Beranda
It's Me
Awards
Chat Bloofers
Links

Minggu, 18 Juni 2017

kekuatan buku selalu emejingπŸ˜€πŸ˜€

Hari ini THR dari si abi datang. Abinya memilih memberikan smart hafidz untuk Izz. Sebelumnya kami sudah berembuk positif negatifnya. Sebenarnya negatifnya nga ada. Hanya saja mainan edukasi ini mengusung layar sebagai media penyampaiannya. Itu berarti kami harus memberlakukan screen time ataupun mendampinginya selama menggunakan smart hafidz.
Namanya anak-anak. Begitu smart hafiznya di on kan. Langsung ambil kursi belajarnya dan duduk manis
"Haping doll mii"
"Bukan nak..ini namanya smart hafiz"
"Mang haping"ulangnya mantap "ayo kita nyalakan ummi"
Detik berikutnya dia sudah asik dengan mainannya.
!£sipp..selesai pembahasan hafiz dan smarthafiz. Saya kembali ke project membaca keluarga. Kenapa saya bahas smart hafiz?? Karena benda ini. Kami bertiga bisa baca buku bersamaan. Izznya asik nyanyi doa harian. Kami bisa ikut mantau jadi pendamping kiri dan kanan. Ummi baca buku 'pandangan ulama masa lalu dan cendikiawan kontemporer tentang jilbab" karya Quraish Shihab. Buku ini dapatnya gratis pas event pertukaran buku nusantara kemarin. Terus si abi baca buku ensiklopedia Muhammad SAW hasil nitip ke kakak di event bbw kemarin. Dapat discon gede non jastip lagi wkwkwk.  Dan sayapun dibuat terkekeh oleh tingkah Izz ketika sedang bernyanyi. Giliran si smart hafidznya bernyanyi burung hantu..diambilnyalah bukunya yang ada gambar burung hantunya. "Naghh samakan". Nyanyi lagu ka'bah...iseng-iseng saya tes memorinya. Rupanya dia masih ingat kalau ka'bah dibangun oleh nabi ibrahim dan anaknya nabi ismail. Sampai di lagu paus..baitnya belum bahas nabi yunus. Isi kepalanya sudah bercelotih "kayak nabi yunung mii.."
MasyaAllah kekuatan memory anak memang keren. Dan membaca buku selalu bisa jadi sarana kece buat dicerna oleh memory. Kami main smart hafidz tapi buku tetap ikut dibuka dan dibaca di sampingnya. Sampai 20 menit berlalu..saya meminta untuk dimatikan dulu. Si bocah alhamdulillah patuh

#day3
#level5
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
kekuatan buku selalu emejingπŸ˜€πŸ˜€ Read More

ketika Izz mulai belajar berceritaπŸ˜€πŸ˜€

Pagi tadi sehabis mandi pagi. Anak izz langsung ubek-ubek sendiri rak bungunya. Biasanya sehabis mandi dia main diseputaran rumah. Tapi karena hari ini bangunnya telat...jam 9 lewat. Jadinya matahari sudah meninggi. Beruntung dia nga merengek main di luar tapi berinisiatif sendiri mengambil buku.
Kali ini buku yang dipilihnya judulnya I can say Masya Allah. Buku soft book belinya di kalsel book fair. Setelah mengambil buku lalu diajaklah saya ke meja belajarnya. Awalnya saya kira...Izz akan meminta saya untuk membacakan. Tapi Izz cuma nanya. Ini apa judulnya ummi??
"Judulnya I can say MasyaAllah...apa nak??
"MacaaAlloh mii"πŸ˜€πŸ˜€

Next izz sibuk buka-buka sendiri dan ngelasin isi per halaman berdasarkan imajinasinya.
Yaaa walaupun yang dijelasin kadang udah jaauuh dari isi buku. Hihihi. Wess diriku mendengarkan saja. Sesekali iseng bertanya buat uji imajinasinya. Sesi yang lumayan bikin gondok ngejelasin pas di halaman akhir. Seri buku lain kan ada gambarnya. Sementara Izz cuma punya seri I can say MasyaAllah. Dan menagihlah dia.
"Ingg juga suka ini.." tunjuknya
"Ooh kalau judul itu Izz belum punya nak"
"Ing mau baca yang ini"
"Kemarin kan Izznya cuma milih yang ini waktu beli di pameran. Ingat tidak??Izz lupa ya??
Dan sesi membacapun menjadi drama tangisan. Beruntung saya bisa membujuknya dengan mwmbacakan buku lain

#day2
#level5
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#fotthingtochangeImustchangefirst

ketika Izz mulai belajar berceritaπŸ˜€πŸ˜€ Read More

Jumat, 16 Juni 2017

karna finger print book

Main finger print itu ternyata menyenangkan. Hari ini izz baca buku activity. Nga sengaja duduk di kursi belajarnya ketemu bantalan stempel kantor si abi. Tak jauh dari bantalan stempel ada buku finger print. Pas dah..klop duo buku dan bantalan ini. Ayo kita baca buku mii...kata anak shaleh dan saya mengiyakan.

Pekan lalu kami dapat paketan buku finger print ini dan jadilah dieksekusi. Sambil tebak satu persatu nama hewannya lalu ikut buat hewannya dari sample buku menggunakan jempol tangan. Semua hewannya jadi warna ungu hihihi.

Next musti improvisasi pake cat air dan busa biar lebih berwarna.Dan lagi-lagi si pohon literasi belum di eksekusi. Nampaknya kami kekurangan plester. Wess semoga ntar sore bisa ke toko stationer beli plester dan sederajatnya. Oh iya...maen finger print ini dapat diseruput bertiga. Izz bisa baca buku (nunjuk nama gambar hewan tepatnya) dan motoriksensorynya tetep jalan. Jadi mainnya bertiga. Apa boleh ya di tulis di pohon literasi nantinya judul buku yang sama hehehe.

#day1
#gamelevel5
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#ForThingtoChangeIMustChangeFirst


karna finger print book Read More

Sabtu, 13 Mei 2017

Aliran rasa #4


Tantangan bunsay kali ini cocok banget buat kondisi saya dan anak. Anak saya masuk usia 2 tahun 3 bulan. Masa aktif-aktifnya. Selama mengikuti tantangan ini dan mengobservasi kegiatan belajar Izz lewat aktivitas hariannya saya bisa memahami sedikit demi sedikit walaupun masih dalam tahap meraba-raba. Karena kerap beberapa kali dia memperlihatkan tanda kecenderungan gaya belajarnya, esoknya pindah ke gaya belajar yang lain. Tantangan ini pun membuat saya lebih semangat karna suntikan dari teman-teman lainnya yang notabene punya anak lebih tua atau bahkan lebih dari segi jumlah ketimbang saya yang baru 1 heheheh. Pengalaman adalah guru yang baik kan.

Sedikit demi sedikit saya belajar dari teman-teman. Apalagi yang menurut survei harian saya ada kesamaan dengan anak saya. Untuk sementara saya mengkategorikan anak saya sebagai tipe belajar yanh visualkinestetik. Dia lebih paham sesuatu ketika diajak bergerak dan atau langsung ke TKP melihat sendiri yang dimaksudkan..yang diajarkan

#Aliranrasa4
#kuliahbunsayIIP
Aliran rasa #4 Read More

Sabtu, 06 Mei 2017

Edisi ke Masjid nebeng sama tetangga😘😘

Hari ini si abi tugas keluar kota. Tapi beruntung mahasiswa samping rumah seneng main sama anak-anak. Jadinya saya nga jadi teman main tunggal si anak shaleh. Yapp...menjelang sore Izz dan anak tetangga yang sudah 6 tahun main ke rumah mahasiswa samping rumah. Saya mengawasi dari jauh saja. Mereka rupanya sedang latihan baris berbaris. Keliatan dari gerakannya Izz cukup kooperatifπŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘ŒπŸ»
Menjelang ashar mereka berhenti dan Ibrahim, begitu nama si mahasiswa. Saya dan suami biasa memanggilnya 'Im' saja. Dia beranjak mengambil air wudhu dan diikuti Zidan (6thn). Izz diam mematung memandangi keduanya.
"Mau ke Masjid kah?"
"Inggih mba"
"Izznya mau ikut?" tanya saya ke Izz
"Tidak..tidak ummi"katanya sambil geleng kepala
"Kalau mau ikut ke Masjid. Ikut saja...sama ummi dibolehin kok"
Si bocah diam
"Mau?"
Lalu si bocah pasang senyum penakluk hatikuh.
Izz cium tangan dulu terus dianya ngacir duluan ke motor Ibrahim.
"Titip Izz ya"

Dan sayapun menunaikan shalat ashar. Setelah itu menunggu harap-harap cemas depan rumah. Begitu motornya keliatan di belokan jalan. Saya turun ke jalan depan. Menyambutnya dengan senang dan si Izz pun senang. Saya tanyakan bagaimana reaksinya di masjid. Si Ibrahim bilang..pinter kok...nga rusuh. Alhamdulillah.
Padahal biasanya kalo bareng kami suka teriak-teriak di Masjid. Katanya dia ikut si Zidan juga shalat. Hihihi semoga istiqomah belajarnya nak.

#day11
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayiip
Edisi ke Masjid nebeng sama tetangga😘😘 Read More

Jumat, 05 Mei 2017

Putri malunya sudah maluπŸ˜‚πŸ˜‚

Ceritanya nih baru nyampe rumah. Sekitaran jam 9 an gitu. Matahari mulai meninggi. Begitu turun dari motor..si bocah malah ngajir ke rumah di seberang.
"Putti malu ummi..."sahutnya kegirangan
Rumahnya belum di tinggali yang punya rumah. Rumputnya udah selutut dan memang ada tanaman 'putri malu' di halaman rumahnya. Saya menghampiri Izz yang sudah asik sentuh sana sentuh sini. Diajak masuk rumah nga mau.
"Masuk rumah dlu yuk...sore baru main putri malunya"
"Tidak..tidak..ini dlu Umminya" Saya coba menunggu sekitaran 5 menit. Nonton keasikan si bocah. Panas kota banjarbaru benar-benar menyengat. Saya mau angkat dan alihkan perhatiannya..alamat tangisnya pecah. Soale ekspresinya keliatan sekali sangat menikmati.
Baru 5 menit kemudian dia berhenti dan melapor ke saya
"Sudah ummi"
"Sudah??"
"Putti malunya cudah malu... semuanya cuda malu"πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
Woalaaah yang ini siapa yang ajari???
Jadi menurut Izz..ketika tanaman putri malunya disentuh dan menutup itu diartikan "malu" oleh si Izz.

#day9
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayiip

Putri malunya sudah maluπŸ˜‚πŸ˜‚ Read More

Kamis, 04 Mei 2017

Antara Banjarbaru dan Banjarmasin versi Izz

Bagi anak-anak lazimnya bepergian adalah sebuah wisata menyenangkan. Mereka bisa melihat hal lain dan beda dari yang biasa dilihat dikesehariannya. Izz usianya bulan ini masuk 2 thn 3 bulan. Dan jalan-jalan adalah salah satu hal yang disukainya.

Dan satu lagi...saya makij terpukau dengan daya ingat anak-anak. Saya tidak menyangka hasil asal ngoceh saya dikesehariannya, jelasin ini itu tanpa saya meminta dia paham...ternyata berbuah hasil.

Ceritanya nih. Tadi malam kami sama-sama baca buku Ensiklopedua Bocah Muslim seri Indonesiaku....nagh salah satu lembaran bukunya ada gambar peta kalimantan.

"Ini pulau kalimantan..ini ada minimarket" begitu kira-kira saya memulai percakapan di lembaran itu
"Bukan...bukan..bukan..."
"Terus apa donk namanya?"
"Pacang (pasar)"
"Pasar apa?"
"Teelapung (terapung)"
"Pasar terapungnya ada dimana?"
"Laut"πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ "naik ini tadi Ing (Izz) kan??. Naik kapang (kapal) yang ini Ing"
Jiaaah itu klotok anakku sayangg....
"Itu apa nama kotanya?"
"Lewat sini ummi...ciiiittt sssuuiing" sambil memperlihatkan arah jalannya si kapal (klotok)
"Banjar???"
"Banjarbaru"
"Ooh pasar terapungnya ada di banjarbaru ya?"
"Tidak" katanya tegas
"Jadinya dimana"
"Disinii" sambil nunjuk gambar floating market
"Oh iya..itu kotanya apa namanya"
"Banjalmacciiin!!"πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
Yeaaah asik jawabann betul nak.πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Meskipun dia belum tau beda klotok dengan kapal. Setidaknya ingatannya bisa membedakan antara banjarbaru dan banjarmasin.

Gaya belajar dengan visualisasi aktual selalu punya daya tarik tersendiri buat Izz

#day8
#level4
#Gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Antara Banjarbaru dan Banjarmasin versi Izz Read More

Rabu, 03 Mei 2017

Edisi mancing ikan

Ini kali kedua si nak shaleh di ajak ke kolam pemancingan. Ummi dan Abinya nga doyan amat sih mancing. Tapi kalo ditanya kesaya...mancing itu seru seru berhadiah. Saya jadi kepengen datang ke kolam pemancingan karna dulunya berhasil mecahin rekor dapat ikan tergede diantara tim kami (om Delon yang jago mancing, kakek sama Abi).

Nagh kalo di kolam pemancingan biasanya si Izz ikut abinya. 30 menit pertama mereka berhasil dapat seekor ikan mungil bangeet. Dan saya belum berhasil nangkap seekorpun. Dari jauh saya dengar teriakan Izz dan seruan gembiranya. Abinya ngasih kail ke Izz buat di angkat dan putar.
"Umminya...Ingg padi (Izz Khafady) mancing ikan miii" sambil nunjuk ikan di abinya.
"Waaah Izz nya pintar mancing ikan ya. Well done"
"Mantap umminya"😜😜😜

5 menit berlalu dia berceloteh lagi
"Abii mana ikannya abi?"
Lalu kemudian ngomong mau pulang saja.
"Tunggu kk Ibrahimnya selesai mancing dulu. Kita kan datang sama-sama. Abi juga blm selesai mancing ini.."
"Pulang saja abiii..kita pulaaangg..." hahaha nangis dah si bocah

Trus perhatiannya dialihkan dengan mengajari pasang umpan. Si bocah ogah. Dikasi kail pancingan..ogah juga. Dibawa ke tempat ikan hias...ogah juga. Padahal si Izz bisa betah berlama-lama kalo ada ikan hias. Sampai pada akhirnya abinya ngajak ke kolam ikan buat ngasih makan ikan mas. Baru dia bersorak.

Owalaah rupanya dia lebih memilih ngasih makanan ke ikan. Tabur..hamburr...byuurrr si ikan berlari ke arah remah-remah.

Sama seperti orangtua..bahkan lebih parah. Tingkat kosentrasi anak-anak seumuran Izz masih tergolong pendek. Pemaksaan kehendak justru bisa membuat karaktek egois. Beruntung ada kolam ikan mas disini.

Balik rumah..saya sempat nanya flashback pengalamannya hari ini
"Izz darimana tadi"
"Habis mancing ummi"
"Dapat apa disana..ayo cerita ke ummi"
"Dapat ikan ummi" lalu dia mempraktekkan gaya mancingnya
"Trus kasi makan ikan umminya" lagi-lagi dia mempraktekkan cara ngasih makan ke ikan masnya.
Funlearning di alam kali ini hasilnya variatif. Saya bisa menilai..ketika dia bermain di alam banyak yang ia serap..dengan metode yang bervariatif dan disertai gerakan dan contoh. Kinestetik dan visualnya lebih mantap dari gaya audio. Yoksss dikaji lagi. HamasaahπŸ’ͺπŸ’ͺ

#day8
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Edisi mancing ikan Read More

Selasa, 02 Mei 2017

Map of The World National Flag

Permainan ini namanya Map of The World National Flag. Tujuan permainannya adalah buat ngenalin ke anak-anak bendera dari berbagai negara. Tapi disamping itu..untuk anak-anak seumuran Izz yang baru 2 tahun..permainan ini fun banget. Boleh buat motoric playnya.
Buat melatih otot tangan nancap bendera biarpun nancapnya asal. Buat melatih mata liat lubang kecil buat nancepin tiang bendera. Soale lubangnya kecil hihih

Ikhtiar saya untuk mencari gaya belajar yang cocok dengan bocah ini adalah mengobservasi kegiatan hariannya. Aktivitas bermain baik outdoor maupun indoor. Nagh karena beberapa hari ini dia memang lagi kesensem dengan yang namanya peta..globe..pulau dll. Jadinya pas liat mainan ini jadi excited banget. Nancap sana nancap sini. Yang ditau cuma Indonesia dan Jepang. Berhasil nancap lagi.."Indonesia ummi..." teriaknya girang..atau kalo nga "Jepang ummu"😝😝😝

Yang membuat saya takjub di funlearningnya kali ini adalah. Ada sesi dimana dia menjejerkan bendera negara yang punya simbol sama. Misalnya bendera turkey,cuba,australia, algeria dll yang punya simbol bintang. Ataukah korea, brazil,jepang dan india yangbpunya bentuk bundaran di benderanya. MasyaAllah.

Dan lagi..esok harinya dia bermain dengan buku learning skill with ressanya seri buku harianku. Di sana ada lembaran target tentang berbagai bendera negara. Si Izz langsung memekik takjub dan menarik lengan saya.
"Ummi bendelaa...indonesia umminya...samakan...main-main Izz Khafady". Ceritanya dia ingin menyampaikan bahwa halaman ini ada benderanya yang sama dengan permainan mapnya tadi malam.

Dia berhasil merekam visual bendera tancapannya. Ingatan anak-anak memang selalu istimewa. Belum waktunya Izz mengenal bendera negara tapi untuk tau kalau negara itu punya bendera yang berbeda saya rasa sudah bisaπŸ‘ŒπŸ»πŸ‘ŒπŸ»πŸ‘ŒπŸ»πŸ’ͺ

#day7
#level4
#gayabelajaranak
#KuliahbunsayIIP


Map of The World National Flag Read More

Minggu, 30 April 2017

Belajar memecahkan telur

Si abi tiba-tiba request tumis telur mata sapi (eh udah betul nga ya namanya😜😜). Dan karna si abinya lagi ngerjain sesuatu hal jadinya Izz di boyong ke dapur buat bantu-bantu umminya. Terakhir dia diajari pecahkan telur, si bocah ogah. Nga bisa...ummi saja terus pernah juga sekali coba tapi telurnya nga pecah-pecah jadi nyerah. Nagh kali ini si ummi coba evaluasi kemampuannya. Apa iya??masih nga bisa??

"Mau bantu pecahkan telurnya nda?"
"Mau"
"Tau kan caranya" si bocah senyum-senyum saja dan mengulurkan tangannya menerima telur dengan penuh suka cita. Saya kemudian menyodorkan wadah plastik dan Izz mengambil sendok, duduk dan mulai memecahkan telur.  Dan yeayy alhamdulillah berhasil. Well done nakπŸ‘πŸ‘
Pengalaman kemarin lho yaa. Sedikit sedikit pake tissu..padahal telurnya belum pecah. Nagh yang ini telur sudah pecah bukannya nyari tissu buat lap eh malah di lap di bajunya sendiri. Tumben...biasanya kotor dikit minta cuci tangan.

Alhamdulillah geli geli sedepnya menghadapi telur udah hilang. Ntar di evaluasi di pertemuan selanjutnya ya. Menurut pengamatan saya...kali ini bisa berhasil karena setelah kejadian gagal kemarin. Saya kerap sounding cara membuka telur ketika si bocah turun ke dapur, tetap sounding step by stepnya. Plus langsung dipraktekkan. Audio dan visualnya jalan. Entah lebih berat kemana dia nangkapnya sampai bisa berhasil begitu.

Audio..visual..kinestetik atau apakah cara belajar dirimu anakku??meski belum kuat..kecenderungannya mulai kebaca. Semoga fitrah membersamaimu ngepas ya dengan metodenya biar makin jleb bin mantap hasilnya di pembentukan karaktermu kelak. Aamin

#day6
#level4
#gayabelajaranak
#Kuliahbunsayiip


Belajar memecahkan telur Read More

Sabtu, 29 April 2017

Berekspresi (lagi) bareng si Abi

Long weekend...waktunya eksekusi hajat si abu Izz buat bangku rak. Cuaca hari ini sedang tidak konsisten. Kadang panas kadang hujan. Akibatnya project ini nda bisa selesai tepat waktu. Tapi tak apalah...lanjut lain waktu ketika agenda si Abi lagi longgar. Yang penting project membersamai nak Izz tetap jalan. πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜˜

Surprise buat saya ketika melihat tingkahnya tadi. Izz paham mekanisme proses memalu, menjungkil paku dengan ujung palu ketika paku tidak tepat sasaran. Mengukur ala ala dengan siku lalu sibuk menandai lokasi target. Terakhir kami mengajaknya ikut serta dan berbaur dengan alat pertukangan ketika membuat rak pesanan Ummi di family project.
"Ukul (ukur) dulu..aakhh.." lalu mengambil siku dan polpen
"Punya Ing (Izz) itu abii..."
"Iya nak..sama-sama kita yah mengukurnya"
"Pinjam saja kan? Pinjam abi.."
😜😜😜
Keliatannya anak seumuran Izz memang pencontoh ulung..mesin foto copi handal, jadinya saya belum bisa menyimpulkan dengan pasti bahwa cara belajarnya adalah tergolong visual. Tapi ingatan dan tingkahnya hari ini membuat saya terharu. Daya ingat anak-anak memang selalu istimewa.

#Day5
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP



Berekspresi (lagi) bareng si Abi Read More

lego ih lego

Mungkin...bermain lego bagi anak-anak adalah permainan diminati no 2 setelah bermain airπŸ˜‚πŸ˜‚. Biasanya Izz anteng si mejanya kalo nga baca buku ya main lego. Selebihnya ngacir kemana-mana. Karena salah satu tingkahnya ini, maka untuk sementara saya mengkategorikan cara belajarnya sebagai kinestetik.

Seperti malam ini sudah sekitar sepuluh menitan dia asik dengan legonya tanpa tengok kiri kana cari saya. Biasanya ada apa-apa panggil ummi. Saya cukup mengawasinya dari balik dapur. Tapi beberapa menit kemudian..suasana mulai gaduh. Rupanya beberapa keping legonga terpental..kemudian jatuh di bawah kursi. Saya menawarkan pindah main di karpet tapi dia ogah

Lama-lama dia kesal harus bolak balik turun kursi mengambil lego yang jatuh. "Ummi saja..umminya saja yg ammbing(ambil)" begitu katanya dilanjutkan aksi meronta sendiri di kursi😜😜. Saya memberi jedah sampai dia berhenti sejenak dan menoleh ke saya. Tafsiran saya..mungkin si bocah bingung...lha kok umminya nga bereaksi hihihi. Saya membalasnya dengan senyum dan dia kembali nangisπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Lalu saya mengambil boneka tangan karakter Sali dan mengajaknya ngobrol.
"Kenapa kok nga lanjut main anak shalehnya??
Huhuhuhu aaakkh masih nangis rupanya
"Ini mau buat apa ya??boleh kakak sali bantu?"
"No..no..no tidak boleh. Punya aku itu bukan punya kk salih huhuhu" (drama yang ini asli bikin ngakak)
"Kk salih mau buat menara tinggi...Izz mau buat tangga kan. Ayok sama-sama" saya lalu menggerakakan tokoh Salih ke bawah kolong meja dan memunguti legonya. Beberapa detik berikutnya dia ikutan mungut hahahaha
Lalu kk salih yang masih dalam komando saya mulai merangkai lego. "Aku mau buat menara tingggiiiii sekali"
"Ing padi (Izz khafady) juga"
"Kita bikin menara sama-sama yak"
"Iyaah sama-sama kita tiga olang"πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Ketika suasana hatinya sedang baik bin lega. Maka apa yang dilihatnya dan diinstruksikan akan dilakukan. Apa gaya belajarnya cenderung ke audio atau visual?? Saya masih terus menggali. Ayuks nak semangat belajar bermainnya. πŸ˜‰πŸ˜‰

#Day4
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP



lego ih lego Read More

Jumat, 28 April 2017

Belajar lewat air

Hari ini si Izz bangun telat...malamnya begadang karena batuk. Huhuhu.... Tapi begitu bangun minta siram bunga. Ritual siram bunga berlangsung meriah. Dunia air memang miliknya anak-anak ya😌😌😌. Izz ini sampai baju piyama basah kekeuh mau siram bunga. Pindah ke halaman belakang siram kebun masih mau nambah lagi. Hari ini dia belajar membuat semburan air dari ujung selang. Gunanya untuk menyiram tanaman yang sulit dijangkau. Saya ajarkan lewat teori tapi dianya nga sabaran. Saya ajarkan lewat praktek langsung diambil alih.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
"Kita mandi yuks"
"Mandii hahahaha"
Nagh maen air pindah ke kamar mandi. Gayung kecil bola-bola ikut serta plus satu botol aqua. Yang terakhir ini di boyong dari dapur masuk kamar mandi, nda mau di lepas. Ternyata buat wadah isi air, gayung kecil-kecil diisi air terus dimasukkan kedalam botol Aqua. Hmmm saya cukup mengawasi. Lumayan sabar juga si Izz mengisi botolnya sedikit demi sedikit. Lipatan pakaian saya selesai karena aktivitas ini yeeeayy. Sekitar 3 kali dia mengulang sampai penuh baru kemudian dia cemplungin ke dalam baskom. Dan meledaklah tawanya begitu gelembung-gelembung keluar dari botol.
"Ada gembung mii..ada geleeembung(ini susah payah dieja)"
Ohh rupanya bunyi BLUK BLUUUK dari gelembung air yang menyita perhatiannya. Tiap bunyi bluk meledak pula tawa bahagianya. Hihihi anak-anak

Dan saya baru sadar.. Dari kegiatan semacam ini dia belajar. Bukankah Ibnu Majid yang sejak kecil ikut ayahnya mengarungi lautan dan pada akhirnya bisa menjadi ahli navigasi dan pelaut. Ibnu yunus yang menemukan bandul dan pada akhirnya digunakan sebagai pengukur waktu (heheheh ini bacanya di ensiklopedia bocah muslimnya Izz). Nagh rupanya hal itu berlaku juga buat anak kecil. Ilmunya nga melulu dari orangtua tapi mereka bisa menganalisa sediri dengan sederhana (aakhh sudah kepanjangan😁😁)

Kondisi bermain Izz sekarang boleh dibilang sama. Bermain air dan tanpa sengaja dia tau gelembung bisa tercipta dari ujung bibir botol lalu kemudian mengapung. Ataukah ketika menekan ujung selang maka air yang keluar akan menyembur lebih jauh. Kita yang sudah gede kan menganggapnya sepele. Padahal untuk anak-anak adalah hal baru.

Wess...hasil pengamatan hari ini. Izz menikmati belajar alamnya dan akhirnya jadi tau konsep sederhana mengapung dan gelembung. Ketika benda di atas air namanya mengapung..ketika di dasar wadah namanya tenggelam.
"Kalo bolanya bagaimana?" saya menunjuk bola plastik yang ikut mandi
"Apung umminya"
"Well done nak"πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ‘

#day3
#level4
#Gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP


Belajar lewat air Read More

Kamis, 27 April 2017

Mengenal warna

Sejak usianya 2 tahun. Kami berinisiatif membuatkan zona belajar untuknya. Zona belajar bukan dalam artian setiap aktivitas belajarnya dihabiskan disana. Tetapi peralatan belajarnya dan kegiatan yang membutuhkan kursi dan meja bisa dilakukan Izz disana.
Dua bulan berlalu...sejauh ini dia paham fungsi mejanya. Tetapi sejauh pengamatan saya. Kegiatan menggambar ataupun mewarnai kerap dianak tirikan sama si Izz. Dia lebih sering menghabiskan waktunya di meja belajar dengan permainan lain seperti bermain menyusun balok, belajar menempel, nyusul puzzel dll. Dia cepat menyerap pelajaran bermain bentuk, puzzel, membaca, angka, huruf tapi tidak untuk warna.
Seperti malam ini. Saya mengajaknya bermain warna dengan cat air. Awalnya saya menggambar bentuk oval di whiteboard
"Ovang..bentuk ovang (oval) ummi" tanpa dimintapun dia langsung berseru bentuknya oval. Saya mulai menggambar segitiga..dia pun langsung berseru "gitiga ummi..oke cocok"πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
"Nagh sekarang yuk kita gambar pake cat air ya"
Si Izz diam..pelan ngambil kuas. Saya mencontohkan bentuk oval dengan kuas dan memintanya mencobanya. Tapi yan
g dibuatnya garis putus-putus
"Bentuk apa itu?"
"Hujan lintik lintik ummi"
"Waah cantik skali hujannya...pinter ya Izznya bikin rintik-rintik. Nga mau coba bentuk oval??. Gampang lho...mirip telur ayam kan bentuk ovalnya" saya berceloteh panjang kali lebar.
Izz turun dari kursi dan mengambil box sortirnya. Dikeluarkannya berbagai bentuk di dalam. Diambilnya bentuk oval dan didekatkan ke gambar saya.
"Sama kan?" katanya senyum-senyum
"Iyah sama yah.ayo kita gambar bentuk yang sama"
"Ummi saja...ummi yg bica"
Detik berikutnya dia sibuk dengan box sortirnya dan ngoceh sendiri nama bentuk, sesekali bertanya ke saya "apa ini ummi?"

Ini bukan kali pertama saya mengenalkannya dengan warna. First learning..word..shapes dll biasanya saya kenalkan bersamaan. Tentunya melihat kemampuannya. Dan yang lambat lulus adalah pengenalan warna ini. Sampai tahap ini si Izz mantap mengenal warna "yellow kuning".

Mungkin metode saya masih kurang. Ataukah saya belum menemukan metode belajar yang pas buat Izz. Semoga tantangan kali ini bisa mengasah kemampuan saya mengenali metode belajarnya.

#day2
#level4
#gayabelajaranak
#KuliahbunsayIIP





Mengenal warna Read More

Rabu, 26 April 2017

Yuks kenalan dengan Globe

Hari ini jadwal ke perpustakaan anak. Dan rencana buat kartu anggota. Alhamdulillah terlaksana, sebelumnya slalu saja ada trouble jadi kepending. Per hari ini kami bisa minjam buku-buku di perpustakaan.
Seperti biasa, ketika Izz diajak ke perpustakaan. Dianya selalu sueneng ruar biassa. Tapi kali ini beda..si bocah masuk sendiri tanpa nunggu kami. Menuju ke meja penjaga...salim ibu penjaga perpustakaan. Lalu keliling cari buka dan wodden toys. Wakakaka bocahku sudah dewasa.
Hari ini perpustakaan lagi absen kunjungan anak-anak PAUD maupun TK. Jadi si Izz lebih leluasa berekspresi ria. Kali ini dia tertarik dengan globe, peta dunia.
"Nagh..sekarang ummi tanya. Izznya tinggal di mana ya?"
"Di kalimantan umminya..."
"Well done...di pulauuu kalimantan ya" ulang saya
"Kalau kk khanza tinggal di pulau apa nak?"
"Di jatarta ummi"
😝😝😝
"Pulau jawa nak. Jakarta itu kotanya"
"Jatartaaaa" sambil nunjuk asal ke globe
"Jawa nak" eh ini kok malah berdebat
Selanjutnya buka atlas. Biar bisa lihat lebih jelas. Si Izz sampai tahap ini memang paham yang gambar berkelok kelok aneka ragam di buku itu namanya peta. Tapi melihat si peta nempel di bola gede dirinya langsung berucap. Wuaaaah....

Dari sini saya paham..ketika sebelumnya saya mengalami hal-hal yang sama. Misalnya si Izz baca buku tentang kunjungan ke rumah sakit. Dan pada hari yang lain kami benar berkunjung ke rumah sakit. Dengan sendirinya dia akan berceloteh.."itu om dokter" atau "ini obat..seperti di buku Ingg(Izz) kan". Dan sejak beberapa peristiwa seperti itu terulang. Saya belajar dan mulai menerapkan dalam tahap perkembangannya. Ketika mengedukasi Izz dengan buku...ada waktu lain kami benar-benar memperlihatkan situasi, benda,profesi dalam keadaan nyata. Dengan begitu dia lebih cepat mencerna maksud dan tujuannya.

Pulang dari perpustakaan daerah kami menghadiahinya 4 buku pinjamanπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„. 2 buku flip flap...satu buku kisah nabinya rumah pensil dan satu lagi first learning. Keren-keren koleksi pustarda. Semoga kedepannya terus berbenah yah...

#tantanganhari1
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP


Yuks kenalan dengan Globe Read More

Sabtu, 15 April 2017

Aliran rasa materi #3


Bismillahirrahmanirrahim...

Project level 3 kali ini lebih menantang dari sebelumnya. Setelah melewati dengan tertatih-tatih akhirnya masuk di level 3. Tugas kali ini adalah membuat family project. Alhamdulillah saya sudah kembali ke banjarbaru setelah recovery dari typoid dan tugas sebelumnya pun dirapel dan nitip post ke mba Erie, teman kelas di bunsay.

Berbeda dengan tantangan sebelumnya. Ketika kisi-kisi soal level 3 ini mulai keluar. Saya langsung mengajak suami berdiskusi. Waktu itu saya langsung me-paste tugas saya lewat WA ke suami. Dan minta beliau ngelist apa aja yang bisa dilakukan dan yang terpenting Abu Izz pun ikut ambil bagian di dalamnya. Waktu itu abi cuma menulis 2 poin dan saya menambahkan hingga hampir 20 poin dan langsung di "iya" kan.
"Jangan iya- iya aja ya bi...harus ikut lho"
"Beres"
Esok harinya abi langsung mengajak untuk mulai melakukan list pertama.
"Ayok mi..yang mana nih kita eksekusi" katanya. Padahal waktu yang ditentukan buat memulai bukan hari itu wkwkwkkw

Yaapp...tantangan project family kali ini membuat saya terbantu sekali menjaga Izz. Saya nga sangka suami saya bersemangat sekali. Paksu kerap menanyakan proyek apa lagi hari ini?? Atau sudah berapa yang kita eksekusi Ummi??..
Sebenarnya kami bertiga terbiasa melakukan apa-apa bertiga. Tapi saya pribadi..ketika menuangkannya ke dalam bentuk tulisan, kok menjadi 'beda'. Serasa ada nyawa dan apa yang kami lakukan lebih bernilai. Tantangan kali ini pun saya 'post' di Facebook. Dan beberapa teman saya kemudian inbox, ngasih komentar positif. Setidaknya hal tersebut menjadi tenaga penyemangat buat saya bahwa yang kami lakukan adalah benar dan bernilai positif di mata orang lain. Sisi positif lainnya bagi kami adalah hal seperti ini menjadi 'candu' tersendiri. Kami jadi ketagihan. Bahkan ada sesi dimana kami berbagi kotak nasi di hari Jum'at, setelah saya post di FB. Beberapa teman saya kemudian inbox untuk ikutan bantu lewat dana. Bahkan seorang senior saya di kampus yang saya kenal wajah saja tetiba ikutan inbox dan transfer sejumlah uang project berbagi selanjutnya. Alhamdulillah..alhamdulillah. Saya melaporkan hal tersebut kesuami saya dengan mata berkaca-kaca. Sungguh Allah itu Maha Dekat.

Saya pun terbantu sekali dengan improvisasi abinya di berbagai celah. Ketika satu list terpending atau bahkan harus di remove, abi bisa seketika menggantikannya dengan tema berbeda tapi tujuan yang sama. Suami saya tipikel laki-laki pendiam..saya nga sangka dia bisa maksimal dan jadi pimpro hampir di seluruh project family kami. Jazakillah khair paksu😘😘😘.

Kegiatan family project inipun memberi celah untuk kami saling memahami satu sama lain. Bahwa porsi mendidik anak itu ada mungkin berbeda karena saya yang notabene seharian di rumah, akan tetapi 'hutang' membersamai suami untuk putra kami betul-betul terbayar lewat kegiatan keluarga seperti ini.

Semoga tantangan kelas bunda sayang berikutnya semakin bisa dinikmati dan diapresiasi positif. Aamiin

Banjarbaru,
Aliran rasa materi #3 Read More

Sabtu, 08 April 2017

Izz sang nakhodaπŸ˜‡πŸ˜‡

Bismillahirrahmanirrahim...

Hari ini si Izz main buku stiker tentang seaside. Ludes hewan laut dan pernak perniknya ditwmpel di buku. Si Izz nagih lagi. Wallahh. Biasanya ketika.dia tertidur saya mencabut kembali stiker yang ditempelnya di buku ke lahan sebelum para stiker di tempel karena memang stikernya reuseable. Dan itu tanpa sepwngetahuan Izz. Tapi kali ini saya gigit jari bin mati kutu. Karna si bocah masih mau tempel tpi stikernya sudah habis ihihih. "Mana lagi ummi..huaaaaahhh huaaaah". Dan tangispun pecah.

Si abi akhirnya turun tangan. Saya mundur teratur. "Siapa yang mau jadi nakhoda kapal??"kata abinya lantang. Si anak berhenti sejenak meneliti abinya. "Ayok kita jadi nakhoda kapal". Menit berikutnya Izz menghapus air matanya sendiri dan mengambil posisi di pangkuan abinya. Abi meminta kertas dan gunting. Lalu mulai membuat sebuah kapal. Kapalnya komplit dengan nakhoda dan tiang layarnya. Kali ini Izz kebagian merancang tiang layar. Sepertinya motoric play "menggulungnya" semakin terasah. Terakhir kali saya mengajaknya menggulung adalah ketika membuat kue di family project beberapa hari yang lalu.

Kali ini dia dipercayakan abinya untuk menggulung kertas dan dijadikan tiang kapal. Hasilnya tidak mwngecewakan wkwkw. Setelah jadi si abi lalu membuka halaman buku stikernya yang ada hamparan lautan. Jadi ceritanya cuaca hari ini di laut sangat indah dan cerah, sebuah kapal dengan tiang yang tinggi dan dinakhodai Izz sedang melaju😁😁😁. Dan si Izz menyambut prolog abinya dengan meluncurkan kapalnya dengan semangat. "Wuuzzz whuzzz" katanya. dan saya kebagian nyumbang PROK..PROOK saya. Project ini saya namakan "Izz sang nakhoda". Dengan terlaksananya project ini,sekaligus ngasih saya jawaban buat mereview kemampuan motorik anak Izz. Trimakasih abi untuk kreasinya.

#tantanganhari15
#level3
#myfamilymyteam
#kuliahbunsayII


Izz sang nakhodaπŸ˜‡πŸ˜‡ Read More

Jumat, 07 April 2017

Ketika Nenek dan tetangga jadi team work "berbagi"

Bismillahirrahmanirrahim...

Hari ini project berbagi berulang. Yang beda hari ini karena tim kami bukan kami bertiga saja. Tapi berenam. Di rumah saya sangat terbantu dengan kehadiran nenek dan saudara saya. Selepas subuh kami bertiga masak dan dilanjutkan packing. Selesainya lebih cepat sejam dari biasa ketika saya mengerjakan sendirian hihihi. The power of team memang kece yaaa..nga salah Allah SWT menciptakan kita berpasang-pasangan (hihihi ini keluar alur nih tema ceritanya). Wees lanjuttt...Saat mengantar keliling pun saya terbantu dengan tetangga yang mau jadi volunteer. Jadi tim mereka (nenek dan tetangga) menyisir martapura. Sementara tim kami (saya,abi dan Izz) menyisir area Ahmad Yani.

Yang berbeda lagi...adalah, biasanya kami mendudukkan Izz di boncengan depan dan sesekali meminta dia memberi makanan. Tapi kali ini saya mengajaknya turun dari boncengan motor dan berjalan sendiri memberi kotak nasinya. Ada hal lucu yang terjadi. Ketika Izz memyerahkan kotak nasi ke salah satu penderita tunanetra. "Ini om"sahutnya lirih..kemudian di ulang lagi. Si omnya belum bereaksi. "Ini om eeee!!"katanya lebih nyaring. Baru si om meraba raba dan meraih kotakannya. Nagh kami punya kesempatan dan celah masuk untuk menjelaskan ke Izz tentang kekurangan dan keterbatasan setiap manusia. Serta kelebihan yang dikarunia Allah SWT. Seperti bapak pengamen yang buta tapi punya suara aduhai...layak di adu di kontes bernyanyi sepertinya. Si Izz diam menyimak. Saya nga tau dia paham atau tidak..setidaknya ini menjadi ikhtiar saya bahwa lambat laun dia akan paham.

Refleksi kali ini pun seru karena melibatkan nenek dan tetangga. Katanya si nenek rasanya dia damai setelah pulang berbagi "andai di kampung banyak target, rasa rasanya saya juga mau..karna sudah pensiun juga". Si mahasiswa di sebelah rumah yang kebetulan laki-laki berceloteh. "Andai saya bisa masak mba, saya juga kepengen coba berbagi". Hmm next saya bakal manfaatkan dirimu lagi (yang ini cukup dalam hatiπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚). Dan ramailah refleksinya dengan menyebutkan target masing-masing. Tadi kami ketemu yang di perempatan..bla bla bla. Trimakasih abi sudah diantar ke pasar dan ditemani menyisir jalan. Trimakasih nenek...trimakasih marni...sudah membantu saya memasak. Trimakasih ibrahim..karna sudah mengantar nenek menyisir area martapura. Trimakasih Izz karna exited dan tidak mengeluh ketika diajak menyisir jalan sambil bawa kotakan. Smoga Allah SWT selalu menambahkan kebaikan padamu nak. Aamiin

#tantanganhari14
#level3
#Myfamilymyteam
#kuliahbunsayIIP

Ketika Nenek dan tetangga jadi team work "berbagi" Read More

Kamis, 06 April 2017

Hasrat menyiram bungaπŸ˜„πŸ˜„

Bismilahirrahmanirrahim...

Hari ini si Izz mengeluarkan 1 set blender dari dapur. Dua kali bolak balik dia membawa dengan gigih.
"Lho..blendernya untuk apa?"
"Ini dulu ummi ini dulu"katanya sambil menunjuk blender
"Mau apa??"
"Macak dulu umminyaaa..."
"Kan sudah tadi...blendernya berbahaya lho..tajam..ada pisaunya"
"Ini dulu ummi ini dulu" katanya lagi...kali ini dengan mata berbinar dan benteng pertahanan saya luluh. Saya memisahkan pisau blender dari jangkauannya dan ikut menata set blender.
"Ini kompornya mi...ayo ummi" Izz menunjuk dasar blender, lingkaran yang berputar ketika blender dinyalakan. Sekilas memang mirip kompor. Dia berlari masuk dapur dan mengambil piring plastik
"Ayo mi..macak kita mi" katanya.
"Wuaaaah ing padi (izz khafady) macak macak hahahah"
Saya berencana membiarkannya dengan blendernya tapi sejurus kemudian si bocah cari pisau blender.
"Pacang mi..pacang disini mii pisonyaa"
"Wah tajam itu nak..berbahaya. Pisaunya buat blender bahan makanan bukan mainan"
"Ini dulu mii..disini dulu" dia mulau merajuk
"Pisaunya ummi simpan..berbahaya" tegasku
"Ing padi mau pisau umminyaaa...sini dulu ummi"
Duaaar meledaklah tangisnya. Saya menjauhkan blender dan plitiran dari Izz lalu segera mengendong si bocah. Dikasi mainan tukang nga mau..di ajak main buku pop up nga mau, sound book juga ogah. Main mobil-mobilan nga mau.main cilukbaaa pun nga mau. Undundudduuu

Saya mencoba keluar rumah. Tetangga depan rupanya sedang mwnyiram bunganya.
"Ing padi juga ummi..."
"Iyah nak nanti kalo besar baru bisa pegang pisau ya"
"Mau juga Ing padi umminyaaa.."
"Kalau sudah lulus pelajaran hati-hati nanti baru bisa coba ya"
"Mau itu ummi..." tangisnya meninggi
Huhuhu saya mulai kehabisan akal.
"Mau main blender??mau??"
"Yang itu miii yang itu ummiii"izz mulai meronta
"Tapi nga pake pisau ya..blendernya d aduk-aduk saja ya"
Si ibu di depan rumah yang tengah menyiram bunga ikut bertanya. Kenapa mba??
"Adeknya mau mainin blender bu"
"Kenapa..kenapa adek??"beliau menghampiri kami dengan selang "off" masih di tangannya
"Mau itu Ing Padi mi..yang itu ummi" sahutnya mulai lemah
Izz menunjuk ke arah selang si ibu
"Mau siram bunga juga kah??"tanya si ibu
"Yah"

BHUUK!!! Jadi yang di maksud yang ini dari tadi itu adalah siram bunga. Saya gagal paham. Saya turunkan Izz lalu memberikan selang yang sudah dihubungkan dengan kran air. Sontak dia berlari bersorak. Tanpa ada instruksi dia sibuk menyiram tanaman dan rumput satu-satu.
Pelajaran buat saya hari ini. Bahwa orang tua tak selamanya mengerti kemauan anak. Butuh dialog dan latihan terus menerus agar bahasa anak yang kadang tersirat bisa dipahami. Atau bahkan bahasa anak yang sebenarnya jelas tapi kita orang tua gagal memahami.
Yapp...project kali ini kita beri nama. "Hasrat menyiram bunga"πŸ˜‚πŸ˜‚
Selamat menyiram bunga nak. Beberapa bulan kedepan ummi akan mencatat menyiram bunga di halaman sebagai tugas paten Izz Khafady. Okee😘😘

#tantanganhari13
#level3
#myfamilymyteam
#kuliahbunsayIIP


Hasrat menyiram bungaπŸ˜„πŸ˜„ Read More

Rabu, 05 April 2017

Membangun kota

Bimillahirrahmanirrahim...

Project ini saya beri nama "membangunkota". Ini adalah project dadakan Izz bareng ummi.  Ceritanya nih..si Izz pagi kepengen baca sendiri bukunya pake epen. Kalau sudah begitu permintaanya berarti si ummi sudah bisa nyempil kemana mana sambil beberes sambil masak. Eh Tapi kok ini beda ya...begitu saya berdiri, si Izznya berseru..disitu sajaa ummi. Wess akuuh ditahaaaan..tuluuungg tuluuuungπŸ˜”πŸ˜”.
Setelahnya dia bertanya sana sini. Bahkan sesuatu yang sudah ditaunyapun ia tanyakan. Apa ini ummi???ini apa bla bla bla. Saya seperti pantengin TV rusak. Hingga pada puncaknya si epen lowbet is dead. "Baterei lemah silahkan isi ulang baterei" kata si epen. Sontak tangis Izz pecah. Huhuhu ini si epen..yang punya asik baca buku dianya lowbet. Salah si ummi juga malamnya nga ngecek sudah terisi amunisi blum si epen padahal jadi primadona buat Izz mainan ini.

Tiba-tiba di tengah kegalauan ide arsitek abal-abal saya muncul. Saya pakai dus buku Learning skill with Ressanya pengandaian sebagai sungai besar yang penuh dengan buaya. Jadi kakak-kakak yang habis berenang harus menaiki tangga dan meniti jembatan (kotak pas RESSA) jangan sampai jatuh ke bawah karena disana ada banyak buaya kelaparan yang siap menerkam. Si epen lowbet jadi menara yang tugasnya menyinari ketika ada penyelam yang bersandar malam hari (hahahah yang ini kok agak ekstrem ya..emang ada yang nyelam malam-malam??😁😁😁). Trus saya buat sebuah tempat berteduh di antara menara itu. Tangisnya melemah ketika saya mulai merangkai cerita. Dan nga butuh waktu lama untuk menyeret Izz ikut serta dalam cerita.
"Ayo kakak..berteduh dulu di rumah..hujannya deras"
Sekwtika Izz bergerak mengambil wayangan karton sali saliha yang tengah berdiri dekat tangga (buku yang lebarkan) lalu mngambil yang masih menyelam.
"Ayok...ayooo" saya menyemangati
"Ayoo ayoo tata...hujaaan" dia mengikuti
"Masuk cini tataa..hujaan..wuaaahhh..hujaaan...ini lagi ummi ini lagi..."
Kemudian dia larut dengan instrukai cerita saya...kadang ia belokkan dengan imajinasinya sendiri yang sama skali tak terduga dan kerap buat saya ngakak.
"Sudah dulu ummi..kakaknya capek..aaahh istrahat dulu" katanya ke ummi ketika ummi mengajaknya main lompat-lompat dekat menara
"Ummi tangannya rusak...buaya ummi.." serunya ketika tiba-tiba bukunya jatuh wkwkwkw
Keseruan kami membawa nilai positif bahwa membangun imajinasi bisa dengan media sederhana, dan itu sudah berasa jadi hadiah besar untuk si kecil.
Trimakasih Izz sudah banyak berimajinasi hari ini dengan skenario-skenariomu nak.

#tantanganhari12
#level3
#myfamilymyteam
#kuliahbunsayIIP





Membangun kota Read More

Sekolah pagi ala abu Izz

Bismillahirrahmanirrahim...

Hari ini badan saya berasa capek. Bangun pagi terasa berat. Biasanya saya cuci pakaian selepas shalat subuh ini saya malah duduk saja dan seduh air teh buat abu Izz saja. Si abi keliatannya tau dengan ketermalasan saya jadi bgitu Izz bangun, beliau yang ambil alih. Di mandikannyalah Izz. Padahal biasa juga saya kasih makan dlu baru mandi si Izznya. Setelah itu dipakaikan baju dan diajak ke halaman belakang. Saya mengikuti mereka dari belakang. Saya paling suka melihat ketika abi dan putranya bermain bersama. Suka senyam senyum sendiri wakakakak.
Rupanya si abi ngajak Izz main peran. Sepagi ini mereka bermain sekolahan. Abi yanh jadi guru..si Izz yang jadi murid. Abi menyiapkan sarapan di meja bundar, membekali Izz dengan tas ransel lalu botol air minum. Menata mainan transportasi Izz d dekat anak shaleh seperti pesawat, truk, mobil, kereta api dll. Kemudia menempel poster transportasi di magnet panahan tempel. Izz di dudukkan di kereta mobil-mobilnya. Kelas dimulai dengan baca doa dan intermesso sedikit. Abi menunjuk gambar d poster lalu meminta Izz mengambil maianan yang sama dengan yang abinya tunjuk. Misalnya abi sedang menunjuk pesawat maka Izz harus mengambil mainan pesawat. Begitu seterusnya...setiap tebakannya benar maka diberi tepuk tangan dan kecupan. Si Izz nya keliatan menikmati sekali. Bahkan ketika abinya mwnyudaahi bermain peran mereka. Izznya merengek minta lagi. Ntar malam lagi nagh..InsyaAllah..abi kerja dulu.

Nagh project family kali ini lagi-lagi memposisikan saya sebagai fasilitator atau bahkan penonton saja. Semuanya abu Izz yang lakukan. Katanya tujuan belajarnya tadi itu untuk memperkuat definisi sebuah kendaraan dan memastikan bahwa Izz paham mana gambar dan mana mainan realnya. Yaa walaupun nga bisa bawa benda realnya. Hahahai doain ummi sama abi bisa beli pesawat ya nak. Eh mobil saja nga punya hihihi. Bagi saya sendiri bermain peran dengan disisipi edukasi seperti ini sangat memberi kesan positif untuk anak-anak. Selain menjadi momen gembira mereka, konsep yang ditanamkan lewat bermain peran pun cenderung ' tahan lama' dalam memori mereka. Jadi sebuag kebijakan positif untuk orang tua yang mengajarkan beberapa hal untuk anak-anak mereka lewat konsep bermain peran.
Trimakasih abi..maafkan kemalasan ummi di pagi hari

#Tantanganhari11
#Level3
#myfamilymyteam
#kuliahbunsayiip


Sekolah pagi ala abu Izz Read More

Minggu, 02 April 2017

Membuat rak dapur pesanan Ummi

Bismillahirrahmanirrahim...

Beberapa hari yang lalu kami sempat wara wiri cari rak buat naroh alat-alat dapur. Yaah ke informa yang katanya lg discount tp tetep aja harganya mahal #emakhemat😝😝😝. Dan lagi belum ada yang sesuai dengan ukuran di hati. Capek wara wiri maka diputuskanlah si abi buat bikin sendiri. Hmmm bikin sendiri??
"Ini bisa jadi next project kita" kata si abi (eeh dia ingat project kelas bunsay rupanya hihihi"
"Kalaupun hasilnya jelek...kan kita sudah berusaha..yang penting proses P R O S E S. Kita buat biar anak shaleh tau juga namanya proses..nga ada yang instan" tambahnya mantap. Wes saya percaya-percaya saja. Pasrah
"Nanti warnanya hijau ya?"
"Oke nanti di cat hijau"

Kemarin sebelum ke book fair kami sempat ke tukang kayu. Milih2 bahan yang cocok trus nebeng d halusin plus d potongin sama amang tukang.

Nagh hari ini tiba waktunya dieksekusi. Izznya ikut meramaikan..supaya lebih anteng dan paham kami bekali dengan mainan tukangnya juga. Jadinya si Izz berasa ikut andil dalam pembuatan rak. Sambil evaluasi kosakata alat tukangnya (sebelumnya dia sudah tau membedakan mana obeng,palu dll). Project kali ini lumayan memakan waktu. Mulai dri samakan ukuran potongan kayu, paku sana sini sampai mengecet.

Sepanjang project Izz didominasi seruan Izz. Mau paku..Ingg juga abi..ing juga paku. Ya kita libatkan megangin balok biar abinya leluasa paku. Abinya sementara gergaji balok..Ing juga gergaji..ing juga..yah kita kasi gergaji plastiknya plus kayu buat di gergaji😜😜😜. Sampai selesai project pembuatan rak ini dia ikut serta. Ketika abinya sibuk dengan yang lain..dia malah menemukan cara tersndirinya buat belajar. Misalnya balok-balok kayu sisa potongan di jejerin jadi kereta api katanya...trus ditumpukin buat jadi menara katanya. Saya yang menyaksikan jadi asik ikutan bertanya..yang ini bentuk apa??kalau yang ini. Hahaha jadinya project kali ini sekali merengkuh dayung 2 3 pulau terlampaui. Izz bisa dikenalkan arti sebuah proses secara tersirat..dan secara tidak langsung pula kreatifitasnya berkembang dan masih bisa menemukan area pembelajaran lewat evaluasi bentuk dan kosakata. Sorenya mereka lanjut lagi untuk ngecat. Wuiihhh. Kalo sesi ini Izz boleh beneran ikut nge cat. Dianya gembira bin bahagia.

Refleksi project ini buat saya sendiri adalah memuaskan. Bisa dapat rak dapur sesuai keinginan walaupun emang nga serapi tukang profesional. Tapi jatuhnya lebih murah lho...banget nget. Si abi katanya senang ternyata bisa juga membuat rak dari kreasinya sendiri, jadi besok-besok bisa buat sendiri saja. Modalnya murah bisa dapat rak huhuhu. Trimakasih abi sudah jadi pimpro untuk project kali ini. Si Izz katanya suka..dan kalau ditanya kenapa suka. Dijawab suka main tukang tukang hihihi. Alhamdulillah.

#tantanganhari10
#level3
#myfamilymyteam
#kuliahbunsayIIP




Membuat rak dapur pesanan Ummi Read More

Sabtu, 01 April 2017

Belanja buku di bookfair Kalsel

Bismillahirrahmanirrahim...

Alhamdulillah akhirnya bisa berkunjung ke bookfair kalsel. Walaupun nga sempat meet bareng tante najwa setidaknya merasakan euforia masyarakat untuk buku. Hari ini scendule bareng Izz dan abinya adalah ke tukang kayu beli kayu b uat rak dapur, belanja bulanan,dan ke book fair. Lumayan melelahkan, untungnya cuaca mendukung.

Ngomong tentang buku. Izz yang sudah dekat dengan istilah itu sudah senang duluan pas paginya kami menyampaikan maksud tujuan ke lapangan murjani.
" Ingg padi (Izz khafady) juga ikut ummi...cama-cama 3 orang. Abi...umminya..ingg padi juga"
Project kami kali ini adalah mengajak si Izz ke book fair sekalian menguji kemahirannya berbelanja hihihi. Kami ingin dia sedikit memahami bahwa tidak semua bisa diambil sesum hatinya seperti di rumah sendiri, kami ingin Izz sedikit memahami mana kepunyaannya mana kwpunyaan orang lain dan jika hendak menjadikan hak milik harus di barter dengan uang alias kita jadi pembeli. Sebelum ke book fair kami menyesaikan beberapa item kerjaan dulu yang mungkin di anggap membosankan untuk Izz. Beberapa kali dia mengeluh mau pulang. Dan sampai di bookfair pun dia masih ogahan.

Hari ini kebetulan adalah hari weekend jadi lumayanlah pengunjung di book fair otomatis lumayan panaslah suasana d dalam tenda. Mungkin ini yang bikin dia nga greget juga. Dan lumayan sulit menemukan board book didisini. Ada stan buku sygma...saya kepengen liat puzzle balok buku NabiRasul...ternyata nga ada. Ujung-ujungnya Izz akhirnya dapat board book odong-odong. Lumayan dapat disc 20%.😌😌😌

Lumayan rempong dan lama juga dia milih bukunya. Saya dan suami membiarkan dia menikmati sesi milah bukunya. Untung yang jaga stan baik deh..cuma senyam senyum sajoo liat Izz😝😝. Dan tahap selanjutnya antri di kasir..bayar..nunggu uang kembalian dan barang. Nga nyangka dia lolos tantangan kali ini. Setelah selesai si Izz berseru
"Akhh sudah belanja kitaaa"
Saya dan suami senyam senyum saja
"Belanja apa Izznya?"
"Belanja buku ummi"
Dan berjalanlah ia keluar area tenda dengan gaya bebek keberatan bawa belanjaanπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.

#tantanganhari9
#level3
#myfamilymyteam
#kuliahbunsayIIP


Belanja buku di bookfair Kalsel Read More

Jumat, 31 Maret 2017

Kupu-kupu

Hari ini pembukaan acara book fair Kalsel yang diadakan di lapangan murjani. Ada tante najwa shihab juga euy. Qadarullah hujan menggurur banjarbaru sejak pagi. Abi pun berhalangan mengantar karna harus kerja. Dan jadilah kita pandang-pandangan dalam rumah hihihi.

Tetiba si Ummi ingat pengalaman lucu di project berkebun kemarin. Si Izz berlari menangkap kupu-kupu tapi karna lahannya gembur jadi nga leluasa. Baru setelah menanam bunga dan ada kupu-kupu lagi Izz bisa leluasa mengejarnya. "Kupu-kupu ummi..Ing tangkap!!"serunya. Saya membiarkan dia berlarian kesana kemari. Sempat jatuh??iya. Nangis??ngalaah wong yang di kepalanya fokus ke kupu-kupu. Itulah anak-anak.

Malamnya ketika saya sibuk melipat pakaian, seperti kebiasaannya. Izz duduk di samping saya, dia membaca buku..eh tepatnya buka-buka buku. Dan ketemulah si kupu-kupu cantik di salah satu halaman buku Ensiklopedia Bocah Muslim seri dunia binatang.
"Apa ini ummi?"
"Oh itu kepompong nak"
"Apa ini ummi?"
"Itu ulat."
"Jadi awalnya ulat ini makan daun banyak...karna si ulat rajin makan dia tumbuh sehat dan kuat. Maka beberapa hari kemudian jadilah dia kepompong. Daaannn setelah itu Allah kasi sayap yang indah nak..kepompongnya jadi kupu-kupu. Waah MasyaAllah yaaa" saya heboh sendiri..hihihi
Tetiba si abi langsung nimbrung dan bernyanyi..
"Telur..telur...ulat ulat kepompong kupu-kupu tenonenoneeeeng"
Kami bernyanyi dan kemudian mwngetes pemahamannnya. Dan alhamdulillah ternyata bisa dengan runut.

Pagi ini setelah ritual mandi dan sarapan..saya memberinya stiker buku tentang carterpillar...perubahan si ulat jadi kupu-kupu cantik. Tujuannya project ini semata untuk memperkuat dan memperkenalkan proses 'tumbuh' makhluk hidup. Sekalian mengenalkan ada namanya telur, kepompong. Dan..taraaa...Izz bisa menempel stikernya sesuai urutan. Sebelumnya Izz memang dikenalkan dengan kosakata 'bayangan' jadi gampang ngasih instruksi.
"Tolong gambarnya di tempelkan ke bayangannya"
Dan dia bisa melakukannya. Yeayy project team kita berhasil. Yang nga saya sangka dia bisa menjelaskan menurur versinya.
"Kepompong ummi...nanti keluar kupu-kupu disini(nunjuk ujung kepompong". MasyaAllah anak 2 tahun ini bisa merekam penjelasan kami sebelumnya.
Alhamdulillah evaluasi berhasil..berhasil..horeeeiii

"Terimakasih abi sudah melakukan penguatan lewat lagu dan project sebelumnya...terimakasih Izz sudah bisa diajak kompromi. Semoga besok kita bisa ke bookfair ya#ehπŸ˜™πŸ˜™

#tantanganhari8
#level3
#myfamilymyteam
#KuliahbunsayIIP


Kupu-kupu Read More

Kamis, 30 Maret 2017

Skenario ala-ala Izz

Hari ini petugas PDAM intan banjar berkunjung ke rumah. Timnya bawa peralatan pertukangan...mulai dari berbagai jenis ukuran, ada obeng,palu, gergaji dll. Ketika petugas PDAM menggelar perlengkapannya. Izz sontak berseru "wuaaaaahhh" hihihih. Itu adalah luapan emosinya dan sekaligus peringatan bahwa saya harus waspada. Ekspresi seperti itu adalah alarm buat saya.

Dan benar saya...dua menit berikutnya, setelah komunikasi terapeutik para mas-mas PDAM berhasil, maka mulai pulalah si Izz ikut bergabung dengan tim PDAM utak atik sana sini

Dan mulai pulalah saya kewalahan mengikutinya kesana kemari. "Hati-hati nak..yang ini berbahaya buat anak-anak, kita liat-liat aja yuk. Sambil semangati omnya"
"Ing jadi amang tukang dulu ummi...tukang batu dulu.."
Olala rupanya Izz menganggap para om-om dari PDAM ini tukang...tukang batu. Hingga pada saatnya dia harus kuangkat dan masuk rumah untuk kualihkan perhatiannya. Dia memberontak..nangis membahana. Saya coba tenangkan tapi tidak berhasil. Saya usap kepalanya..lamaaa skali baru tangisnya melemah kemudian berhenti. Kutidurkan di kasur, kuceritakan bahwa betapa berbahaya alat-alat tajam untuk anak-anak. Nanti bisa pakai kalau Izznya sudah besar dan bisa angkat benda berat. Dia membeo dan mengekor di tiap ucapanku hingga terlelap dan tidur. Izz tidur dengan wajah basah karna tangis huhuhπŸ˜₯πŸ˜₯.

Besoknya saya ke pasar dan kebtulan lewat depan penjual mainan. Liat mainan plastik pertukangan langsung embat. Sampai rumah betapa girangnya si anak shaleh saat tau itu kepunyaanya. Hampir sejam dia anteng dan berskenario sendiri versi dirinya. Jadi tukang service mobillah sepedalah..amang tukang laah, ngebor sana sini, pake obeng, paku pake palu dll. Kebetulan Izz nya memang sudah tau beberapa profesi yang membutuhkan peralatan itu.
Saya bisa memasak dengan leluasan dalam kurun waktu dia bermain. Sambil senyum-senyum sendiri. Ahahaha anak-anak dunianya memang selalu berwarna😊😊

#tantanganhari7
#Level3
#Myfamilmyteam
#kuliahbunsayIIP
Skenario lagi service sepeda😘😘

Skenario ala-ala Izz Read More

Rabu, 29 Maret 2017

Jadwal bersih badan

Setelah insiden gagal sikat gigi di ritual mandinya dan liar di rak buku kemarin. Kami berinisiatif memberikan sedikit edukasi ke nak Izz. Smoga dia paham. Kali ini abinya yang jadi sutradara sekaligus pelakunya hihihi. Biasanya saya yang sering berkisah tapi kali ini pensiun dulu. Saya cukup jadi fasilitator yang ngompori, dan ngasih penguatan sama konsep yang di tananmkan si sutradara.

Oke! Project edukasi kali ini kami sebut "Jadwal bersih badan". Kita jelaskan bahwa mandi itu tujuan untuk membersihkan tubuh dari kuman dan kitapun harus gosok gigi buat menghilangkan monster gigi, karena kalau monster giginya ada bisa jadi besaar dan tambah besaaar kalo nga gosok gigi, nanti bisa bikin lubang dan sakit.
Dan supaya lebih mengena. Abinya lagi deh yang jadi sasaran praktek. Tak lupa kami menggunakan alat praga hihihi. Kami memilih buku halo balitanya seri aku bisa mandi sendiri dan seri aku bisa wudhu dan shalat (ini permintaan Izz, asal milih dari rak buku), tak lupa sikat gigi dan gayung kecil. Si Abipun mulai bercerita dengan dibumbui adengan yang ekstravagansa...bunyi sana bunyi sini. Saya ikut menambahkan sana sini supaya lebih menarik di simak Izz. Team mah harus solid kan ya πŸ˜€πŸ˜€. Selesai buku 'aku bisa mandi sendiri' si Izz minta nambah ke buku 'wudhu dan shalat' jadilah kami praktekin lagi wudhu.

Selesai berkisah. Tiba giliran evaluasi kecil-kecilan buat anak shaleh. Yaap alhamdulillah dia mau dan bisa praktekkan mandi, pakai sabun dan gosok gigi. Saat praktekkan wudhu dia hanya ingat basuh wajah, tangan hingga siku, dan kaki secara random. Hihihi nga apa-apa yang nak. Nanti kita belajar dan permahir lagi.

Dan tibalah saatnya evaluasi beneran. Dan pagi ini alhamdulillah nga ada acara nangis-nangis di kamar mandi. Padahal udah sebulanan terakhir ini dia malas mandi hihihi. Izz pun mau gosok gigi walaupun gosoknya cuma gigi depan. Katanya seperti kakak Shalih. Smoga istiqamah nak...

Mengurus anak itu nga gampang. Jadi jangan sepelekan kerjaan para IRT. Dan saya mengerti bahwa seorang kepala rumah tanggapun lebih sibuk dari istri. Tapi ikut membantu istri mwngurus rumah sungguh sangat mulia. Trimakasih abi untuk kisah edukasinya. Masih butuh penguatan lagi supaya nak Izz bisa kontinu melakukannya. Trimakasih nak Izz sudah jadi anak manis pagi ini. 😘😘😘

#tantanganhari6
#Level3
#myfamilymyteam
#kuliahBunsayIIP



Jadwal bersih badan Read More

Selasa, 28 Maret 2017

Bangun pagi...rusuhπŸ˜₯πŸ˜₯

Hari ini libur dan malamnya Izz begadang. Baru tidur jam 23.30😱😱😱. Akibatnya bangun paginyalun telat. Jam 08.00 saya selesai mencuci pakaian belum ada tanda-tanda siuman. Pukul 08.20 saya mencuci kaki dan tangannya dan berbisik di telinganya untuk segera bangun. Nga di gubris!!! Baru sekitar jam 08.30 dia nya bangun. Masem banget pake acara nangis-nangis. Saya dudukkan di pinggir kasur dan berniat mengganti clodinya yng sudah merembes ke celana. Bau pesing!! Eeh dianya ngacir keluar sambil nangis-nangis. Saya ikuti dari belakang rupanya dia menuju ke rak bukunya. Minta bacakan buku. Sejenak saya pangku lalu bacakan buku. Setelah itu dia minta ulang setelahnya lagi nunjuk buku yang lain..belum selesai dibaca nunjuk satunya lagi. Huufft...

Saya membujuknya untuk ganti clana berkali-kali. Baru setelah diberi telur dadar dia mau ganti celana. Baju piyamanya 'no' gantinya. Okee....Ritual sarapan kali ini suap-suapan di sela baca buku. Telur dadar abis tapi nasi nga kesentuh. Si Izz lalu ngacir cari kereta mobilnya..minta abinya main...sementara si Abi lagi di luar.
"Tunggu nak...nanti main sama abi kalo sudah pulang"
Izznya nga mau tau...huhuhu.
Dan gerakan selanjutnya lebih fatal. Izz bergerak ke rak bukunya dan mengeluarkan buku-buku di rak dengan liar. Saya cuma bisa gigit jari dengan tingkahnya. "Baca ini ummi...ini juja..ini juja"katanya. Lalu sambung menangis. Buku-buku pop up dicoreti juga wuaaaah. Nak nak..stop pleaseee😰😰😰. Setelah puas dia menyodorkan 1 buku ke saya untuk di baca. Saya mengulang 3 kali sesuai permintaannya. Menjelang jam 10.00 dia baru mau diajak mandi tanpa sikat gigi. Baru selesai mandi terdengar klakson depan rumah. Aaaakhhh akhirnya si abi datang.
Dan dunia langsung berubah ketika abinya datang. Dia mau berpakaian dengan sekali instruksi lalu langsung menyodorkan buku ke abinya dengan sangat manis. Rumah aman terkendali..meskipun si Izz ogah membereskan bukunya ke rak. Di tangan abinya...Izz slalu manis. Mungkin ada yang salah dengan saya. Untung dia jinak kalau bareng abinya...berarti team work bisa berjalan kan ya. Next beresin mainan dan buku sendiri tetep harus dilatih nak ya. Usianya masih 2 thn..masih moody banget.

Pelajaran buat saya hari ini adalah tentang pengaturan pola tidurnya. Karna ketika Izz begadang biasanya dia bangun dengan rewel. Oke sip..PR

#tantanganhari5
#Level3
#myfamilymyteam
#kuliahbunsayIIP


Bangun pagi...rusuhπŸ˜₯πŸ˜₯ Read More

Senin, 27 Maret 2017

Bentukku...adonanku😘😘😘

Project hari ini namanya "Bentukku..Adonankuu"😘😘😘. Tadinya kepengen buat playdough tapi karna pewarna yang ready di rumah cuma warna hijau jadinya nga variatif. Plus ummi lagi males hunting pewarna di luar rumah. Panasss hehehe. So kita ganti dengan buat kue saja yah. "Sippp" kata Izznya.

Kami memulai bersama-sama dengan menyiapkan alat dan bahan yang digunakan.
Tujuan buat kue kali ini hampir sama dengan bermain playdough. Fokusnya ke motoric play karna Izz nya bisa asik sendiri dengan bentuk- bentuk adonan, selain itu Izz bisa kenal beberapa bahan lazim di dapur misalkan gula, tepung terigu, sensasi motoric playnya dapat banget pas campur adonan. Izz saya beri kesempatan cemplungin semua bahan lalu mengaduknya dan saya yang ulenin. Hari ini kami buat onde-onde selama project berlangsung ramai dengan teriakan Izz, apalagi ketika selesai membuat bentuk. "Aaaakhh cudaa ummi" katanya sambil memperlihatkan hasil bentukannya, sudah itu ambil lagi dan bentuk lagi. Si Izznya bisa membuat bentuk bulatan dari adonan kue, bentuk bundar, bentuk pipih, panjang. Kadang ketika hasil bentukannya panjang-panjang, si Izz teriak "ini ulat mi..ulat..ulat cacing"😱😱😱😱. Eh tapi tenang aja..sebelumnya kami sudah cuci tangan kokπŸ˜„. Sesekali ummi yang ngasih perintah buat pipih..atau panjang. Si Izznya yang mengikuti instruksi. Mantepp...

Saat kue onde-ondenya sdh jadi. Izz berteriak. "Bentuk bundang (bundar) bundang mii. Horeeee"katanya. Refleksi kegiatannya nga mengecewakan. Ketika ditanya suka nak? Dijawabnya suka skali.
"Kue Ing(Izz) ini..kue ummi ini" Izz malah membagi kue sendiri setelah selesai digoreng.
Trimakasih nak sudah meloloskan hasrat ingin makan kuenya ummi. Trimakasih sudah mau diajak bermain dan belajar sambil buat kue😘😘😘

#tantanganhari4
#level3
#myfamilymyteam
#kuliahbunsayIIP


Bentukku...adonanku😘😘😘 Read More

Minggu, 26 Maret 2017

Mari berkebun, mengenal bibit dan benih

Family project kami kali ini di beri judul 'Mari berkebun, mengenal bibit dan benih'. Awalnya niat beli benih jagung tapi habis akhirnya beli benih tomat dan kacang panjang plus dapat bibit tanaman durian, jeruk dan manggis ikutan dieksekusi juga. Ini pengalaman pertama Izz nanam benim. Biasanya dia ikutan bantu nanam bibit bunga. Sehari sebelumnya, Izz nonton video menanam benih lewar you tube. Rencananya kami buat yang simple saja. Nga pake semai. Kebetulan tanah di belakang rumah sudah digemburkan jadi tugas berkebun kali ini. Cuma membuang lubang, masukkan 3 benih kacang panjang ke lubang, kasi jarak 50cm lalu tutup dan semprot pake spray, tak lupa ditaburin anti semut.

Tujuan project ini sebenarnya sangat simple. Menggenalkan metode menanam yang sederhana sebagai batu loncatan untuk mengajarinya menyemai (tingkat lebih sulit). Dikenalkan bahwa tanaman itu juga tumbuh seperti manusia dan butuh disiram. Disamping itu..kami memang sedang ingin memanfaatkan lahan kosong di belakang rumah.

Awalnya ketika terjun ke lapangan dan kakinya kotor, si Izz sempat protes minta masuk rumah saja. Tapi ketika masuk tahap memasukkan benih ke lubang, menutup kembali dengan tanah dan menyiram dengan spray, dia jadi antusias. Sampai pakai minta nambah benih ke Ummi. Dan akhirnya hapal metode mananam sederhana walaupun belum bisa buat lubang sendiri. Tapi si Izz sudah bisa masukkan benih, tutup dan siram. Sederhana tapi menyenangkan.

Refleksi kegiatan kali ini memuaskan. Si Izz sendiri yang membuka pembicaraan ketika kami selesai cuci tangan dan kaki kemudian masuk rumah.
"Ing padi (Izz Khafady) habing (habis) bekebun"
"Tadi berkebun nanam apa nak?" tanya ummi
"Benih"
"Benih apa?"
"Kacang...kacang panjang. Ciram ciram Ingg crot..crot..crot (sambil menirukan bunyi spray).

Kegiatan ini menyadarkan saya bahwa menjadi seorang petani itu ternyata susah susah gampang wkwkwkw. Kerja saya cuma bantu buat lubang trus motret selebihnya Abi dan Izz yang kerjakan tapi saya merasa lelaaah sekali😜😜😜

#tantanganhari3
#level3
#myfamilymyteam
#kuliahbunsayIIP




Mari berkebun, mengenal bibit dan benih Read More

Sabtu, 25 Maret 2017

Role play

Hari ini kami bermain peran bersama Izz. Ummi yang jadi sutradara dan bagian ngerancang skenario. Abi yang akan bercerita dalam kotak besar jadi seolah abi sedang berada dalam TV dan Izz yang akan menonton tak lupa feed back dari Izz yang diharapakan hehehe.
Beberapa cerita yang diperankan adalah fun learning mengenal hewan dan warna lalu kisah yang disisipkan beberapa poin hikmah pelajaran, hari ini kami mengambil tema kisah 'kepunyaan' karena sampai skarang Izz belum rela meminjamkan barang-barangnya ke orang lain. Tujuan dari bermain peran ini agar Izz bisa paham dengan definisi pinjam dan mau meminjamkan barangnya ke orang huhuhuhu. Pengenalan warna-warna lewat dialog tokoh tentang warna benda-benda disekitar dan pakaian yang mereka gunakan, dan memperkuat kosakata tentang hewan. Persiapan dilakukan sama-sama, awalnya Izz mau ikut jadi 'pencerita' di belakang layar bareng abinya nga mau nonton. Maka di buatkanlah dia gua tempat menonton dari tumpukan bantal dan selimut supaya si penonton (Izz) bisa betah.
Dan ternyata skenario nga selamanya berjalan mulus euy, harus ngundang improvisasi dari si Abi. Misalnya ketika si Izz mulai ngajak tokoh Kumi (kucing) dan Igor (keledai) berbicara ala dia lalu mengajak baca buku. Hal yang di luar skenario, beruntungnya bisa kembali ke skenario dengan mengajarkan hewan-hewan yang ada di mini books ke penonton. Horeee abu Izz hebat... bakat nihh wkwkwkwk
Apesnya...si Izz nga mau berhenti. Kami sudah hampir sejam bercerita dan berniat mengakhir bermain peran sambil baca buku. Tapi Izz nangis. "Lagi mii..lagi abii.."πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Akhirnya abinya lanjut lagi...
Project hari ini di akhiri dengan menyanyikan lagu anak-anak. Saat refleksi kata si Abi nga apa-apa dianya capek yang penting anaknya senang.
Lagi- lagi bermain peran dengan anak memang kegiatan melelahkan tapi seru. Nagihh lagiπŸ˜‡πŸ˜‡. Dan kami tidak berani menanyakan perasaan si Izz setelah kegiatan role play takutnya dia nangis minta diulang lagiπŸ˜₯πŸ˜₯

#Tantanganhari2
#level3
#Myfamilymyteam
#kuliahbunsayIIP


Role play Read More

Jumat, 24 Maret 2017

Jum'at berkah..Jum'at berbagi...

Bismillahirrahmanirrahim...
Tantangan kelas bunda sayang level 3 kali ini adalah membuat family project. Jadi tentunya team work yang jadi bidikannya.

Alhamdulillah dalam keluarga kecil kami kerap melakukan banyak hal bertiga karena memang adanya cuma kami bertiga wkwkwkw.

Jum'at berkah...Jum'at berbagi...
Kali ini saya menuliskan kerja tim kami yang memang merupakan target hidup saya pribadi. Minimal sekali sebulan sedekah nasi.

Persiapan seperti biasa saya harus ke pasar kamis buat blanja blanji..tentunya Abu Izz yang mengantar dan Izz (25m) ikut serta. Malamnya saya sudah mempersiapkan bumbu dan merakit bersama dos nasinya. Nagh kalo bagian yang ini Izz nga diikutkan soale biasa dia suka sobek sana sobek sini kotak nasinya. Lepas subuh saya mulai masak dan kelar biasanya jam setengah 7. Packing plus finishing dan jam delapan sudah rapi dan siap disebarkan. Bagian memasukkan kotak makanan ke dalam kantongan besar adalah tugas Abi dan Izz. Dan perjalanan berbagi kami biasanya menyisir jalan utama. Target kami adalah para pengemis, pengamen jalanan, pasukan petugas kebersihan, amang becak, tukang parkir, tukang koran dan tukang pijit tunanetra. Saat berbagi anak kami si Izz didudukkan di depan agar supaya dia bisa melihat lebih leluasa, sesekali Izz sendiri yang memberikan langsung kotak makanannya ke bapak ibu di pinggir jalan. Tujuan kami sebenarnya ada pada Izz. Selama proses dari beli bahan sampai penyebaran kami sounding kalau kita akan bagi nasi ke om dan tante yang butuh. Kami ingin membiasakan dan mengenalkan dia dengan 'berbagi' dan mendengarkan ucapan terimakasih yang tulus. Karena sesungguhnya ucapan-ucapan terimakasih dari para "guru-guru" kami di jalanan adalah semacam scan virus bagi saya pribadi. Setiap pulang berbagi saya punya jeda untuk merenung dan bersyukur. Bagi kami...meskipun Izz baru 2 tahun dan entah dia paham atau tidak tapi pembiasaan seperti ini Insya Allah kelak akan membentuk karakternya.

Selesai berbagi kami mengajaknya makan es cream hahaha. Dan mengucapkan terimakasih bergantian. "Trimakasih nak Izz atas kerjasamanya"
"Trimaksih Abi...abi sudah melakukan bagiannya dari ngantar ke pasar, bantu jaga izz saat masak, packing sampai sebar kotak"



#TantanganHari1
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP


Jum'at berkah..Jum'at berbagi... Read More

Jumat, 27 Januari 2017

Bunga pertama Ummi

Hari ini adalah hari kedua kami berada do kampung halaman. Qadarullah saya terserang demam typoid sementara suami awal bulan depan ada dinas luar. Demi kemaslahatan bersama...suami berkesimpulan untuk mengantar saya dan anak kami Izz (23m) ke rumah kakek nenek di Enrekang buat recovery dan memang ada acara pernikahan salah satu sahabat karib saya. Enrekang... Sebuah kota nan sejuk yang berbatasan langsung dengan daerah tanah toraja. Siapa yang nga kenal tanah toraja..hayooo??salah satu rumah adat yang ciamik lho. Eeh kok malah belajar IPS.

Nagh cerita pagi ini di awali oleh jalan-jalan pagi abi dan si Izz. Saya nga ikut..hanya memandangi mereka dari kejauhan. Kondisi tubuhku belum terlalu fit untuk ikut serta jalan pagi. Kepala ini masih belum bisa kompromi untumk berdiri lama.
Selang beberapa saat...mereka akhirnya datang. Kebetulan rumah oranhg tua saya adalah rumah panggung jadi saya bisa dengan leluasa memandangi aktivitas mereka hingga ujung jalan. Masuk ke area rumah. Izz yang memang sudah bisa ngomong 5 sampai 6 kata melapor ke saya.
"Ummi...Ing (Izz) sudah jalan-jalan sama habibi (panggilan abi versi Izz)".
Saya menuruni tangga rumah dan mengusap kepalanya. "Dari mana anak shaleh?"
"Pangan mejjid (lapangan mesjid)" katanya
"Kalo gitu kita masuk rumah yok..sarapan" sambil memberi kode ke suami saya kalo ada teh dan kue di teras atas.
"Lagi"
"Lagi apa nak?"
"Ing mau jalan-jalan lagi"
Ulalala
Dan ternyata jalan-jalan part 2 ini hanya mondar mandir depan rumah. Saya duduk mengawasi dari anak tangga, Izz kemudian memetik satu bunga neneknya lalu menaiki tangga, bagian yang ini luput dari pengawasanku..tetiba saja anak kecil itu sudah tertatih menaiki anak tangga dan memberikannya padaku. Nyeessss....
Begitu mendapati saya yang tengah duduk..dan menyentuh mukenah saya. Si kecil berkata "Buat Ummi ini" lalu tangan mungilnya menyodorkan bunga kecil...kecil sekali sambil memamerkan matanya yang tinggal segaris. Emaknya nih suka skali liat anaknya senyum..matanya tinggal segaris kalo lagi tersenyum.
Pelan anak itu menuruni tangga dan kembali asik berlarian di halaman depan. Akhhh anakku...

Ini kali pertama saya mendapat bunga dari anak sendiri. Emmm atau boleh dibilang bunga pertama dari seorang laki-laki (seingat saya). Abinya bahkan nga pernah ngasih bunga wkwkwkkw.
Entah bagaimana perasaannya Izz
 ketika itu...walaupun tidak disertai dengan ungkapan sayang tapi kata "Buat Ummi ini" rasanya adalah kata yang mahal...sangat mahal. Trimakasih nak...doakan ummi lekas sembuh. Biar bisa main lebih lama bareng Izz lagi.

Suamiku cuma senyam senyum sambil menyeruput tehnya.
"Nih..kita dapat bunga donk" hahahahha
"Ciyeeee yang dapat bunga"

Bunga pertama Ummi Read More