 'aneh'. Yang tadi bener lupa

#day6
#level8
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#cerdasfinansial
Ke bank bareng nenek Read More

Senin, 25 September 2017

Nabung buat ongkos naik bentor

Karna kami masih dalam kondisi mudikm. Dan saya lupa membawa celengan si bocah. Otomatis penyimpanan recehnya berubah. Beberapa minggu lalu si Izz menyimpan di dompet kece berwarna yellow sesuai warna kesukaannya. Pemberian si nenek. Tiap ada uang receh di masukkan di situ. Tapi tujuannya nabung berubah jadi ongkos naik bentor (becak motor)
"Tabung mi..buat naik bentong" begitu katanya

Dan tak lupa saya memberikan uang hak nya sisa kembalian beli krupuk di perjalanan pulang kemarin. Si Izz pun memasukkan ke dompet dengan alasan yang sama.

Alhamdulillah sejak dia bisa berjalan, kami membiasakannya untuk menabung. Ketika celengnya sudah penuh biasanya tiap bulan saya mengajak si Izz menabung sendiri di tabungan juniornya. Buku tabungannya pun sudah dikenalinya dengan baik. Ketika saya buka dompet dan tanpa sengaja si atmnya nongol. Dia akan berseru...punya ing ini kan. Nti di kasi kalo cuda becang...

#day5
#level8
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Nabung buat ongkos naik bentor Read More

Sabtu, 23 September 2017

Ketika bakso tak jadi pilihan😎

Hari ini kami bertiga, saya, bapak dan Izz balik dari kota Makassar ke Enrekang. Salah satu agenda ke Makassar memang menemani Bapak kontrol ke dokter. Qadarullah, mobil yang menjemput kami hrusnya jam 2 siang molor jadi jam 4 sore. Kami baru meninggalkan kota Makassar menjelang jam 5 sore.

Dan saya nga menyangka kalo perjalanan darat ini cukup 'menyiksa'. Izz sepanjang jalan lompat-lompat di dalam mobil. Kepengen pindah ke jok belakang lah..mau ini lah mau itulah. Bejibun polahnya yang mengundang tanduk umminya keluar. Menjelang magrib kami berhenti untuk shalat di salah satu Masjid di kabupaten Pangkep. Sejam kemudian setelah melanjutkan perjalanan mobil kami mogok. Padahl perjalanan belum separuhnya. Mana sudah malam pulak. Si Izz kala itu tidur terlelap. Jadi saya dan Izz tetap di atas mobil ketika aksi dorong mendorong diadakan. Maafkan kami pak supir. Hampir sejam kami dilanda dilema baru si mobil kompromi untuk jalan lagi. Nga sampai 5 menit mobil berhenti di sebuah warung. Mungkin si supir lelah habia dorong mobil. Dan saat itupun si bocah bangun dari lelapnya.
"Om copingnya mana Mi?" tanya begitu melihat jok depan kosong
"Omnya lagi makan..lapar dia"
"Ing juga mau makan"
"Makan apa nak?"
"Bacco (bakso)"

Sayapun mengajaknya turun dari mobil menuju warung makan. Saya lalu membaca sekilas menu di depan warung. Wuaaah nga ada bakso. Make sure ke kasirnya apa di warung tersebut menyediakan menu bakso. Ternyata memang tidak tersedia. Dengan berat hati saya jongkok menghadap Izz sambil mengelus rambutnya.
"Nak, katanya mbanya nga jual bakso"
Uuhh ekspresi kecewa bin ngantuknya menguap. Bikin hati ini teriris-iris maaak
"Kita cari yg lain saja ya"sahutku menghibur
"Iyah" katanya lirih huhuhu
Dan kami berjalan ke toko sebelah. Di situ di jual aneka makanan ringan, minuman roti dll.
"Izz mau yang mana nak?" saya lalu menanyakan beberapa harga makanan ringan ke penjaga toko. Izz lalu menunjuk momogi dan taro
"Kalo yang ini nanti masih ada kembaliannya buat di tabung. Tapi kalo beli yang ini (taro) sudah nga ada kembaliannya. Jadi izz nga bisa nabung. Nagh izz mau yang mana?"
"Yang ini caja mii" tunjuknya ke momogi
Saya lalu membayar dan menunjukkan kembaliannya. Nagh ini kembaliannya. Ummi simpan dulu ya...supaya aman.
"Nanti di rumah cakke..kita tabung" katanya. Saya tersenyum dan menginyakan.

Alhamdulillah nga sampai protes nangis-nangis meski nga ada bakso. Alhamdulillah bisa di ajak kompromi dan bisa memutuskan dengan pilihannya dan alasannya sendiri. Meskipun tadi drama sepanjang jalan sampai ia tertidur pulas

#day4
#level8
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Ketika bakso tak jadi pilihan😎 Read More

Selasa, 19 September 2017

Kisah si jeruk manis

Kemarin nenek membekali kami 2 kilo jeruk manis saat perjalanan ke Makassar. Sampai di Makassar, rupanya jeruk tersebut tidak habis. Dan kami masih bisa menikmati di rumah adik ayah.

Izz yang doyan jeruk juga. Gabung di saat-saat terakhir. Sebelumnya dia sibuk bermain dengan tantenya. Saat melihat kami menikmati jeruk manis dia pun minta. Saya bukakan dan kami menikmati bersama. Habis satu buah minta lagi. Habis 2 buah minta lagi. Dan akhirnya saya meminta untuk mengambil di kulkas.

Izz berjalan ke dapur dan membuka kulkas. Sejurus kemudian terdengar teriakannya.
"Ummi nda ada...jeluknya mana?"
Olalaa jangan-jangan habis. Saya besegera menyusul ke dapur dan memang benar ternyata jeruk yang tadinya saya simpan di kulkas sudah ludes des. Aiiihhh...
"Waah jeruknya manis sekali, pantas laku habis ya. Besok-besok kalau ada rejeki kita beli lagi ya di pasar" saya mencoba stay cool
"Jeluk mii jeluk..Inggnya mau jeluk" huhuhu nangis deh si bocah.
"Atau nanti kalo balik ke kampung kita bisa sama-sama bisa ke pasar kan. Nanti Izznya bisa milih..warna yellow..warna hijau"
"Inggnya mau makan jeluk..sudah habing"
"Iyah nak..sudah habis. Ayok yok kita berdoa. Smoga Izz cepet dapat rejeki. Alloh ngasih hadiah jeruk manis lagi"
Dan masih aja nangis. Tantenya ikut membujuk tapi tak mampan juga. Akhirnya saya usap kepalanya saja sambil menenangkan dan sampai pada titik menyerahnya dia.

Anakku Izz. Hari ini dia meraung-raung minta dibelikan jeruk. Saya mencoba bernegoisasi tapi belum bisa. Dia bersikukuh dengan permintaannya sampai tidak mau menutup kulkas kala itu. Tapi akhirnya tangisnya teredakan dengan beberapa elusan, kalimat menenangkan dan pelukan. Yahhh, Ummi masih banyak PR untuk membersamaimu dan menceritakan konsep rizki, berbagi dan ridho Allah. Agar nantinya kamu bisa mengatur dan paham sendiri mengelola finansial dengan bijak

#day3
#level8
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Kisah si jeruk manis Read More

Senin, 18 September 2017

Safar ke Makassar

Hari ini Izz safar ke kota Makassar. Saya nga terlalu hapal berapa km jarak antara Makassar dan Enrekang kota kelahiran saya. Tapi setidaknya bisa ditempuh lewat jalur darat sekitar 6 sampai 7 jam.

Nagh safar kali ini saya ditemani 2 lelakiku. Ayah dan anakku si Izz. Kami membawa motor tante Aci yang InsyaAllah akan dipakai untuk lanjut sekolah di Makassar. Alhamdulillah sepanjang perjalanan Izz kooperatif. Malah justru saya yang mabok perjalanan.

Qadarullah..mabok perjalanan kebawa sampai di Makassar. Puyengnya minta ampun. Kami start jam setengah 8 sampai jam 2 siang. Waktu yang best buat istrahat siang tapi si bocah malah on fire. Padahal di mobil tadi tidurnya bentar aja.

Sambil nahan kantuk dan sakit kepala saya mengikutinya dari belakang. Melihat tangga menuju loteng Izz antusias skali dan saya yang harua puyeng mondar mandir ke sana kemari menjaga si bocah. Soalnya si tangga menikung mantap, lengkap dengan sisi sisi pegangan tangga yang lancip. Bikin ngeri duluan.

Habis naik turun tangga. Si Izz ikutan bantu membuka sayuran dari kampung. Lalu kue. Nagh part ini dia berinisiatif untuk berbagi kuenya dengan tante, om dan nenek (saudara papa saya).
"Ayo dimakan..makanlahh"katanya. Spontan semua tertawa dengan ulahnya
.
"Waah masyaAllah baik skali anak ummi mau berbagi rizki"
Dan di ajungkannya jempolnya ke arah saya😍😍😘

#day2
#level8
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Safar ke Makassar Read More

Minggu, 17 September 2017

Belajar konsep berbagi

Hari ini Izz safar ke kota Makassar. Saya nga terlalu hapal berapa km jarak antara Makassar dan Enrekang kota kelahiran saya. Tapi setidaknya bisa ditempuh lewat jalur darat sekitar 6 sampai 7 jam.

Nagh safar kali ini saya ditemani 2 lelakiku. Ayah dan anakku si Izz. Kami membawa motor tante Aci yang InsyaAllah akan dipakai untuk lanjut sekolah di Makassar. Alhamdulillah sepanjang perjalanan Izz kooperatif. Malah justru saya yang mabok perjalanan.

Qadarullah..mabok perjalanan kebawa sampai di Makassar. Puyengnya minta ampun. Kami start jam setengah 8 sampai jam 2 siang. Waktu yang best buat istrahat siang tapi si bocah malah on fire. Padahal di mobil tadi tidurnya bentar aja.

Sambil nahan kantuk dan sakit kepala saya mengikutinya dari belakang. Melihat tangga menuju loteng Izz antusias skali dan saya yang harua puyeng mondar mandir ke sana kemari menjaga si bocah. Soalnya si tangga menikung mantap, lengkap dengan sisi sisi pegangan tangga yang lancip. Bikin ngeri duluan.

Habis naik turun tangga. Si Izz ikutan bantu membuka sayuran dari kampung. Lalu kue. Nagh part ini dia berinisiatif untuk berbagi kuenya dengan tante, om dan nenek (saudara papa saya).
"Ayo dimakan..makanlahh"katanya. Spontan semua tertawa dengan ulahnya
.
"Waah masyaAllah baik skali anak ummi mau berbagi rizki"
Dan di ajungkannya jempolnya ke arah saya😍😍😘

#day1
#level8
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Belajar konsep berbagi Read More

Minggu, 10 September 2017

aliran rasa#7

Anak adalah bintang dalam keluarga. Ungkapan positif untuk suntikan para orang tua yang tak pelat digoda keisengan anak, diuji kesabaran oleh tingkah
pola anak.

Maka membangun wacana bahwa tiap anak adalah bintang dalam keluarga, tiap anak adalah istimewa.

Level ini banyak menyadarkan saya bahwa sejatinya tiap anak tumbuh dan berkembang dengan membawa aneka keunggulan masing-masing. Saya lebih bisa menggali kelebihan anak dan menghargainya. Misalnya ketika si Izz merengek minta main puzzel sistem peredaran darah. Awalnya saya berniat simpan dulu ntar kalo cukup umur baru diperliatkan. Ehh ternyata dia bisa menyelesaikan susunannya dengan baik. Kali lain ketika dia diajak ke mall dia lebih mwmilih bermain lego sampai lebih sejam kemudian saya dan suami harus rela menunggui agar binar-binar riang tidak pergi dari wajahnya. Padahal di rumahpun dia punya lego. Hal ini memberi pesan ke saya bahwa lokasi bermain pun berpengaruh.

Dan sayapun tak boleh memaksakan diri. Misalnya ketika dia dengan inisiatif sendiri membuka kantong roncenya dan pada akhirnya tak urung menyelesaikan permainan meronce karna malas ataupun tidak suka. Saya tak bisa memaksa.

Belajar saling memahami agar anak bisa dengan leluasa memperlihatkan kesukaannya.

#kuliahbunsayIIP
#BintangKeluarga
#Aliranrasa7
aliran rasa#7 Read More

Kamis, 31 Agustus 2017

Bermain tradisional lompat tali bareng kakek

Besok adalah hari raya idul adha. Berbeda dengan kehidupan di perkotaan. Suasana adha di kampung terasa sejak H-2. Beli bahan-bahan makanan sampai H-1 sudah sibuk bikin ketupat dan buras yang proses memasaknnya memang memakan waktu yang lama.

Kakek kebagian tugas memasak si buras dkk. Proses memasaknyapun menggunakan tungku tradisional besar. Sambil menunggu depan tungku, tetiba Izz yang sampai saat ini masih kecantol dengan mainan tempo dulunya datang menghampiri.
"Apa ini kakek?" katanya ngasih tali yang biasa digunakan untuk lompat tali
"Itu dipakai untuk lompat tali. Cara mainnya begini..bla..bla" si kakek nampak memberi instruksi ke bocah memegang ujung satunya dan ujung yang lain Izz pegang. Setelah itu diajarkan putar talinya bersamaan dan searah agar hasilnya berirama. Eeh pake sountrack juga si kakek
"Marii bermain tali bawah pohon bambu...sungguh hati senang bla..bla..." wkwkwk saya nga hapal lagunya tapi nadanya tau. Izz ikut mengekor meski phonem nya nga jelas bilangnya apa.

Tiba masanya si kakek harus menyulut kayu lagi dan merasa capai. Dia duduk sejenak. Tapi si bocah malah nangis kejer. Lagi..lagi katanya. Jangan duduk dulu. Ulalalala

Konsep permainan tempo dulu memang nyaris terlupakan. Main lompat tali, engrang, dll. Bersyukur kampung halaman saya adalah bukan area kota. Jadi hal seperti ini masih kadang ditemui. Mengenalkan permainan tradisional meski si Izz belum bisa lompat tali tapi setidaknya dia bisa tahu ada banyak macam permainan yang tidak membutuhkan biaya yang mahal. Karena konsep bermain sejatinya adalah bersenang-senang dan bergembira ala anak-anak

#day10
#level7
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#bintangkeluarga

Bermain tradisional lompat tali bareng kakek Read More

Mainan Yang Dulu..

Tak sengaja gudang dibuka nenek pagi ini karena mau mengambil baskom besar. Izz ngekor di belakang. Begitu masuk gudang si bocah langsung teriak gembira. Wuaaaahhh....
Yaa..di dalam gudang masih tersimpan apik mainannya setahun yang lalu sebelum kami hijrah ke banjarbaru. Sepedaan, baby walker, bola warna warni, ring donat, gitar plastik, buah-buahan plastik, hewan-hewan plastik dll. Melihat semuanya kontan memori si bocah menguak cepat.
"Ini punya Ing Padi kan..waktu kecik" lalu dikeluarkannya satu-satu mainannya.
"Oke boleh. Tapi bolanya nga usah ya. Setelah main dirapikan lagi"
"Iya..kita gotong loyong kan"
"Oke"

Dan tak menunggu lama. Dia sudah sibuk sendiri menganguk keluar mainannya. Sesekali diselingi teriakan. Ini waktu Ing main timbangan kan...Ini Ingg, beldili dalam cini bla bla. Saya tinggal iya iya saja. Sepertinya memorynya yang lalu benar-benar menguak. Dan keliatan matanya berbinar-binar bertemu dengan benda-benda yang pernah membersamainya dulu. Hihihi ini baru setahun nga kepakai sama dia. Gimana kalau sudah bertahun-tahun ya. Ternyata barang kesukaan yang sudah di museumkan, ketika bertemu lagi selalu punya kisah dan cerita tersendiri. Bukan cuma kita orang dewasa yang mengalaminya. Tapi anak-anakpun mengalaminya. Pengalaman buat saya adalah ciptakan kenangan indah dan bahagia di masa kanak-kanaknya agar kelak dia mengingat sebuah moment positif dan menyenangkan. Slamat menikmati mainan kenangannya nak. Jangan lupa dibereskan ya

Dan hari ini dia tidak menepati janjinya gotong loyong. Umminya yang harus bolak balik bereskan. Sementara si bocah ngacir ikut main bareng anak tetangga begitu jam sekolah anak TK usai.huhuhu

#day9
#level7
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#bintangkeluarga



Mainan Yang Dulu.. Read More

Senin, 28 Agustus 2017

Belajar adaptasi lingkungan

Pulang kampung itu..salah satu agendanya adalah mengunjungi sanak keluarga. Hari kedua, kami ke rumah tante (kakak bapak saya) sekaligus bawain ole-ole khas kalimantan.

Sampai di rumah tante. Izz nga mau turun dari motor.
"Ing tunggu disini saja ya"katanya
"Tapi ummi lama nak"
Akhirnya dia mau ikut turun. Tapi minta di gendong. Bocah 2.5 tahun ini akhirnya saya gendong. Saya paham dia belum beradaptasi dengan lingkungan baru kecuali rumah kakek neneknya sendiri.
"Ini kakaknya kakek. Mau salaman nga?"
Si Izz diam. Saya gendong dia mendekati tante dan pelan -pelan dia mengulurkan tangannya setelah itu teriak "ayo kita pulang mi!!"
"Lho kok pulang kita kan belum ngobrol. Ummi rindu sama nenek Oni (panggilan buat tante Rohani")

Saya coba mengalihkan dengan suara suara bebek. Karena di belakang rumah tante memang ada kandang bebek. Tapi nga mampan. Saya ajak naik loteng liat gunung, nga mampan juga. Tambah membahana teriaknya
"Ing mau pulang...ke rumah nenek saja"
Yaah sayapun mengalah. Kami pulang cepat dari perencanaan. Nga bisa juga memaksa
"Sering-sering bawa anakmu kesini nak. Supaya terbiasa" ucap tante ke saya

Usia Izz memang masih butuh adaptasi untuk lingkungan baru. Atau mungkin karena giginya tante Oni udah ompong banyak jadi si bocah takut. Itu kan hal baru buat dia heheheh #upsss
Nga apa-apa adaptasinya step by step aja nak ya

#day8
#level7
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#bintangkeluarga
Belajar adaptasi lingkungan Read More

Minggu, 27 Agustus 2017

Hari bersama Kakek dan Nenek

Hari ini berasa banget perjalanan mudiknya. Sejam perjalanan udara banjarbaru makassar. Transit seharian di Makassar, tapi tetep masih jalan kesana kemari. Nostalgia ke kampus, kuliner asli makassar sampai malam tiba harus balik ke kampung lagi yang jarak tempuhnya sekitar 7 jam lewat darat. Dan lumayan medannya nga lurus mulu tapi bagai lagu ninja hatori mendaki gunung lewat di lembah. Dengan jasa angkutan yang nandingin F1 cara nyetirnya.hihihi lebaaay.

Konsep perjalanan jauh. Izz sudah lewati. Meskipun separuh perjalanan ia habiskan dengan tidur. Tapi selebihnya dia bisa menikmati kerlap kerlip lampu. Kali lain kita mulai perjalanan siang ya supaya Izz bisa melihat banyak pemandangan baru.

Hari ini saya review pertanyaan ke dia tentang rute perjalanan dan dijawab cukup indah. Mulai dari naik mobil di banjarbaru. Naik bis di bandara menuju pesawat. Trus naik taksi ke rumah di Makassar sampai akhirnya naik mobil lagi ke kampung halaman.

Kami sampai menjelang pagi. Si kakek sudah menunggu setia. Izznya sepanjang perjalanan tidur jadi sampai di rumah on fire. Kami yang encok pegel linu bak digoyang dalam kaleng wkwkwkw. Pagi ini kebetulan hari libur. Pasar ahad di kampung. Izz langsung di ajak neneknya dolan ke pasar.  Sepulang pasar dia dapat ole-ole makanan ringan dari teman-teman nenek yang bertemu di pasar. Katanya sempat merajuk juga di penjual buku minta dibelikan buku mewarnai.

Habis dari pasar main sama tante-tantenya. Terus bobok siang dan lanjut main bareng kakek. Hari ini judulnya adalah main bareng kakek dan nenek. Saya pensiun beberapa jam. Malah saat si bocah minta di gantikan celana karna basah kena air. Dianya malah manggil nenek. "Cama nenek saja" katanya. Huhuhu sakitnya tuh disini.

Wess nikmati kampung hijau nan dingin tanah kelahiran Ummi nak.

#day7
#level7
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#bintangkeluarga

Hari bersama Kakek dan Nenek Read More

Sabtu, 26 Agustus 2017

Ayo mudik

Perjalanan mudik kali ini lebih berwahana. Wahana lompat sana sini. 7 bulan yang lalu Izznya masih bisa di handle 2 orang. Sekarang jumpalitan kesana kemari. Sampai pihak bandara nemuin si Izz udah keluar pintu boarding. Saya ngejarnya ngos-ngosan. Bawa ransel dan tentengan yang lumayan plus hamil muda. Uwalaaah sedep bin ajib. Ditambah lagi penerbangan kali ini delay sejam. Jadinya si bocah susah nangkepnya wkwkwk. Tambah nano-nano dah rasanya.

Penerbangan ini sebenarnya sudah ditunggu-tunggu Izz. Karena dia sudha mulai mengerti definisi bepergian. Hampir tiap hari dia bertanya. Besok kita naik pesawat kan mii??.. Dan tiba hari yang ditunggu. Dianya antusias sekali. Sepanjang perjalanan berceloteh.

Bonus bagi kami berdua adalah karna dia sudah lulus TT. Jadi tiap mau pee atau puk pasti ngomong meskipun perjalanan kali ini dia pake popok. Kami dilarang ngomong. Take a pee disitu ajah nak kan pake pampers. Kalau sampai ngomong itu..kalah deh. Bisa back to zero lagi program TTnya hehehe.

Perjalanan kali ini dia juga sudah pede. Jalan kesana kemari. Periksa sana sini tanpa peduli abi umminya dimana. Menyapa anak seumurannya. Ikut berbagi snack sama anak yang lain

#day6
#level7
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#bintangkeluarga

Ayo mudik Read More

Kamis, 24 Agustus 2017

Belajar berkisah

Anak-anak siapa yang nga suka diceritain?? Didongengkan?? Plua pake suara emak emak yang walaupun tidak merdu tapi mau dan berusaha meniru tiap bunyi-bunyian yang ada dalam cerita. Suara hewan, suara monster, suara gunung meletus. Ibaratnya ring tone segala macam bunyi. Nagh saya jamin anak siapapun pasti suka. Termasuk anak saya.

Sejak kecil meskipun dia belum bisa bicara saya over acting aja di depannya buat cerita ini itu. Setiap saya ataupun suami ataupun siapapun yang bilang ke Izz. Mau diceritakan?? Dengan antusias Insya Allah dia akan menjawab. Iya...mau☺☺

Beberapa kali pun dia mulai mencoba asik dengan ceritanya sendiri.  Coba bercerita ala-ala dia. Kadang saya mencoba membangun cerita dan memintanya melanjukan. Ketika moodnya bagus..maka terciptalah sebuah alur yang lumayan apik untuk usianya hihihi. Hari ini moodnya lagi bersahabar. Cerita yang dikisahkan adalah seekor jerapah yang menangkap ikan di sungai
"Haaapp..kumakan kamu" katanya sambil membawa jerapah mendekat ke ikan
Lalu datang gajah membantu ikut makan ikan.
Hihihi seandainya di dunia nyata. Jerapah nga akan cukup makan dengan gajah hanya dengan seekor ikan hihihi

"Waah jerapahnya berbagi makanan ya"
"Iya mii..gajah lapang (lapar) juga"

Kesimpulan saya adalah. Untuk poin berkisah versi dia Izz cukup menikmati. Meskipun masih terkadang over dengan properti yang digunakannya.

#day5
#level7
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#bintangkeluarga





Belajar berkisah Read More

Rabu, 23 Agustus 2017

Meronce

Meronce adalah salah satu aktivitas yang recomended buat melatih fokus dan motorik anak. Si Izz suka sekali meronce menggunakan pipet. Pipet yang di tancapkan di gabus lalu di pilah dan pasang sesuai warna. Dan dia kurang senang meronce dengan tali. Mungkin masih berasa sulit untuk dia.

Hari ini dia menemukan kantongan meroncenya dan dibukalah si kantung. Berserakanlah di lantai huhuhu beresinnya bakal lama nih.
"Mau meronce kah nak?"
Si Izz diam dan ngambil sendiri tali ronce. Dan mulai meronce
"Warna kesukaan ummi dong"
"Hijau"katanya
"Siip"
Dan dimasukkanlah si hijau dengan dahi mengkerut. Tiap gagal si bocah teriak nangis. Huaaaahh. Uuh ternyata nga berubah. Sekitar 6 biji berhasil di ronce di tali dia lalu beralih ke lego. Hihihi fokus untuk ronce masih singkat ya nak??

#day4
#level7
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#bintangkeluarga

Meronce Read More

ke Mall buat nge date bareng LEGO

Salah satu mainan yang disukai si Izz adalah main lego. Walaupun di rumah ada mainan legonya sendiri. Tapi tetep doyan bahkan hingga hitungan jam main di bundaran lego sebuah gerai permainan di QMall. Mungkin anak-anak suka yang suasana bermain di mall yang warna warni dan luas. Jadi meskipun namanya sama-sama lego tapi beda tempat maka rasanya beda wkwkwk. Soalnya kalo di rumah Izznya main sambil hambur haurrr. Disini tiap ada lego keluar dari lubang bundaran tempatnya langsung dipungut dan dikembalikannya ke tempatnya. Ada lego terpental jauh...buru-buru deh dia kejar sampai dapat😜😜

Lego punya fungsi kematangan konsentrasi dan pembentukan definisi konsep bentuk, warna, ukuran, kesabaran dan kelenturan tangan. Lewat permainan ini tentunya melahirkan kebiasaan dan karakter positif buat anak kelak. Dan karna si Izz memang suka. Sesekali kami mengajaknya ke mall. Dan diapun ingat lokasi si lego dimana. Nga kebayang kalau suatu ketika pihak toko menghilangkan area bermainan lego free iniπŸ˜†πŸ˜†

#day3
#level7
 #tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#bintangkeluarga


ke Mall buat nge date bareng LEGO Read More

Senin, 21 Agustus 2017

TAGRAM

Baru bangun diapun teringat puzzel tagramnya. Awalnya saya nga niat mengenalkan benda ini takut rusak..belum waktunya tapi niat diurungkan begitu si bocah antusias tanpa kedipin mata saat si kotak dibuka. Manalah mungkin saya sampai hati memuseumkannya dulu. Maka jadilah dia tak ajari kisi-kisi merangkai para tagram.

Nagh pagi-pagi sudah masuk ke "laboratorium" little abid. Dikenalkan konsep bentuk, warna, fokus, sistem peredaran darah,rangka, pernafasan dll, motorik dan sensori.

Hari ini Izz harus telat mandi karna nyusun tagram. Selesai bongkar lagi..selesai bongkar lagi. Huhuhuh kelakuan telat mandi yang nga boleh di ditiru. Semoga next bisa lebih terkoordinasi mainnya. Dicakepin dulu baru deh bisa main sana sini.

#Day2
#level7
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#bintangdalamkeluarga


TAGRAM Read More

Minggu, 20 Agustus 2017

Ketika Izz berceloteh. "Mii Ing mau jadi astronot boleh?"😊😊

Pekan lalu si Izz setengah berlari menghampiri saya yang sedang duduk
"Mii mii ing padi (Izz Khafady) mau jdi astronot boleh?" disebutnya dengan cepat skali
"Apa nak??mau apa Izznya?"
"Ing mau jadi astronot boleh??" ulangnya lebih pelan
NYESsss...
"Waaah iya..tentu saja boleh"mata saya berkaca-kaca menjawab pertanyaannya wakru itu. Dan di balas pula dengan 2 jempol dari si Izz. Ciri khas ketika dia senang.
Entah bagaimana garis tanganmu dan qolam Allah SWT yang tertulis untukmu. Tapi hari ini Izz sukses buat ummi haru biru. Seketika saya merasa anak saya sudah besar..padahal masih batita. Umurnya baru 2,5 tahun.

Saat pulang ke rumah, saya ceritakan ke abinya dan si abi senyum simpul. Maka untuk mendukung kesukaannya itu. Si abi membukakan buku anak dari seri Confidence In Science "Apa saja Anggota Matahari?".
Keyboard Ipad yang sudah rusak diandaikan keyboardnya. Dan bukunya sebagai layar monitor. Jadi layarnya bisa berganti gambar tiap bukunya dibuka wkwkwkw.
"Katanya ummi Izz mau jadi astronot ya??"
"Iya bi"
"Nagh ayo kita baca buku tentang astronot dan luar angkasa. Mau?"
"Maaauu"
Detik berikutnya si Izz sudah kapling duduk di pangkuan abinya dan menikmati sajian kalimat dan gambar tiap lembar bukunya

Dan ternyata memang benar. Ketika anak-anak disodorkan sesuatu hal yang disenanginya. Maka dengan cepat informasi yang diberikan akan diserap. Hanya butuh kita sebagai orang tua mengarahkan dan tahu timing yang tepat untuk masuk ke ranah "on" nya.

Selain planet, roket dan teropong yang sebelumnya sudah kami kenalkan. Hari ini Izz berkenalan dengan beberapa kosakata seperti komet, asteroid, meteor, beberapa nama planet dll. Si Izznya paham??tentu saja secara detail tidak. Tapi saya percaya dengan "pendahuluan" seperti itu. Suatu saat dia akan bertanya lebih jauh lagi.

Cukup kita buka tangkup tudung saji sedikit maka kucingpun akan berlari mencicipi menu di dalamnya hihihi. Begitulah kira-kira😘😘. Eh kok malah sama kucing pengandainyaπŸ˜…πŸ˜…

#day1
#level7
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#bintangdalamkeluarga

Ketika Izz berceloteh. "Mii Ing mau jadi astronot boleh?"😊😊 Read More

Minggu, 13 Agustus 2017

aliran rasa game level 6

Saya sendiri tidak menganggap matematika itu sulit. Background keluarga saya lahir dari seorang ayah yang profesinya guru matematika. Ditambah kakak-kakak saya suka matematika. Membuat saya ikut arus dan suka matematika juga. Sampai pada akhirnya materi twntang matematika ini di post di kelas bunda sayang. Sayang baru berpikir. Akhh bener juga..selama ini banyak teman-teman saya menganggap demikian. Matematika itu sulit.matematika itu susah. Dan tak jarang guru matematika dilabeli killer. Ujung-ujungnya rata-rata nilai raport yang palinh rendah nilainya adalah matematika atau bahkan raportnya kebakaran alias dapat nilai merah. Ataukah ujung-ujungnya ngebolos kelas demi nga bertemu dengan gurunya.

Dan ternyata anak-anak seumuran Izz yang masih 2 tahunan bisa aja dicocol sama si matematika ini. Ya lewat aktivitas bermain kita sebagai orang tua memasukinya. Slama ini saya biasa mengajaknya bermain motorik ala-ala. Entah ini dari playdough buatan saya sendiri, membuat menarik dari bahan potonhan kayu sisa membuay rak si abi, mindahin air dari satu wadah ke wadah yang lain. Dan ternyata betul, aktivitas tersebut mengandung unsur matematika. Positifnya setelah mengikuti kelas ini. Saya setidaknya lebih kreatif. Bisa memikirkan pola bermain lainnya dan mengaitkannya dengan matematika. Dan amazing..apa-apa yang kedengarannya sulit jika dikemas dalam unsur bermain Insya Allah anak suka dan pengalaman saya sendiri si Izz minta nagih. "Lagi!" begitu katanya ketika saya membuatkan pola angka di kardus bekas.

#level6
#kuliahbunsayIIP
#aliranrasa
aliran rasa game level 6 Read More

Kamis, 03 Agustus 2017

Playdough

Karna exited banget dengan gunung berapi karya abinya. Izz semalaman begadang bermain bersama si gunung dan abinya. Umminya sudah ngacir duluan ke pulau kapuk. Isi tenaga buat besok. Nagh karenanya itu hari ini si Izz bangun kesiangan. Jam delapan.

Saya masih beberes di dapur ketika dia bangun manggil-manggil abinya keluar kamar.
"Mana abi ummi" teriaknya sambil menangis. Keliatannya efek bermain semalam ada gejala sisanya. Mungkin si Izz masih mau main dengan abinya.
"Kan abinya ke kantor nak. Cari ridho Allah"
Huaaah huAaahh
Tambah meledaklah nangisnya. Saya lalu merangkul dan menggedongnya. Mengajak ke halaman belakang. Sedikit teralihkan. Tapi sekitar 5 menit kemudian kembali ricuh
"Suruh abi pulang mii"teriaknya
"Waah kok gitu..kan abinya masih ada tugas di kantor"
"Ingg (Izz) juga ikut"
"Izz disini saja sama ummi..kalo izz ke kantor. Kasian ummi di rumah sendirian"
"Cama-cama mii"
"Nanti siapa yang masak. Kalau abi sama izz lapar nga ada yang bisa dimakan kalau ummi ikut juga"
Dialognya belum mampan. Balik ke halaman depan..dapat tukang sayur beli ini itu. Setelahnya kembali nangis
"Kita main sama-sama yuk. Mau main apa?"
"Sama abi saja miinyaaa..." rengek Izz
Saya bergegas mengambil tepung terigu buat bikin temptle bumbu tadinya hihihi..pewarna buatan dan meracik playdough. Diam-diam si Izz ikutan membantu. Dia ikut menyendokkan garam ke adonan..menuangkan minyak
"Kayak lapa (lava) gunung belapi mii..kan??. Ulalala masih ingat ajjah si gunung berapi
Tapi ternyata percakapannya nga melenceng ke arah gunung berapi si abi. Detik berikutnya dia malah asyik mencet adonan trus buat aneka ragam bentuk dari cetakan.
Alhamdulillah...aman.
Saya besegera membaea bayam..kacang panjang..labu ke dekatnya dan ikut memotong sayur sambil ngawasin dia main sendiri. Sesekali bertanya itu lagi bikin apa??itu bentuk apa??warnanya apa??yang ini lebih besar mana dari yang ini.

Dan tak terasa hingga jam 9.30. Si Izz masih sibuk dengan playdoughnya dan lupa mandi pagi.
"Tunggu dulu mii..ini dulu ya" begitu katanya bernegoiasasi

#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunwayIIP
#Iloveamath
#MatharoundUs

Playdough Read More

Letusan gunung berapi

Malam ini si abi ditodong bacakan buku Confidence In Science judul Bagaimana Letusan Gunung Berapi dan Gempa Bumi Terjadi??
Karna si ummi memang masih lebih unggul ketimbang abi dalam soal bacakan buku jadinya Izz kembali nodong. "Kita bikin gunung belapi abi"
"Oh oke"
Besegera si abi yang memang baru selesai merampungkan laporan kantornya membuat gunung ala-ala dari kertas. Kemudian kertas warna pink diremas dan disusun di atas puncak gunung. Ini pengandaian apinya katanya.
"Kita lakit(rakit) gunung kan?"seru Izz
"Iya..tunggu ini lagi proses pembuatan ya"
"Ada batu-batu keluang (keluar) juga dari cini bi..kayak ini bii" Izz menunjuk bukunya
"Iyaaa" si abi masih asik membuat gunung berapi
"Mana batunya bi..mana?"tagihnya lagi
Si abi langsung membuat printilan-printilan kecil dari kertas dan memberikannya ke Izz untuk ditabur di puncak gunung
"Waaah banyak..banyak batunya bi"
"Ada berapa batunya. Coba diitung"
"1..2..3..4..5..banyaaak abi"
"Banyaknya berapa?"
Hahahaha seru juga nonton dou lelaki ini berimajinasi

#tantangan10hri
#level6
#kuliahbunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Letusan gunung berapi Read More

Rabu, 02 Agustus 2017

Push pins


Mainan Izz kali ini agak ekstream😱😱. Ceritanya si Izz lagi bantu beberes meja dan lemari buku. Eeh ketemu sama push pins.
"Mii kita push pushh sini mii yaa" katanya sambil menunjuk gabus yang tertempel di dinding.
Sebelumnya dia memang terbiasa menempelkan hasil karyanya di gabus dinding menggunakan push pins.
"Nga usah dulu ya nak"
"Ini dulu miinya...ini dulu"katanya merengek. Dan saya luluh. Saya ambilkan gabus dan push pinsnya. Pekerjaan beberes terpaksa pending dulu. Soalnya kegiatan yang melibatkan benda sperti itu emang butuh pengawasan ekstra.

Tiba-tiba saya mengingat konsep angka. Yuks kita buat angka-angka pake push pins nak
"Yok" katanya segera. Entah dia paham atau nga hihihi
Saya lalu menggambar angka besar besar di kertas folio berwarna lalu menempelnya di gabus. Setelah itu meminta Izz menempel para pin it mengikuti garis pola angka. Dan ia melakukannya dengan segera..sukarela bin gembira. Uuuhh anak-anak kalau udah ada unsur bermain pasti deh gercep dikerjakan hihihi.

Hasil tempelannya meskipun kurang rapi karna nga dideret dengan seksama. Tapi sudah mengikuti garis dan hasilnya bisa membentuk angka kok hehehe. Selanjutnya kita sama-sama menyebutkan satu persatu angkanya. Untuk pengayaan saya coba menanyakan lewat puzzel knop. Yang ini angka berapa?? Angka nol mana??. Hasilnya lumayan. Hari ini dia berhasil mengidentifikasi angka nol dan satu hehehe. Saya random di pola yang di buat dan puzzel knopnya dua angka itu sudah bisa diindentifikasi. Memang 2 angka yang paling simple sih. Nga apa apa. Step by step. Besok kita coba angka 2 lagi ya nak. Semangat

#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunsayIIP
#IloveMath
#MathAroudUs

Push pins Read More

Selasa, 01 Agustus 2017

Roleplay si penjual apel

Hari ini saya drop. Beruntung suami ada d rumah pagi ini. Jadi bisa handle si Izz. Bisa ajak Izz main dan saya bisa istrahat sejenak. Meskipun suara bermain mereka di ruangan depan terdengar begitu nyaring sampai di dalam kamar.

Saya bisa menyimpulkan kalau mereka sedang bermain peran. Di sesi awal mereka berperan sebagai petani apel.
"Waah alhamdulillah..panen apel kita banyak. Ayok kita hitung sama-sama"
Izz terdengar bersorak melompat.
"Satu..dua..tiga...empat...lima..cepuluhhh"
"Heh??mana angka enamnya?"
Lalu mereka bersama-sama menghitung jumlah apel. Dab mengangkutnya pulang ke rumah katanya
"Izz bawa 3 dulu...abi juga 3"
"Kita ambing banyak-banyak kan" timpal Izz. Saya cuma senyum-senyum dalam kamar

Sesi berikutnya mereka menjadi penjual dan pembeli apel. Si Izz jadi penjual, abinya yang beli apel.
Jadi ceritanya mereka sudah panen apel. Tapi kok malah satu petani apelnya yg jadi pembeli ya hihihi
"Pak penjual apel...mau beli apel"
"Iyah" kata Izz
"2 ya"
"Iyah"
"Hitung donk"
"1...2...3.."
"Belinya 2 saja pak penjual apel. Coba itung ulang"
"1..2..
"Nagh 2 saja"
"Ini"
"Terimakasih"
"Cama-cama...abi mau beli lagi iya??"katanya lagi
"Oh iya boleehh..."

Saya nga tau betapa berantakannya settingan permainan mereka sampai tidak ada suara. Saya mengintip dan ternyata si penjual apel sudah tepar di dalam biliknya. Hihihi

#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunsayIIP
#ILoVeMath
#MathAroundUs
Foto ini saya ambil setelah suasana di luar terdengar hening. Eeeh penjual apelnya rupanya sudah tepar


Roleplay si penjual apel Read More

Senin, 31 Juli 2017

Yuks gambar pola angka 😊😊

Pengenalan angka kali ini saya membiarkan si Izz ikut menulis lewat pola. Tahap awal angka 1 sampai 3. Sambil lafalkan angkanya. Jadi, saya nyiapin wadah gambar pola dari kardus bekas yang bisa diselipin kertas biar si Izz bisa ngegambar pola. Lumayan hasilnya meskipun belum rapi dan angka 3 nya kadang putus-putus hihihi.
"Kita masukkan kecini mii"katanya mengulang permainan
"Iyah"
Dan lanjut lagi dah si bocah gambar pola

Pengenalan angka dilanjutkan dengan mencocokan puzzel angka dengan pola yang sudah di gambarnya sendiri. Yang ini mulus dikerjakan cepet. Setelah dilanjutkan uji coba lapal angkanya. Dirandom buat disebutkan satu persatu. Yang ini belum lulus 100%. Hihihi nga papa ya nak. Yang semangat lagi.

#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs


Yuks gambar pola angka 😊😊 Read More

Minggu, 30 Juli 2017

Saiko Logika

Bermain hari ini tentang memasangkan potongan puzzel, matching bentuk yang sama dengan benda-benda sekitar. Kami berdua memakai saiko logika untuk permainan kali ini, maklum si ummi lagi minim ide hihihi. Nga apa-apa ya (wualaaah) toh mainan ini edukasi kok. 1 mainan memadukan banyak keterampilan. Melatih koordinasi mata dan tangan, motorik, fokus, dan melatih pemecahan problem untuk anak. Nagh tugas saya adalah mensortir lembar tugas yang punya title sama. Dan cocok untuk level Izz.

Alhamdulillah level yang saya prediksi bisa diselesaikan dengan baik.
"Nagh ini buahnya terpotong nak, ada yang kurang kan. Jadinya nga lengkap. Yums kita cari potongan yang sama"
Izz lalu menggerakkan bulatan warna yang disesuaikan dengan warna pertanyaan ke kolom kanan (jawaban). Sebelumnya dia sudah paham aturan mainnya jadi saya hanya berfungsi jadi fasilitator sambil mengamati apakah levelnya sudah boleh dinaikkan.

#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Saiko Logika Read More

Sabtu, 29 Juli 2017

Ordinat

Bermain titik ordinat bisa jadi sesuatu yang menakutkan untuk anak sekolahan. Ketika mulai masuk ke bab persamaan kuadrat apalagi logaritma hehehe. Beruntung karna bapak saya adalah guru matematika jadi saya bisa boleh les gratis materi pengayaan ketika ada yang kurang dipahami. Dan berhubung karna saya bukan guru matematika...jadinya saya harus berusaha membangun kecintaan bermain matematika ke anak saya dengan metode fun.

Nagh ide dadakan ini muncul ketika si Izz minta main hotweels. Dan dia sendiri nga punya track mobilnya.
"Ayo ke mong (mall) mii...kita lunculkan mobingnya mii" katanya melengking
Heh mall???adduuh
Otak saya berpikir keras..bagaimana mendiamkan bocah ini ya?huhuh
Tiba-tiba saya melihat papan yang sudah di cat putih oleh si abi. Yang rencanakan bakal jadi rak di dapur. Saya lalu menarohnya di tengah meja belajarnya di atas karpet agar lebih aman. Kotak sepatu saya taroh di sebelah kanan lalu saya susun beberapa mainan mobilnya. Lalu saya ambil kursi plastik, beberapa mobil saya taroh di atas kursi dan sisanya di bawah kursi.

"Ayo kita main ordinat yok"kata saya ke Izz
"Bikin apa itu ummi?" Tanyanya lugu wkwkkwkw
"Nagh Izz berdiri disini. Ini luncuran mobilnya kan" saya membimbing Izz berdiri depan papan luncuran
"Tangan sebelah kanan yang mana"
"Ini"
Correct
"Tangan sebelah kiri"
"Ini"
Oke sip
Detik berikutnya saya sibuk meminta ini itu. Dan nampaknya mood anak ini sedang baik
"Nak..ayo kita luncurkan mobil kecil, berwarna orange yang ada di bawah kursi"
Hahahaaai dan dia bergegas mencari mobil yang dimaksud
"Meluncung kitaaaaa" teriaknya
"Sekarang mobil di sebelah kanan papan luncuran, warna purple"
Dia berlari ke area yang dimaksud.
Sekitar hampir 3 menit dia sibuk memenuhi permintaan saya dan menjawab titik ordinat yang saya maksudkan dengan benar. Menit berikutnya kendali ada di Izz .
"Mobil sendoknya meluncung..mobil moleng juga meluncung mau buat jalan...ada mobil ambulan bawa om sakit...ninuninuninu" saya terkekeh sendiri dengan ceritanya.

Yap konsep letak atas bawah, kiri kanan sebenarnya konsep dasar untuk ordinat dan koordinat. Semoga kedepannya pemahamannya lebih meningkat lagi ya nak

#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunsayIIP
#IloVeMath
#MathAroudUs

Ordinat Read More

Jumat, 28 Juli 2017

Bermain matematika, pemantapan konsep besar kecil

Hari ini kami bermain matematika lagi. Kali ini pemantapan konsep besar kecil. Ketika membandingkan sesuatu sebenarnya Izz sudah paham mana yang kecil mana yang lebih besar. Sudah bisa menyusun menara dari yang terbesar sampai yang terkecil. Tapi kali ini permainan kami sedikit mengkombinasikan motorik sensoriknya sambil memantapkan konsep matematika besar kecilnya #ciyeeee bahasana gaya banget😜😜

Okey. Persiapannya pake kardus bekas dan cat air. Jadi saya mengunting-gunting kardusnya dengan bentuk persegi, bundar dan segi tiga. Saya bentuk jadi beberapa bagian dari terbesar sampai kecil. Sesi ini sudah dapat bala bantuan dari si Izz. Karena saya pakai gunting yang nga available untuk dia jadinya tugas Izz hanya membantu memegangi kardus saja dan saya yang menggunting. Begitu saja dia suda bahagia banget. Sudah ngasih sumbangsih besar menurutnya. 
"Kita gotong loyong kan mii..Ingg bantu" begitu katanya hehehe

Next, waktunya mewarnai. Saya contohkan untuk mewarnai bentuk persegi yang paling kecil. Berharap berikutnya dia bisa melanjutkan untuk bentuk yang lebih besar. Iyah bener dikerja tapi nga tuntas wkwkwk. Dia keburu asik menyebutkan bentuk-bentuk kardusnya. 3 bentuk persegi lainnya memang berhasil di warnainya tapi nga full dan acakadut. Bentuk lain dicuekin. Nga apa-apa. Selebihnya asik menyebutkan warna cat airnya. 

Next waktunya kita mengurutkan dari terbesar hingga terkecil atau sebaliknya. Saya memulai dengan memberi intermesso perbandingan.
"Yang ini bentuk apa nak?"
"Cegitiga"
"Yang sama bentuknya yang mana ya"
Siipp done dikerjakan
"Yang segitiga ini mana yang lebih besar"
"Yang ini"
"Kalo persegi ini yang mana yang paling besar"
"Ini"
"Nagh kalo disuruh berbaris perseginya dari paling besar bagaimana?"
Awalnya dia naroh acak
"Ini katanya si persegi mau latihan berbaris nak. Tapi yang paling depan harus yang paling besar dan tinggi"
"Yang ini"
"Bisa di susun?"
"Bica..bica donk"
Lalu dia menyelesaikan dengan cepat. Tanpa disuruh bentuk segitiga dan bundarpun disusun dempetnya. 
"Waaah hebat..MasyaAllah"sorak saya
Dia tentu saja cengir kuda
Ye ye ye yee

#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs


Bermain matematika, pemantapan konsep besar kecil Read More

Kamis, 27 Juli 2017

Ayo bermain konsep bentuk

Mungkin bawaan cuaca yang tidak menentu. Hari ini si Izz pun ikutan bapil. Untung mood mainnya nga terganggu. Inisiatif sendiri si Izz ngambil mini boardbooknya. Ini salah satu first booknya. Makin kesini kalau nga dibaca biasanya jadi sarana main si Izz. Kadang bikin rumah-rumahan, jembatan atau bagasi buat mobil-mobilan. Anak-anak kalau bermain emang nga pernah main-main ya. Slalu ada ide kreatif dari kepala mungil mereka sendiri.

Nagh kali ini Izz membaca sendiri bukunya. Alias menywbutkan satu persatu gambar di mini booknya. Mulai dari animals,warna, angka dan huruf yang asal disebutnya sesuka hati hihhih, kemudian bentuk. Bagusnya karna ini memberikan contoh benda-benda yang sama bemtuknya. Misalkan roda bentuknya circle/bundar dst.
"Ini bundang (bundar) cepelti roda. Roda mobil takci..beng (bis)"urai Izz sendiri
"Ini oval..kayak telur..gitu kan" lanjutnya lagi. Saya tinggal ngasih penguatan dan apresiasi positif hihihi.

Selesai memilah milah para mini boardbook. Mainnya dilanjut buat nyusun buku-buku mini itu. Awalnya dia membuka bukunya dan membwntuk atap segitiga lalu di susun sampai tinggi.
"Apa itu nak?" Saya penasaran si Izz menyebut apa bentukannya kali ini
 "Gedung mii..ini gedung"
"Bentuknya apa itu ya"
"Gedung cegitiga yanh tinggiii cekali"jawabnya dengan muka serius
"Waaah bagus skali ya gedungnya"πŸ˜€πŸ˜€
Berikutnya dia menyusun mini boardbooknya jadi bentuk segi empat.
"Ini mau buat apa?"
"Kacung mii..(kasur ummi)"
"Ooohh kasur"saya mangut-mangut saja
"Buat bobok mii..Ing(Izz) nanti bobok cini"ungkapnya
Hihihi

Saya baru tau kalau proses bermainpun ternyata memang benar dan bagus banget buat nyelipin materi matematika yang have fun di dalamnya. Meskipun biasa saya lakukan tapi baru nyadar. Kalau yang saya tanamkan itu adalah sebuah konsep hihihi. Makasih IIP

#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunsayIIP
#IloveMath
#MatharoundUs

Ayo bermain konsep bentuk Read More

Rabu, 26 Juli 2017

Berhitung bersama color beans

Salah satu permainan favorit Izz adalah bermain color beans. Belum sampai bisa membentuk pila sesuai di buku petunjuknya. Tapi setidaknya sudah bisa membuat segi empat dan mobil ala imajinasinya.

Nagh kalo biasanya dia biasa belajar warna lewat bermain bersama color beans. Kali ini dia bermain berhitung. Memenuhi papan bermainnya dengan susunan color bean. Lalu memindahkan ke papan satunya lagi. Sambil berucap 1 2 3 4..setelah itu yellow orange wkwkwkw. Anteng pake mainan ini. Saya yang agak kurang enak badan terbantu dengan ini. Selain itu motoriknya jadi lebih terasah.

Belajar matematika bagi sebagian besar orang memang sulit. Bahkan sudah di cap sulit sebelum orang mempelajarinya. Ternyata dengan bermain dengan cara menyenangkan dia bisa melafalkan angka tanpa harus di dikte dari saya.

#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunsayIIP
#IloveMath
#MathAroundUs

Berhitung bersama color beans Read More

Selasa, 25 Juli 2017

Playing with evamat

Beberapa waktu yang lalu ketika saya membaca materi kelas bunda sayang IIP tentang belajar matematika untuk anak. Saya jadi senyum-senyum sendiri. Ternyata beberapa di antaranya sudah saya terapkan tapi ternyata saya juga pernah melakukan hal yang condong mencederai fitrah belajar anak. Misalkan saya pernah meminta duduk manis anak saya untuk menglapalkan angka-angka dari 1 sampai 10. Saat itu anak saya memang melakukan sesuai instruksi saya, menit berikutnya ngajir...saya tangkap lagi dudukan di kursi dan mulai melapalkan angka lagi. Ya Allah Ya Rabbi...ternyata ummi salah nak. Stop! sampai disitu. Semoga kedepannya lebih hati-hati lagi membersamai anak bermain dan belajar.

Nagh kali ini Izz meminta bermain dengan evamatnya. Akhir-akhir ini dia memang senang bongkar pasang evamat. Saya bantu membuat pila evamat persegi empat. Dan dia mulai memasangkan huruf-huruf kecil di evamatnya. Kalau sudah begini..saya tinggal mengawasi. Bisa nyambi pekerjaan yang lain hihihi.
"Ini kayak ulang (ular) mii" katanya berlari ke arah saya sambil menunjukkan huruf S
"Melilit dia..siung siung" (tangannya mencontohkan gerakan zigzag ala Izz)
"Waaah iya yaaa...seperti ular" dukung saya
Dia berlari lagi ke area evamatnya dan memasang huruf S
"Ini seperti pedang mii" katanya lagi. Yg dimaksudnya huruf t kecil kecil
"Gunung merapi" untuk huruf V
"Kue donat...angka nol.." untuk huruf O
Macem-macem imajinasinya yang kadang bikin saya berpikir oh iya ya..bener mirip wkwkwk.
Selesai terpasang semua. Dia lalu berlari mengeliling evamatnya sambil berucap 1 2 3 4 5 sampai 10. Kebiasaannya izz setelah berhasil sampai ke angka 10 dia akan melapalkan angka berikutnya bukan dari satu. Misalkan 2 3 4 dst atau start dari angka 2. Saya mulai menata untuk melapalkan dari angka 1. Sesekali dia sok english menyebutkan angka-angkanya. Hihihi

Bermain dan belajar hari ini ditutup dengan bermain peran tanpa instruksi. Dia mengambil sendiri tasnya.
"Mau kemana nak?"
"Inggnya (Izznya) mau ke cekolah dulu ya mii. Boleh?"
"Oh iya boleh donk. Hati-hati di jalan ya"
Dia lalu menciumi telapak tangan saya dan berbalik tersenyum.
Aakhh bocah 2 tahun ini serasa sudah anak SD saja. Kadang dia berucap ke saya mau sekolah di rumah saja sama ibu guru ummi. Lain waktu dia meminta mau sekolah sama kakak zidan (anak tetangga) kami.

#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahbunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Playing with evamat Read More

Minggu, 18 Juni 2017

kekuatan buku selalu emejingπŸ˜€πŸ˜€

Hari ini THR dari si abi datang. Abinya memilih memberikan smart hafidz untuk Izz. Sebelumnya kami sudah berembuk positif negatifnya. Sebenarnya negatifnya nga ada. Hanya saja mainan edukasi ini mengusung layar sebagai media penyampaiannya. Itu berarti kami harus memberlakukan screen time ataupun mendampinginya selama menggunakan smart hafidz.
Namanya anak-anak. Begitu smart hafiznya di on kan. Langsung ambil kursi belajarnya dan duduk manis
"Haping doll mii"
"Bukan nak..ini namanya smart hafiz"
"Mang haping"ulangnya mantap "ayo kita nyalakan ummi"
Detik berikutnya dia sudah asik dengan mainannya.
!£sipp..selesai pembahasan hafiz dan smarthafiz. Saya kembali ke project membaca keluarga. Kenapa saya bahas smart hafiz?? Karena benda ini. Kami bertiga bisa baca buku bersamaan. Izznya asik nyanyi doa harian. Kami bisa ikut mantau jadi pendamping kiri dan kanan. Ummi baca buku 'pandangan ulama masa lalu dan cendikiawan kontemporer tentang jilbab" karya Quraish Shihab. Buku ini dapatnya gratis pas event pertukaran buku nusantara kemarin. Terus si abi baca buku ensiklopedia Muhammad SAW hasil nitip ke kakak di event bbw kemarin. Dapat discon gede non jastip lagi wkwkwk.  Dan sayapun dibuat terkekeh oleh tingkah Izz ketika sedang bernyanyi. Giliran si smart hafidznya bernyanyi burung hantu..diambilnyalah bukunya yang ada gambar burung hantunya. "Naghh samakan". Nyanyi lagu ka'bah...iseng-iseng saya tes memorinya. Rupanya dia masih ingat kalau ka'bah dibangun oleh nabi ibrahim dan anaknya nabi ismail. Sampai di lagu paus..baitnya belum bahas nabi yunus. Isi kepalanya sudah bercelotih "kayak nabi yunung mii.."
MasyaAllah kekuatan memory anak memang keren. Dan membaca buku selalu bisa jadi sarana kece buat dicerna oleh memory. Kami main smart hafidz tapi buku tetap ikut dibuka dan dibaca di sampingnya. Sampai 20 menit berlalu..saya meminta untuk dimatikan dulu. Si bocah alhamdulillah patuh

#day3
#level5
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
kekuatan buku selalu emejingπŸ˜€πŸ˜€ Read More

ketika Izz mulai belajar berceritaπŸ˜€πŸ˜€

Pagi tadi sehabis mandi pagi. Anak izz langsung ubek-ubek sendiri rak bungunya. Biasanya sehabis mandi dia main diseputaran rumah. Tapi karena hari ini bangunnya telat...jam 9 lewat. Jadinya matahari sudah meninggi. Beruntung dia nga merengek main di luar tapi berinisiatif sendiri mengambil buku.
Kali ini buku yang dipilihnya judulnya I can say Masya Allah. Buku soft book belinya di kalsel book fair. Setelah mengambil buku lalu diajaklah saya ke meja belajarnya. Awalnya saya kira...Izz akan meminta saya untuk membacakan. Tapi Izz cuma nanya. Ini apa judulnya ummi??
"Judulnya I can say MasyaAllah...apa nak??
"MacaaAlloh mii"πŸ˜€πŸ˜€

Next izz sibuk buka-buka sendiri dan ngelasin isi per halaman berdasarkan imajinasinya.
Yaaa walaupun yang dijelasin kadang udah jaauuh dari isi buku. Hihihi. Wess diriku mendengarkan saja. Sesekali iseng bertanya buat uji imajinasinya. Sesi yang lumayan bikin gondok ngejelasin pas di halaman akhir. Seri buku lain kan ada gambarnya. Sementara Izz cuma punya seri I can say MasyaAllah. Dan menagihlah dia.
"Ingg juga suka ini.." tunjuknya
"Ooh kalau judul itu Izz belum punya nak"
"Ing mau baca yang ini"
"Kemarin kan Izznya cuma milih yang ini waktu beli di pameran. Ingat tidak??Izz lupa ya??
Dan sesi membacapun menjadi drama tangisan. Beruntung saya bisa membujuknya dengan mwmbacakan buku lain

#day2
#level5
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#fotthingtochangeImustchangefirst

ketika Izz mulai belajar berceritaπŸ˜€πŸ˜€ Read More

Jumat, 16 Juni 2017

karna finger print book

Main finger print itu ternyata menyenangkan. Hari ini izz baca buku activity. Nga sengaja duduk di kursi belajarnya ketemu bantalan stempel kantor si abi. Tak jauh dari bantalan stempel ada buku finger print. Pas dah..klop duo buku dan bantalan ini. Ayo kita baca buku mii...kata anak shaleh dan saya mengiyakan.

Pekan lalu kami dapat paketan buku finger print ini dan jadilah dieksekusi. Sambil tebak satu persatu nama hewannya lalu ikut buat hewannya dari sample buku menggunakan jempol tangan. Semua hewannya jadi warna ungu hihihi.

Next musti improvisasi pake cat air dan busa biar lebih berwarna.Dan lagi-lagi si pohon literasi belum di eksekusi. Nampaknya kami kekurangan plester. Wess semoga ntar sore bisa ke toko stationer beli plester dan sederajatnya. Oh iya...maen finger print ini dapat diseruput bertiga. Izz bisa baca buku (nunjuk nama gambar hewan tepatnya) dan motoriksensorynya tetep jalan. Jadi mainnya bertiga. Apa boleh ya di tulis di pohon literasi nantinya judul buku yang sama hehehe.

#day1
#gamelevel5
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#ForThingtoChangeIMustChangeFirst


karna finger print book Read More

Sabtu, 13 Mei 2017

Aliran rasa #4


Tantangan bunsay kali ini cocok banget buat kondisi saya dan anak. Anak saya masuk usia 2 tahun 3 bulan. Masa aktif-aktifnya. Selama mengikuti tantangan ini dan mengobservasi kegiatan belajar Izz lewat aktivitas hariannya saya bisa memahami sedikit demi sedikit walaupun masih dalam tahap meraba-raba. Karena kerap beberapa kali dia memperlihatkan tanda kecenderungan gaya belajarnya, esoknya pindah ke gaya belajar yang lain. Tantangan ini pun membuat saya lebih semangat karna suntikan dari teman-teman lainnya yang notabene punya anak lebih tua atau bahkan lebih dari segi jumlah ketimbang saya yang baru 1 heheheh. Pengalaman adalah guru yang baik kan.

Sedikit demi sedikit saya belajar dari teman-teman. Apalagi yang menurut survei harian saya ada kesamaan dengan anak saya. Untuk sementara saya mengkategorikan anak saya sebagai tipe belajar yanh visualkinestetik. Dia lebih paham sesuatu ketika diajak bergerak dan atau langsung ke TKP melihat sendiri yang dimaksudkan..yang diajarkan

#Aliranrasa4
#kuliahbunsayIIP
Aliran rasa #4 Read More

Sabtu, 06 Mei 2017

Edisi ke Masjid nebeng sama tetangga😘😘

Hari ini si abi tugas keluar kota. Tapi beruntung mahasiswa samping rumah seneng main sama anak-anak. Jadinya saya nga jadi teman main tunggal si anak shaleh. Yapp...menjelang sore Izz dan anak tetangga yang sudah 6 tahun main ke rumah mahasiswa samping rumah. Saya mengawasi dari jauh saja. Mereka rupanya sedang latihan baris berbaris. Keliatan dari gerakannya Izz cukup kooperatifπŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘ŒπŸ»
Menjelang ashar mereka berhenti dan Ibrahim, begitu nama si mahasiswa. Saya dan suami biasa memanggilnya 'Im' saja. Dia beranjak mengambil air wudhu dan diikuti Zidan (6thn). Izz diam mematung memandangi keduanya.
"Mau ke Masjid kah?"
"Inggih mba"
"Izznya mau ikut?" tanya saya ke Izz
"Tidak..tidak ummi"katanya sambil geleng kepala
"Kalau mau ikut ke Masjid. Ikut saja...sama ummi dibolehin kok"
Si bocah diam
"Mau?"
Lalu si bocah pasang senyum penakluk hatikuh.
Izz cium tangan dulu terus dianya ngacir duluan ke motor Ibrahim.
"Titip Izz ya"

Dan sayapun menunaikan shalat ashar. Setelah itu menunggu harap-harap cemas depan rumah. Begitu motornya keliatan di belokan jalan. Saya turun ke jalan depan. Menyambutnya dengan senang dan si Izz pun senang. Saya tanyakan bagaimana reaksinya di masjid. Si Ibrahim bilang..pinter kok...nga rusuh. Alhamdulillah.
Padahal biasanya kalo bareng kami suka teriak-teriak di Masjid. Katanya dia ikut si Zidan juga shalat. Hihihi semoga istiqomah belajarnya nak.

#day11
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayiip
Edisi ke Masjid nebeng sama tetangga😘😘 Read More

Jumat, 05 Mei 2017

Putri malunya sudah maluπŸ˜‚πŸ˜‚

Ceritanya nih baru nyampe rumah. Sekitaran jam 9 an gitu. Matahari mulai meninggi. Begitu turun dari motor..si bocah malah ngajir ke rumah di seberang.
"Putti malu ummi..."sahutnya kegirangan
Rumahnya belum di tinggali yang punya rumah. Rumputnya udah selutut dan memang ada tanaman 'putri malu' di halaman rumahnya. Saya menghampiri Izz yang sudah asik sentuh sana sentuh sini. Diajak masuk rumah nga mau.
"Masuk rumah dlu yuk...sore baru main putri malunya"
"Tidak..tidak..ini dlu Umminya" Saya coba menunggu sekitaran 5 menit. Nonton keasikan si bocah. Panas kota banjarbaru benar-benar menyengat. Saya mau angkat dan alihkan perhatiannya..alamat tangisnya pecah. Soale ekspresinya keliatan sekali sangat menikmati.
Baru 5 menit kemudian dia berhenti dan melapor ke saya
"Sudah ummi"
"Sudah??"
"Putti malunya cudah malu... semuanya cuda malu"πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
Woalaaah yang ini siapa yang ajari???
Jadi menurut Izz..ketika tanaman putri malunya disentuh dan menutup itu diartikan "malu" oleh si Izz.

#day9
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayiip

Putri malunya sudah maluπŸ˜‚πŸ˜‚ Read More

Kamis, 04 Mei 2017

Antara Banjarbaru dan Banjarmasin versi Izz

Bagi anak-anak lazimnya bepergian adalah sebuah wisata menyenangkan. Mereka bisa melihat hal lain dan beda dari yang biasa dilihat dikesehariannya. Izz usianya bulan ini masuk 2 thn 3 bulan. Dan jalan-jalan adalah salah satu hal yang disukainya.

Dan satu lagi...saya makij terpukau dengan daya ingat anak-anak. Saya tidak menyangka hasil asal ngoceh saya dikesehariannya, jelasin ini itu tanpa saya meminta dia paham...ternyata berbuah hasil.

Ceritanya nih. Tadi malam kami sama-sama baca buku Ensiklopedua Bocah Muslim seri Indonesiaku....nagh salah satu lembaran bukunya ada gambar peta kalimantan.

"Ini pulau kalimantan..ini ada minimarket" begitu kira-kira saya memulai percakapan di lembaran itu
"Bukan...bukan..bukan..."
"Terus apa donk namanya?"
"Pacang (pasar)"
"Pasar apa?"
"Teelapung (terapung)"
"Pasar terapungnya ada dimana?"
"Laut"πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ "naik ini tadi Ing (Izz) kan??. Naik kapang (kapal) yang ini Ing"
Jiaaah itu klotok anakku sayangg....
"Itu apa nama kotanya?"
"Lewat sini ummi...ciiiittt sssuuiing" sambil memperlihatkan arah jalannya si kapal (klotok)
"Banjar???"
"Banjarbaru"
"Ooh pasar terapungnya ada di banjarbaru ya?"
"Tidak" katanya tegas
"Jadinya dimana"
"Disinii" sambil nunjuk gambar floating market
"Oh iya..itu kotanya apa namanya"
"Banjalmacciiin!!"πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
Yeaaah asik jawabann betul nak.πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Meskipun dia belum tau beda klotok dengan kapal. Setidaknya ingatannya bisa membedakan antara banjarbaru dan banjarmasin.

Gaya belajar dengan visualisasi aktual selalu punya daya tarik tersendiri buat Izz

#day8
#level4
#Gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Antara Banjarbaru dan Banjarmasin versi Izz Read More

Rabu, 03 Mei 2017

Edisi mancing ikan

Ini kali kedua si nak shaleh di ajak ke kolam pemancingan. Ummi dan Abinya nga doyan amat sih mancing. Tapi kalo ditanya kesaya...mancing itu seru seru berhadiah. Saya jadi kepengen datang ke kolam pemancingan karna dulunya berhasil mecahin rekor dapat ikan tergede diantara tim kami (om Delon yang jago mancing, kakek sama Abi).

Nagh kalo di kolam pemancingan biasanya si Izz ikut abinya. 30 menit pertama mereka berhasil dapat seekor ikan mungil bangeet. Dan saya belum berhasil nangkap seekorpun. Dari jauh saya dengar teriakan Izz dan seruan gembiranya. Abinya ngasih kail ke Izz buat di angkat dan putar.
"Umminya...Ingg padi (Izz Khafady) mancing ikan miii" sambil nunjuk ikan di abinya.
"Waaah Izz nya pintar mancing ikan ya. Well done"
"Mantap umminya"😜😜😜

5 menit berlalu dia berceloteh lagi
"Abii mana ikannya abi?"
Lalu kemudian ngomong mau pulang saja.
"Tunggu kk Ibrahimnya selesai mancing dulu. Kita kan datang sama-sama. Abi juga blm selesai mancing ini.."
"Pulang saja abiii..kita pulaaangg..." hahaha nangis dah si bocah

Trus perhatiannya dialihkan dengan mengajari pasang umpan. Si bocah ogah. Dikasi kail pancingan..ogah juga. Dibawa ke tempat ikan hias...ogah juga. Padahal si Izz bisa betah berlama-lama kalo ada ikan hias. Sampai pada akhirnya abinya ngajak ke kolam ikan buat ngasih makan ikan mas. Baru dia bersorak.

Owalaah rupanya dia lebih memilih ngasih makanan ke ikan. Tabur..hamburr...byuurrr si ikan berlari ke arah remah-remah.

Sama seperti orangtua..bahkan lebih parah. Tingkat kosentrasi anak-anak seumuran Izz masih tergolong pendek. Pemaksaan kehendak justru bisa membuat karaktek egois. Beruntung ada kolam ikan mas disini.

Balik rumah..saya sempat nanya flashback pengalamannya hari ini
"Izz darimana tadi"
"Habis mancing ummi"
"Dapat apa disana..ayo cerita ke ummi"
"Dapat ikan ummi" lalu dia mempraktekkan gaya mancingnya
"Trus kasi makan ikan umminya" lagi-lagi dia mempraktekkan cara ngasih makan ke ikan masnya.
Funlearning di alam kali ini hasilnya variatif. Saya bisa menilai..ketika dia bermain di alam banyak yang ia serap..dengan metode yang bervariatif dan disertai gerakan dan contoh. Kinestetik dan visualnya lebih mantap dari gaya audio. Yoksss dikaji lagi. HamasaahπŸ’ͺπŸ’ͺ

#day8
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Edisi mancing ikan Read More

Selasa, 02 Mei 2017

Map of The World National Flag

Permainan ini namanya Map of The World National Flag. Tujuan permainannya adalah buat ngenalin ke anak-anak bendera dari berbagai negara. Tapi disamping itu..untuk anak-anak seumuran Izz yang baru 2 tahun..permainan ini fun banget. Boleh buat motoric playnya.
Buat melatih otot tangan nancap bendera biarpun nancapnya asal. Buat melatih mata liat lubang kecil buat nancepin tiang bendera. Soale lubangnya kecil hihih

Ikhtiar saya untuk mencari gaya belajar yang cocok dengan bocah ini adalah mengobservasi kegiatan hariannya. Aktivitas bermain baik outdoor maupun indoor. Nagh karena beberapa hari ini dia memang lagi kesensem dengan yang namanya peta..globe..pulau dll. Jadinya pas liat mainan ini jadi excited banget. Nancap sana nancap sini. Yang ditau cuma Indonesia dan Jepang. Berhasil nancap lagi.."Indonesia ummi..." teriaknya girang..atau kalo nga "Jepang ummu"😝😝😝

Yang membuat saya takjub di funlearningnya kali ini adalah. Ada sesi dimana dia menjejerkan bendera negara yang punya simbol sama. Misalnya bendera turkey,cuba,australia, algeria dll yang punya simbol bintang. Ataukah korea, brazil,jepang dan india yangbpunya bentuk bundaran di benderanya. MasyaAllah.

Dan lagi..esok harinya dia bermain dengan buku learning skill with ressanya seri buku harianku. Di sana ada lembaran target tentang berbagai bendera negara. Si Izz langsung memekik takjub dan menarik lengan saya.
"Ummi bendelaa...indonesia umminya...samakan...main-main Izz Khafady". Ceritanya dia ingin menyampaikan bahwa halaman ini ada benderanya yang sama dengan permainan mapnya tadi malam.

Dia berhasil merekam visual bendera tancapannya. Ingatan anak-anak memang selalu istimewa. Belum waktunya Izz mengenal bendera negara tapi untuk tau kalau negara itu punya bendera yang berbeda saya rasa sudah bisaπŸ‘ŒπŸ»πŸ‘ŒπŸ»πŸ‘ŒπŸ»πŸ’ͺ

#day7
#level4
#gayabelajaranak
#KuliahbunsayIIP


Map of The World National Flag Read More

Minggu, 30 April 2017

Belajar memecahkan telur

Si abi tiba-tiba request tumis telur mata sapi (eh udah betul nga ya namanya😜😜). Dan karna si abinya lagi ngerjain sesuatu hal jadinya Izz di boyong ke dapur buat bantu-bantu umminya. Terakhir dia diajari pecahkan telur, si bocah ogah. Nga bisa...ummi saja terus pernah juga sekali coba tapi telurnya nga pecah-pecah jadi nyerah. Nagh kali ini si ummi coba evaluasi kemampuannya. Apa iya??masih nga bisa??

"Mau bantu pecahkan telurnya nda?"
"Mau"
"Tau kan caranya" si bocah senyum-senyum saja dan mengulurkan tangannya menerima telur dengan penuh suka cita. Saya kemudian menyodorkan wadah plastik dan Izz mengambil sendok, duduk dan mulai memecahkan telur.  Dan yeayy alhamdulillah berhasil. Well done nakπŸ‘πŸ‘
Pengalaman kemarin lho yaa. Sedikit sedikit pake tissu..padahal telurnya belum pecah. Nagh yang ini telur sudah pecah bukannya nyari tissu buat lap eh malah di lap di bajunya sendiri. Tumben...biasanya kotor dikit minta cuci tangan.

Alhamdulillah geli geli sedepnya menghadapi telur udah hilang. Ntar di evaluasi di pertemuan selanjutnya ya. Menurut pengamatan saya...kali ini bisa berhasil karena setelah kejadian gagal kemarin. Saya kerap sounding cara membuka telur ketika si bocah turun ke dapur, tetap sounding step by stepnya. Plus langsung dipraktekkan. Audio dan visualnya jalan. Entah lebih berat kemana dia nangkapnya sampai bisa berhasil begitu.

Audio..visual..kinestetik atau apakah cara belajar dirimu anakku??meski belum kuat..kecenderungannya mulai kebaca. Semoga fitrah membersamaimu ngepas ya dengan metodenya biar makin jleb bin mantap hasilnya di pembentukan karaktermu kelak. Aamin

#day6
#level4
#gayabelajaranak
#Kuliahbunsayiip


Belajar memecahkan telur Read More

Sabtu, 29 April 2017

Berekspresi (lagi) bareng si Abi

Long weekend...waktunya eksekusi hajat si abu Izz buat bangku rak. Cuaca hari ini sedang tidak konsisten. Kadang panas kadang hujan. Akibatnya project ini nda bisa selesai tepat waktu. Tapi tak apalah...lanjut lain waktu ketika agenda si Abi lagi longgar. Yang penting project membersamai nak Izz tetap jalan. πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜˜

Surprise buat saya ketika melihat tingkahnya tadi. Izz paham mekanisme proses memalu, menjungkil paku dengan ujung palu ketika paku tidak tepat sasaran. Mengukur ala ala dengan siku lalu sibuk menandai lokasi target. Terakhir kami mengajaknya ikut serta dan berbaur dengan alat pertukangan ketika membuat rak pesanan Ummi di family project.
"Ukul (ukur) dulu..aakhh.." lalu mengambil siku dan polpen
"Punya Ing (Izz) itu abii..."
"Iya nak..sama-sama kita yah mengukurnya"
"Pinjam saja kan? Pinjam abi.."
😜😜😜
Keliatannya anak seumuran Izz memang pencontoh ulung..mesin foto copi handal, jadinya saya belum bisa menyimpulkan dengan pasti bahwa cara belajarnya adalah tergolong visual. Tapi ingatan dan tingkahnya hari ini membuat saya terharu. Daya ingat anak-anak memang selalu istimewa.

#Day5
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP



Berekspresi (lagi) bareng si Abi Read More

lego ih lego

Mungkin...bermain lego bagi anak-anak adalah permainan diminati no 2 setelah bermain airπŸ˜‚πŸ˜‚. Biasanya Izz anteng si mejanya kalo nga baca buku ya main lego. Selebihnya ngacir kemana-mana. Karena salah satu tingkahnya ini, maka untuk sementara saya mengkategorikan cara belajarnya sebagai kinestetik.

Seperti malam ini sudah sekitar sepuluh menitan dia asik dengan legonya tanpa tengok kiri kana cari saya. Biasanya ada apa-apa panggil ummi. Saya cukup mengawasinya dari balik dapur. Tapi beberapa menit kemudian..suasana mulai gaduh. Rupanya beberapa keping legonga terpental..kemudian jatuh di bawah kursi. Saya menawarkan pindah main di karpet tapi dia ogah

Lama-lama dia kesal harus bolak balik turun kursi mengambil lego yang jatuh. "Ummi saja..umminya saja yg ammbing(ambil)" begitu katanya dilanjutkan aksi meronta sendiri di kursi😜😜. Saya memberi jedah sampai dia berhenti sejenak dan menoleh ke saya. Tafsiran saya..mungkin si bocah bingung...lha kok umminya nga bereaksi hihihi. Saya membalasnya dengan senyum dan dia kembali nangisπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Lalu saya mengambil boneka tangan karakter Sali dan mengajaknya ngobrol.
"Kenapa kok nga lanjut main anak shalehnya??
Huhuhuhu aaakkh masih nangis rupanya
"Ini mau buat apa ya??boleh kakak sali bantu?"
"No..no..no tidak boleh. Punya aku itu bukan punya kk salih huhuhu" (drama yang ini asli bikin ngakak)
"Kk salih mau buat menara tinggi...Izz mau buat tangga kan. Ayok sama-sama" saya lalu menggerakakan tokoh Salih ke bawah kolong meja dan memunguti legonya. Beberapa detik berikutnya dia ikutan mungut hahahaha
Lalu kk salih yang masih dalam komando saya mulai merangkai lego. "Aku mau buat menara tingggiiiii sekali"
"Ing padi (Izz khafady) juga"
"Kita bikin menara sama-sama yak"
"Iyaah sama-sama kita tiga olang"πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Ketika suasana hatinya sedang baik bin lega. Maka apa yang dilihatnya dan diinstruksikan akan dilakukan. Apa gaya belajarnya cenderung ke audio atau visual?? Saya masih terus menggali. Ayuks nak semangat belajar bermainnya. πŸ˜‰πŸ˜‰

#Day4
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP



lego ih lego Read More

Jumat, 28 April 2017

Belajar lewat air

Hari ini si Izz bangun telat...malamnya begadang karena batuk. Huhuhu.... Tapi begitu bangun minta siram bunga. Ritual siram bunga berlangsung meriah. Dunia air memang miliknya anak-anak ya😌😌😌. Izz ini sampai baju piyama basah kekeuh mau siram bunga. Pindah ke halaman belakang siram kebun masih mau nambah lagi. Hari ini dia belajar membuat semburan air dari ujung selang. Gunanya untuk menyiram tanaman yang sulit dijangkau. Saya ajarkan lewat teori tapi dianya nga sabaran. Saya ajarkan lewat praktek langsung diambil alih.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
"Kita mandi yuks"
"Mandii hahahaha"
Nagh maen air pindah ke kamar mandi. Gayung kecil bola-bola ikut serta plus satu botol aqua. Yang terakhir ini di boyong dari dapur masuk kamar mandi, nda mau di lepas. Ternyata buat wadah isi air, gayung kecil-kecil diisi air terus dimasukkan kedalam botol Aqua. Hmmm saya cukup mengawasi. Lumayan sabar juga si Izz mengisi botolnya sedikit demi sedikit. Lipatan pakaian saya selesai karena aktivitas ini yeeeayy. Sekitar 3 kali dia mengulang sampai penuh baru kemudian dia cemplungin ke dalam baskom. Dan meledaklah tawanya begitu gelembung-gelembung keluar dari botol.
"Ada gembung mii..ada geleeembung(ini susah payah dieja)"
Ohh rupanya bunyi BLUK BLUUUK dari gelembung air yang menyita perhatiannya. Tiap bunyi bluk meledak pula tawa bahagianya. Hihihi anak-anak

Dan saya baru sadar.. Dari kegiatan semacam ini dia belajar. Bukankah Ibnu Majid yang sejak kecil ikut ayahnya mengarungi lautan dan pada akhirnya bisa menjadi ahli navigasi dan pelaut. Ibnu yunus yang menemukan bandul dan pada akhirnya digunakan sebagai pengukur waktu (heheheh ini bacanya di ensiklopedia bocah muslimnya Izz). Nagh rupanya hal itu berlaku juga buat anak kecil. Ilmunya nga melulu dari orangtua tapi mereka bisa menganalisa sediri dengan sederhana (aakhh sudah kepanjangan😁😁)

Kondisi bermain Izz sekarang boleh dibilang sama. Bermain air dan tanpa sengaja dia tau gelembung bisa tercipta dari ujung bibir botol lalu kemudian mengapung. Ataukah ketika menekan ujung selang maka air yang keluar akan menyembur lebih jauh. Kita yang sudah gede kan menganggapnya sepele. Padahal untuk anak-anak adalah hal baru.

Wess...hasil pengamatan hari ini. Izz menikmati belajar alamnya dan akhirnya jadi tau konsep sederhana mengapung dan gelembung. Ketika benda di atas air namanya mengapung..ketika di dasar wadah namanya tenggelam.
"Kalo bolanya bagaimana?" saya menunjuk bola plastik yang ikut mandi
"Apung umminya"
"Well done nak"πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ‘

#day3
#level4
#Gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP


Belajar lewat air Read More

Kamis, 27 April 2017

Mengenal warna

Sejak usianya 2 tahun. Kami berinisiatif membuatkan zona belajar untuknya. Zona belajar bukan dalam artian setiap aktivitas belajarnya dihabiskan disana. Tetapi peralatan belajarnya dan kegiatan yang membutuhkan kursi dan meja bisa dilakukan Izz disana.
Dua bulan berlalu...sejauh ini dia paham fungsi mejanya. Tetapi sejauh pengamatan saya. Kegiatan menggambar ataupun mewarnai kerap dianak tirikan sama si Izz. Dia lebih sering menghabiskan waktunya di meja belajar dengan permainan lain seperti bermain menyusun balok, belajar menempel, nyusul puzzel dll. Dia cepat menyerap pelajaran bermain bentuk, puzzel, membaca, angka, huruf tapi tidak untuk warna.
Seperti malam ini. Saya mengajaknya bermain warna dengan cat air. Awalnya saya menggambar bentuk oval di whiteboard
"Ovang..bentuk ovang (oval) ummi" tanpa dimintapun dia langsung berseru bentuknya oval. Saya mulai menggambar segitiga..dia pun langsung berseru "gitiga ummi..oke cocok"πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
"Nagh sekarang yuk kita gambar pake cat air ya"
Si Izz diam..pelan ngambil kuas. Saya mencontohkan bentuk oval dengan kuas dan memintanya mencobanya. Tapi yan
g dibuatnya garis putus-putus
"Bentuk apa itu?"
"Hujan lintik lintik ummi"
"Waah cantik skali hujannya...pinter ya Izznya bikin rintik-rintik. Nga mau coba bentuk oval??. Gampang lho...mirip telur ayam kan bentuk ovalnya" saya berceloteh panjang kali lebar.
Izz turun dari kursi dan mengambil box sortirnya. Dikeluarkannya berbagai bentuk di dalam. Diambilnya bentuk oval dan didekatkan ke gambar saya.
"Sama kan?" katanya senyum-senyum
"Iyah sama yah.ayo kita gambar bentuk yang sama"
"Ummi saja...ummi yg bica"
Detik berikutnya dia sibuk dengan box sortirnya dan ngoceh sendiri nama bentuk, sesekali bertanya ke saya "apa ini ummi?"

Ini bukan kali pertama saya mengenalkannya dengan warna. First learning..word..shapes dll biasanya saya kenalkan bersamaan. Tentunya melihat kemampuannya. Dan yang lambat lulus adalah pengenalan warna ini. Sampai tahap ini si Izz mantap mengenal warna "yellow kuning".

Mungkin metode saya masih kurang. Ataukah saya belum menemukan metode belajar yang pas buat Izz. Semoga tantangan kali ini bisa mengasah kemampuan saya mengenali metode belajarnya.

#day2
#level4
#gayabelajaranak
#KuliahbunsayIIP





Mengenal warna Read More