Beranda
It's Me
Awards
Chat Bloofers
Links

Sabtu, 25 Maret 2017

Role play

Hari ini kami bermain peran bersama Izz. Ummi yang jadi sutradara dan bagian ngerancang skenario. Abi yang akan bercerita dalam kotak besar jadi seolah abi sedang berada dalam TV dan Izz yang akan menonton tak lupa feed back dari Izz yang diharapakan hehehe.
Beberapa cerita yang diperankan adalah fun learning mengenal hewan dan warna lalu kisah yang disisipkan beberapa poin hikmah pelajaran, hari ini kami mengambil tema kisah 'kepunyaan' karena sampai skarang Izz belum rela meminjamkan barang-barangnya ke orang lain. Tujuan dari bermain peran ini agar Izz bisa paham dengan definisi pinjam dan mau meminjamkan barangnya ke orang huhuhuhu. Pengenalan warna-warna lewat dialog tokoh tentang warna benda-benda disekitar dan pakaian yang mereka gunakan, dan memperkuat kosakata tentang hewan. Persiapan dilakukan sama-sama, awalnya Izz mau ikut jadi 'pencerita' di belakang layar bareng abinya nga mau nonton. Maka di buatkanlah dia gua tempat menonton dari tumpukan bantal dan selimut supaya si penonton (Izz) bisa betah.
Dan ternyata skenario nga selamanya berjalan mulus euy, harus ngundang improvisasi dari si Abi. Misalnya ketika si Izz mulai ngajak tokoh Kumi (kucing) dan Igor (keledai) berbicara ala dia lalu mengajak baca buku. Hal yang di luar skenario, beruntungnya bisa kembali ke skenario dengan mengajarkan hewan-hewan yang ada di mini books ke penonton. Horeee abu Izz hebat... bakat nihh wkwkwkwk
Apesnya...si Izz nga mau berhenti. Kami sudah hampir sejam bercerita dan berniat mengakhir bermain peran sambil baca buku. Tapi Izz nangis. "Lagi mii..lagi abii.."πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Akhirnya abinya lanjut lagi...
Project hari ini di akhiri dengan menyanyikan lagu anak-anak. Saat refleksi kata si Abi nga apa-apa dianya capek yang penting anaknya senang.
Lagi- lagi bermain peran dengan anak memang kegiatan melelahkan tapi seru. Nagihh lagiπŸ˜‡πŸ˜‡. Dan kami tidak berani menanyakan perasaan si Izz setelah kegiatan role play takutnya dia nangis minta diulang lagiπŸ˜₯πŸ˜₯

#Tantanganhari2
#level3
#Myfamilymyteam
#kuliahbunsayIIP


Role play Read More

Jumat, 24 Maret 2017

Jum'at berkah..Jum'at berbagi...

Bismillahirrahmanirrahim...
Tantangan kelas bunda sayang level 3 kali ini adalah membuat family project. Jadi tentunya team work yang jadi bidikannya.

Alhamdulillah dalam keluarga kecil kami kerap melakukan banyak hal bertiga karena memang adanya cuma kami bertiga wkwkwkw.

Jum'at berkah...Jum'at berbagi...
Kali ini saya menuliskan kerja tim kami yang memang merupakan target hidup saya pribadi. Minimal sekali sebulan sedekah nasi.

Persiapan seperti biasa saya harus ke pasar kamis buat blanja blanji..tentunya Abu Izz yang mengantar dan Izz (25m) ikut serta. Malamnya saya sudah mempersiapkan bumbu dan merakit bersama dos nasinya. Nagh kalo bagian yang ini Izz nga diikutkan soale biasa dia suka sobek sana sobek sini kotak nasinya. Lepas subuh saya mulai masak dan kelar biasanya jam setengah 7. Packing plus finishing dan jam delapan sudah rapi dan siap disebarkan. Bagian memasukkan kotak makanan ke dalam kantongan besar adalah tugas Abi dan Izz. Dan perjalanan berbagi kami biasanya menyisir jalan utama. Target kami adalah para pengemis, pengamen jalanan, pasukan petugas kebersihan, amang becak, tukang parkir, tukang koran dan tukang pijit tunanetra. Saat berbagi anak kami si Izz didudukkan di depan agar supaya dia bisa melihat lebih leluasa, sesekali Izz sendiri yang memberikan langsung kotak makanannya ke bapak ibu di pinggir jalan. Tujuan kami sebenarnya ada pada Izz. Selama proses dari beli bahan sampai penyebaran kami sounding kalau kita akan bagi nasi ke om dan tante yang butuh. Kami ingin membiasakan dan mengenalkan dia dengan 'berbagi' dan mendengarkan ucapan terimakasih yang tulus. Karena sesungguhnya ucapan-ucapan terimakasih dari para "guru-guru" kami di jalanan adalah semacam scan virus bagi saya pribadi. Setiap pulang berbagi saya punya jeda untuk merenung dan bersyukur. Bagi kami...meskipun Izz baru 2 tahun dan entah dia paham atau tidak tapi pembiasaan seperti ini Insya Allah kelak akan membentuk karakternya.

Selesai berbagi kami mengajaknya makan es cream hahaha. Dan mengucapkan terimakasih bergantian. "Trimakasih nak Izz atas kerjasamanya"
"Trimaksih Abi...abi sudah melakukan bagiannya dari ngantar ke pasar, bantu jaga izz saat masak, packing sampai sebar kotak"



#TantanganHari1
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP


Jum'at berkah..Jum'at berbagi... Read More

Jumat, 27 Januari 2017

Bunga pertama Ummi

Hari ini adalah hari kedua kami berada do kampung halaman. Qadarullah saya terserang demam typoid sementara suami awal bulan depan ada dinas luar. Demi kemaslahatan bersama...suami berkesimpulan untuk mengantar saya dan anak kami Izz (23m) ke rumah kakek nenek di Enrekang buat recovery dan memang ada acara pernikahan salah satu sahabat karib saya. Enrekang... Sebuah kota nan sejuk yang berbatasan langsung dengan daerah tanah toraja. Siapa yang nga kenal tanah toraja..hayooo??salah satu rumah adat yang ciamik lho. Eeh kok malah belajar IPS.

Nagh cerita pagi ini di awali oleh jalan-jalan pagi abi dan si Izz. Saya nga ikut..hanya memandangi mereka dari kejauhan. Kondisi tubuhku belum terlalu fit untuk ikut serta jalan pagi. Kepala ini masih belum bisa kompromi untumk berdiri lama.
Selang beberapa saat...mereka akhirnya datang. Kebetulan rumah oranhg tua saya adalah rumah panggung jadi saya bisa dengan leluasa memandangi aktivitas mereka hingga ujung jalan. Masuk ke area rumah. Izz yang memang sudah bisa ngomong 5 sampai 6 kata melapor ke saya.
"Ummi...Ing (Izz) sudah jalan-jalan sama habibi (panggilan abi versi Izz)".
Saya menuruni tangga rumah dan mengusap kepalanya. "Dari mana anak shaleh?"
"Pangan mejjid (lapangan mesjid)" katanya
"Kalo gitu kita masuk rumah yok..sarapan" sambil memberi kode ke suami saya kalo ada teh dan kue di teras atas.
"Lagi"
"Lagi apa nak?"
"Ing mau jalan-jalan lagi"
Ulalala
Dan ternyata jalan-jalan part 2 ini hanya mondar mandir depan rumah. Saya duduk mengawasi dari anak tangga, Izz kemudian memetik satu bunga neneknya lalu menaiki tangga, bagian yang ini luput dari pengawasanku..tetiba saja anak kecil itu sudah tertatih menaiki anak tangga dan memberikannya padaku. Nyeessss....
Begitu mendapati saya yang tengah duduk..dan menyentuh mukenah saya. Si kecil berkata "Buat Ummi ini" lalu tangan mungilnya menyodorkan bunga kecil...kecil sekali sambil memamerkan matanya yang tinggal segaris. Emaknya nih suka skali liat anaknya senyum..matanya tinggal segaris kalo lagi tersenyum.
Pelan anak itu menuruni tangga dan kembali asik berlarian di halaman depan. Akhhh anakku...

Ini kali pertama saya mendapat bunga dari anak sendiri. Emmm atau boleh dibilang bunga pertama dari seorang laki-laki (seingat saya). Abinya bahkan nga pernah ngasih bunga wkwkwkkw.
Entah bagaimana perasaannya Izz
 ketika itu...walaupun tidak disertai dengan ungkapan sayang tapi kata "Buat Ummi ini" rasanya adalah kata yang mahal...sangat mahal. Trimakasih nak...doakan ummi lekas sembuh. Biar bisa main lebih lama bareng Izz lagi.

Suamiku cuma senyam senyum sambil menyeruput tehnya.
"Nih..kita dapat bunga donk" hahahahha
"Ciyeeee yang dapat bunga"

Bunga pertama Ummi Read More

Sabtu, 17 Desember 2016

Passion+emphati=sosial venture

Bismillahirrahmanirrahim...
Tidak terasa say sudah berada di penguhujung kelas matrikulasi Ibu -Ibu Professional. Masih ingat sekitar 3 bulan yang lalu seorang kawan di blog of frienship yang merekomendsikan ikut kelas matrikulasi. Dan sebelumnya saya masih awam dengan singkatan IIP. Saya lalu mwncoba bergabung di grup FB..beberapa hari join masuk dan saya tidak melihat ada updatean info di grup. Sampai akhirnya saya menghubungi no hp seorang akhwat di selebaran info seminar. Saya menyapa dan memperkenalkan diri lalu kemudian merengek minta d drop ke grup WA IIP kalimantan. Belakangan baru saya tau kalau ternyata grup WA itu adalah isinya semacam.perkuliahan online. Kuliah online???biasa.juga belanja online...belum pernah tuh kuliah online.

Okeeeh..krna niatnya memang kepengen nyari ilmu. Dan Allah itu Maha dekat. Maka dipertemukanlah aku dengan IIP batch 2. Qodarulalah banget ini..pas kepengen ilmunya..batch 2 ternyata dibuka. Alhamdulillah...dan dialah mba Iffah...yang menarik saya masuk kegrup ini. Jazakillah mba

Maka berbahagialah saya ketika membaca pengalaman bu ibu di IIP yang kebanyakan adalah warga perantauan seperti saya. Zona baru memang membuat nano nano...bahkan untuk saya yang sebenarnya adalah tipe wanita travelling. Pelan-pelan saya mulai belajar bahasa banjar..tidak mahir...setidaknya mengerti sedikit untuk.pwmbicaraan yanh kerap dilakukan semisa percakapan di pasar. Awalnya saya akan menjadikan suami tameng..tapi alhamdulillah sekarang sudah bisa nawar sendiri hehehe.

Dan tugas pekan ini adalah kami digiring untuk menemukan passion masing_masibg. Dan tepinya adalah, lewat passion itu kita belajar bersama untuk menyusun dan menemukan solusi terbaik dalam keluarga dan lingkungan sekitar agar menjadi agent perubahan.
 Rumusnya adalah PASSION + EMPHATY = SOSIAL VENTURE

Minat hobi ketertarikan
1. Mengajar
2. Dunia buku
3. Dunia anak

Skill hard soft
1. Mengajar
2. Komunikatif
3. Volunteer
4. Jualan buku..(meskipun dalam tahap belajar gigigi)

Isu sosial
Anak-anak jaman sekarang cenderung dicocoli gadget ketimbang buku.
Menurunkan rasa inisiatif anak, mematahkan kreatifitas

Masyarakat
Anak.sendiri
Anak tetangga dan semoga berkecambah ke ibu masing-masing tetangga

Ide sosial
Membangun taman baca kecil-kecilan. Dengan berawal dari meluaskan anak tetangga untuk ikut mwnikmati koleksi buku Izz. Sambil berikhtiar untuk merealisasikan kelas Ahad untuk anak-anak


Sebenarnya cita-cita untuk memiliki taman baca dan punya kelas bebas untuk dijadikan wadah bermain dan belajar anak-anak adalah salah satu visi suami saya yang dulu di tulis di proposal pernikahan. Salah satu alasannya kala itu karna dia sendiri tidak suka.baca...lebih senang dengar berita dari orang atau dengar info melalui audio saja. Akan tetapi beliau sungguh meluaskan saya membeli buku untuk Izz dengan alasan yang menggelitik karna.katanya paksu senang liat buku berjejer. Dan akhirnya saya betah membeli buku dengan harapan suami pun gila baca.
Stwp by step mulai keliatan. Ketika paksu merengek pengen dibelikan buku juga. Protes ketika slalu paket yang datang adalah kepunyaan putranya. Mulai membuka buku karya kiki barkiah. Semoga abi jadi cinta buku juga yaaah

Selanjutnya mewujudkan impiannya yang ternyata kerwn...sayapun menginginkan untuk punya taman baca. Semoga terealisasi.aamiin

NB. Buat para bu ibu fasilitator...maafkan untuk setiap kesalahan pengetikan. Saya yakin pasti ada. Mengingat mata saya minus dan saya mengetiknya di.hp di sela-sela tidur anak saya malam ini.

Akhir kata semoga kita para bu ibuk.IIP kalimantan bisa wisuda berjamaah ya.aamiin
Passion+emphati=sosial venture Read More