Beranda
It's Me
Awards
Chat Bloofers
Links

Senin, 21 Agustus 2017

TAGRAM

Baru bangun diapun teringat puzzel tagramnya. Awalnya saya nga niat mengenalkan benda ini takut rusak..belum waktunya tapi niat diurungkan begitu si bocah antusias tanpa kedipin mata saat si kotak dibuka. Manalah mungkin saya sampai hati memuseumkannya dulu. Maka jadilah dia tak ajari kisi-kisi merangkai para tagram.

Nagh pagi-pagi sudah masuk ke "laboratorium" little abid. Dikenalkan konsep bentuk, warna, fokus, sistem peredaran darah,rangka, pernafasan dll, motorik dan sensori.

Hari ini Izz harus telat mandi karna nyusun tagram. Selesai bongkar lagi..selesai bongkar lagi. Huhuhuh kelakuan telat mandi yang nga boleh di ditiru. Semoga next bisa lebih terkoordinasi mainnya. Dicakepin dulu baru deh bisa main sana sini.

#Day2
#level7
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#bintangdalamkeluarga


TAGRAM Read More

Minggu, 20 Agustus 2017

Ketika Izz berceloteh. "Mii Ing mau jadi astronot boleh?"๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Pekan lalu si Izz setengah berlari menghampiri saya yang sedang duduk
"Mii mii ing padi (Izz Khafady) mau jdi astronot boleh?" disebutnya dengan cepat skali
"Apa nak??mau apa Izznya?"
"Ing mau jadi astronot boleh??" ulangnya lebih pelan
NYESsss...
"Waaah iya..tentu saja boleh"mata saya berkaca-kaca menjawab pertanyaannya wakru itu. Dan di balas pula dengan 2 jempol dari si Izz. Ciri khas ketika dia senang.
Entah bagaimana garis tanganmu dan qolam Allah SWT yang tertulis untukmu. Tapi hari ini Izz sukses buat ummi haru biru. Seketika saya merasa anak saya sudah besar..padahal masih batita. Umurnya baru 2,5 tahun.

Saat pulang ke rumah, saya ceritakan ke abinya dan si abi senyum simpul. Maka untuk mendukung kesukaannya itu. Si abi membukakan buku anak dari seri Confidence In Science "Apa saja Anggota Matahari?".
Keyboard Ipad yang sudah rusak diandaikan keyboardnya. Dan bukunya sebagai layar monitor. Jadi layarnya bisa berganti gambar tiap bukunya dibuka wkwkwkw.
"Katanya ummi Izz mau jadi astronot ya??"
"Iya bi"
"Nagh ayo kita baca buku tentang astronot dan luar angkasa. Mau?"
"Maaauu"
Detik berikutnya si Izz sudah kapling duduk di pangkuan abinya dan menikmati sajian kalimat dan gambar tiap lembar bukunya

Dan ternyata memang benar. Ketika anak-anak disodorkan sesuatu hal yang disenanginya. Maka dengan cepat informasi yang diberikan akan diserap. Hanya butuh kita sebagai orang tua mengarahkan dan tahu timing yang tepat untuk masuk ke ranah "on" nya.

Selain planet, roket dan teropong yang sebelumnya sudah kami kenalkan. Hari ini Izz berkenalan dengan beberapa kosakata seperti komet, asteroid, meteor, beberapa nama planet dll. Si Izznya paham??tentu saja secara detail tidak. Tapi saya percaya dengan "pendahuluan" seperti itu. Suatu saat dia akan bertanya lebih jauh lagi.

Cukup kita buka tangkup tudung saji sedikit maka kucingpun akan berlari mencicipi menu di dalamnya hihihi. Begitulah kira-kira๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜. Eh kok malah sama kucing pengandainya๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

#day1
#level7
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#bintangdalamkeluarga

Ketika Izz berceloteh. "Mii Ing mau jadi astronot boleh?"๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š Read More

Minggu, 13 Agustus 2017

aliran rasa game level 6

Saya sendiri tidak menganggap matematika itu sulit. Background keluarga saya lahir dari seorang ayah yang profesinya guru matematika. Ditambah kakak-kakak saya suka matematika. Membuat saya ikut arus dan suka matematika juga. Sampai pada akhirnya materi twntang matematika ini di post di kelas bunda sayang. Sayang baru berpikir. Akhh bener juga..selama ini banyak teman-teman saya menganggap demikian. Matematika itu sulit.matematika itu susah. Dan tak jarang guru matematika dilabeli killer. Ujung-ujungnya rata-rata nilai raport yang palinh rendah nilainya adalah matematika atau bahkan raportnya kebakaran alias dapat nilai merah. Ataukah ujung-ujungnya ngebolos kelas demi nga bertemu dengan gurunya.

Dan ternyata anak-anak seumuran Izz yang masih 2 tahunan bisa aja dicocol sama si matematika ini. Ya lewat aktivitas bermain kita sebagai orang tua memasukinya. Slama ini saya biasa mengajaknya bermain motorik ala-ala. Entah ini dari playdough buatan saya sendiri, membuat menarik dari bahan potonhan kayu sisa membuay rak si abi, mindahin air dari satu wadah ke wadah yang lain. Dan ternyata betul, aktivitas tersebut mengandung unsur matematika. Positifnya setelah mengikuti kelas ini. Saya setidaknya lebih kreatif. Bisa memikirkan pola bermain lainnya dan mengaitkannya dengan matematika. Dan amazing..apa-apa yang kedengarannya sulit jika dikemas dalam unsur bermain Insya Allah anak suka dan pengalaman saya sendiri si Izz minta nagih. "Lagi!" begitu katanya ketika saya membuatkan pola angka di kardus bekas.

#level6
#kuliahbunsayIIP
#aliranrasa
aliran rasa game level 6 Read More

Kamis, 03 Agustus 2017

Playdough

Karna exited banget dengan gunung berapi karya abinya. Izz semalaman begadang bermain bersama si gunung dan abinya. Umminya sudah ngacir duluan ke pulau kapuk. Isi tenaga buat besok. Nagh karenanya itu hari ini si Izz bangun kesiangan. Jam delapan.

Saya masih beberes di dapur ketika dia bangun manggil-manggil abinya keluar kamar.
"Mana abi ummi" teriaknya sambil menangis. Keliatannya efek bermain semalam ada gejala sisanya. Mungkin si Izz masih mau main dengan abinya.
"Kan abinya ke kantor nak. Cari ridho Allah"
Huaaah huAaahh
Tambah meledaklah nangisnya. Saya lalu merangkul dan menggedongnya. Mengajak ke halaman belakang. Sedikit teralihkan. Tapi sekitar 5 menit kemudian kembali ricuh
"Suruh abi pulang mii"teriaknya
"Waah kok gitu..kan abinya masih ada tugas di kantor"
"Ingg (Izz) juga ikut"
"Izz disini saja sama ummi..kalo izz ke kantor. Kasian ummi di rumah sendirian"
"Cama-cama mii"
"Nanti siapa yang masak. Kalau abi sama izz lapar nga ada yang bisa dimakan kalau ummi ikut juga"
Dialognya belum mampan. Balik ke halaman depan..dapat tukang sayur beli ini itu. Setelahnya kembali nangis
"Kita main sama-sama yuk. Mau main apa?"
"Sama abi saja miinyaaa..." rengek Izz
Saya bergegas mengambil tepung terigu buat bikin temptle bumbu tadinya hihihi..pewarna buatan dan meracik playdough. Diam-diam si Izz ikutan membantu. Dia ikut menyendokkan garam ke adonan..menuangkan minyak
"Kayak lapa (lava) gunung belapi mii..kan??. Ulalala masih ingat ajjah si gunung berapi
Tapi ternyata percakapannya nga melenceng ke arah gunung berapi si abi. Detik berikutnya dia malah asyik mencet adonan trus buat aneka ragam bentuk dari cetakan.
Alhamdulillah...aman.
Saya besegera membaea bayam..kacang panjang..labu ke dekatnya dan ikut memotong sayur sambil ngawasin dia main sendiri. Sesekali bertanya itu lagi bikin apa??itu bentuk apa??warnanya apa??yang ini lebih besar mana dari yang ini.

Dan tak terasa hingga jam 9.30. Si Izz masih sibuk dengan playdoughnya dan lupa mandi pagi.
"Tunggu dulu mii..ini dulu ya" begitu katanya bernegoiasasi

#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunwayIIP
#Iloveamath
#MatharoundUs

Playdough Read More

Letusan gunung berapi

Malam ini si abi ditodong bacakan buku Confidence In Science judul Bagaimana Letusan Gunung Berapi dan Gempa Bumi Terjadi??
Karna si ummi memang masih lebih unggul ketimbang abi dalam soal bacakan buku jadinya Izz kembali nodong. "Kita bikin gunung belapi abi"
"Oh oke"
Besegera si abi yang memang baru selesai merampungkan laporan kantornya membuat gunung ala-ala dari kertas. Kemudian kertas warna pink diremas dan disusun di atas puncak gunung. Ini pengandaian apinya katanya.
"Kita lakit(rakit) gunung kan?"seru Izz
"Iya..tunggu ini lagi proses pembuatan ya"
"Ada batu-batu keluang (keluar) juga dari cini bi..kayak ini bii" Izz menunjuk bukunya
"Iyaaa" si abi masih asik membuat gunung berapi
"Mana batunya bi..mana?"tagihnya lagi
Si abi langsung membuat printilan-printilan kecil dari kertas dan memberikannya ke Izz untuk ditabur di puncak gunung
"Waaah banyak..banyak batunya bi"
"Ada berapa batunya. Coba diitung"
"1..2..3..4..5..banyaaak abi"
"Banyaknya berapa?"
Hahahaha seru juga nonton dou lelaki ini berimajinasi

#tantangan10hri
#level6
#kuliahbunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Letusan gunung berapi Read More

Rabu, 02 Agustus 2017

Push pins


Mainan Izz kali ini agak ekstream๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ. Ceritanya si Izz lagi bantu beberes meja dan lemari buku. Eeh ketemu sama push pins.
"Mii kita push pushh sini mii yaa" katanya sambil menunjuk gabus yang tertempel di dinding.
Sebelumnya dia memang terbiasa menempelkan hasil karyanya di gabus dinding menggunakan push pins.
"Nga usah dulu ya nak"
"Ini dulu miinya...ini dulu"katanya merengek. Dan saya luluh. Saya ambilkan gabus dan push pinsnya. Pekerjaan beberes terpaksa pending dulu. Soalnya kegiatan yang melibatkan benda sperti itu emang butuh pengawasan ekstra.

Tiba-tiba saya mengingat konsep angka. Yuks kita buat angka-angka pake push pins nak
"Yok" katanya segera. Entah dia paham atau nga hihihi
Saya lalu menggambar angka besar besar di kertas folio berwarna lalu menempelnya di gabus. Setelah itu meminta Izz menempel para pin it mengikuti garis pola angka. Dan ia melakukannya dengan segera..sukarela bin gembira. Uuuhh anak-anak kalau udah ada unsur bermain pasti deh gercep dikerjakan hihihi.

Hasil tempelannya meskipun kurang rapi karna nga dideret dengan seksama. Tapi sudah mengikuti garis dan hasilnya bisa membentuk angka kok hehehe. Selanjutnya kita sama-sama menyebutkan satu persatu angkanya. Untuk pengayaan saya coba menanyakan lewat puzzel knop. Yang ini angka berapa?? Angka nol mana??. Hasilnya lumayan. Hari ini dia berhasil mengidentifikasi angka nol dan satu hehehe. Saya random di pola yang di buat dan puzzel knopnya dua angka itu sudah bisa diindentifikasi. Memang 2 angka yang paling simple sih. Nga apa apa. Step by step. Besok kita coba angka 2 lagi ya nak. Semangat

#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunsayIIP
#IloveMath
#MathAroudUs

Push pins Read More

Selasa, 01 Agustus 2017

Roleplay si penjual apel

Hari ini saya drop. Beruntung suami ada d rumah pagi ini. Jadi bisa handle si Izz. Bisa ajak Izz main dan saya bisa istrahat sejenak. Meskipun suara bermain mereka di ruangan depan terdengar begitu nyaring sampai di dalam kamar.

Saya bisa menyimpulkan kalau mereka sedang bermain peran. Di sesi awal mereka berperan sebagai petani apel.
"Waah alhamdulillah..panen apel kita banyak. Ayok kita hitung sama-sama"
Izz terdengar bersorak melompat.
"Satu..dua..tiga...empat...lima..cepuluhhh"
"Heh??mana angka enamnya?"
Lalu mereka bersama-sama menghitung jumlah apel. Dab mengangkutnya pulang ke rumah katanya
"Izz bawa 3 dulu...abi juga 3"
"Kita ambing banyak-banyak kan" timpal Izz. Saya cuma senyum-senyum dalam kamar

Sesi berikutnya mereka menjadi penjual dan pembeli apel. Si Izz jadi penjual, abinya yang beli apel.
Jadi ceritanya mereka sudah panen apel. Tapi kok malah satu petani apelnya yg jadi pembeli ya hihihi
"Pak penjual apel...mau beli apel"
"Iyah" kata Izz
"2 ya"
"Iyah"
"Hitung donk"
"1...2...3.."
"Belinya 2 saja pak penjual apel. Coba itung ulang"
"1..2..
"Nagh 2 saja"
"Ini"
"Terimakasih"
"Cama-cama...abi mau beli lagi iya??"katanya lagi
"Oh iya boleehh..."

Saya nga tau betapa berantakannya settingan permainan mereka sampai tidak ada suara. Saya mengintip dan ternyata si penjual apel sudah tepar di dalam biliknya. Hihihi

#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunsayIIP
#ILoVeMath
#MathAroundUs
Foto ini saya ambil setelah suasana di luar terdengar hening. Eeeh penjual apelnya rupanya sudah tepar


Roleplay si penjual apel Read More