Beranda
It's Me
Awards
Chat Bloofers
Links

Minggu, 29 Januari 2012

Kenapa saya menulis??

Saya menulis karena tidak seharusnya lisan yang selalu mengambil alih percakapan, saya menulis karena jemariku pun punya hak setara dengan lisan. mencoba berbagi porsi cerita antara liukan jemari dan untaian lisan, karena aku memahami...keduanya bersama dan berhak 'mengemukakan'. Saya menulis karena 'aku' ingin berkenalan dengan dunia dan akhirnya dunia mengenal dalam 'aku'. Untuk meluaskan paham, untuk meluaskan rasa, untuk membagi kisah, untuk berbagi senyum, untuk mengotakkan keisengan, untuk menebalkan semangat, untuk men'save' jejak, untuk mengumandangkan 'ada'...aku menulis karena untuknya aku merasa bahagia, merasa lepas dalam artian mendamaikan...

Menulis, seumpama celupan kuas sang pelukis pada cat warnanya, berpadu...saling bersalaman dengan cat warna dan akhirnya berpentas ria dalam tarian sketsa lukisan, tergambar disana...terpatri disana..apa yang tersampaikan. Menulis seumpama putaran roda sepeda pada wilayah turunan,...mengalir, berputar apa adanya. Menulis seumpama tumbuh kembang manusia dari buaian...makin diasah makin baik,...Menulis bukan berbicara tentang sebuah bakat, tapi lebih kepada kemauan...maka menulislah kawan^^

Saya menulis karena kutau jemariku menyukai rentetan bahasa sederhana itu...kenapa aku menyukainya??siapa yang membuatku menyukainya??

Saya mulai merasa kasmaran pada sebuah tulisan ketika kelas 3 SD, yang tanpa sengaja dapat surat kaleng eitt...maksudnya surat sakit dari salah seorang teman, bahasanya santun skali. Terlebih lagi, ibuku menyukai bacaan sastra, di meja kerja beliau kerap kutemukan novel-novel 'terdahulu'^^, aku tidak mengerti soal asal muasal dan pembagian sastra, yang kadang ada pembagian jenis dan angkatannya, yang aku tau...aku menyenangi tulisan, ada kesederhanaan yang bersahaja disana^___^. 

Dan aku sangat sangat percaya setiap orang bisa menulis, hanya saja cita rasanya berbeda-beda, dan disitulah keunikan dari tulisan, selalu saja ada tagihan halaman yang membuatnya berwarna. Layaknya sebuahya panorama alam, ada matahari, bulan, bumi, pantai lautan dll. Ada yang menulis seumpama kedamaian mewakili senja, ada yang menulis dan terasa biasa namun mem'bumi', ada yang menulis seperti amukan ombak di lautan, ada yang menulis seindah liukan awan di langit, ada yang menulis bak air yang mengalir tanpa  kita sadar kita tlah terhanyut bersama buaian kalimatnya. Dan tulisan ternyata mengandung ragam apik dari jendela dunia, yaa...seperti isi dunia yang beragam.

menulis..berarti membuang zat aditif yang bersemayam di sela-sela otak, yang mungkin tak terjangkau untuk diungkapkan suara, yang mungkin jika dibiarkan menumpuk akan jadi sarang dan menganggu koneksi otak^^, Menulis berarti memberi bayangan tentang siapa dia si pemilik tulisan, menulis berarti menjabar tentang jarak dan kedalaman dari apa yang terpahami oleh si penulis. Menulis berarti menguraikan penjelasan atas kisah yang sempat terbiaskan.

Mengapa aku menulis???sekali lagi...karena aku terkagum kagum dengan rentetan kalimat sederhana itu...


Aku menulis karena suatu ketika aku tinggallah aku
karena aku akan menjadi 'Pada suatu masa'

Tak semua pembaca sepakat untuk suatu tulisan dan lalu bersama- sama memvonis tulisan itu indah, karena letak keindahan tulisan bukan dari padu katanya yang bisa menyayat kalbu, atau padu katanya yang mengaduk rindu.
Aku berpendapat bahwa ke’aku’an tulisan  ada pada radius sejauh mana ia berani berjalan menjamah mata untuk memandangnya…
Aku menggaris bawahi bahwa nyawa sebuah tulisan  terletak pada ketermaknaan sentuhan nurani bagi sang pembaca. 
Aku memberi jempol pada tulisan yang mengaduk rasa meski si pembaca tak menjangkau kalimatnya

Oh iya, aku suka bilang kalo orang yang suka menulis punya sense rasa setingkat lebih tinggi
aku suka bilang kalo orang yang menulis suka membaca buku
aku suka bilang kalo mengenal orang bisa lewat tulisan
dan aku suka bilang...itu bener nda ya
EITTTT..^^

47 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. sya jdi ingat kebiasaanmu jaman dulu. ngumpulin puisiku lalu digubah dengan gayamu sendiri. hm..., tp sya salut ma semangat buat novelmu.

    klo sya mah. sjak novel fiksi ilmiahq hancur tuw hari, sya dah putus hubungan dgn novel dan cerpen. :) keep on writing diks.. menulis itu sepertinya punya sensasi teaterikal yg tak kalah dr teater. saat org benar2 menjadi dan tidak sedang berpura2 menjadi. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hmmm kalo bukan karena prinsip pergaulan, mngkin saya masih di teater...ya tepat skali kak, bedanya teater dengan dunia sinetron...'menjadi' bukan mencoba dan berpura2 'menjadi', yang ngomong di teater 'jiwa' mereka...^^ tapi saya masih doyan nton teatrikal

      Hapus
  3. hai hai bu guru datang memeriksa PR nya/..wew postingan yang mengaduk qalbu..dari sayatan2 kata katamu aku jadi tau alasan mu menulis...tetap semngat menulis ...dannnnnnnnnn A+ untuk PR nya..bu guru pulang dulu yeee...dari tadi ngak di suguhi minum..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk menganduk2 kalbu, ibu guru Ran mah kelewatan..tapi asikkk dapat nilai A+..semester ini uty optimis dapat cum laude^^

      Hapus
  4. kenapa saya menulis...
    kalau saya jawab disini pasti bakal panjang...
    mending gak usah ditulis aja ya... wkwkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. ckckck kenapa saya menulis??karena sesunggunya banyk yang menanti tulisanmu kak...banyak memfavoritkan lapakmu..walaupun hanya sekedar mencari kesejukan..^^

      Hapus
    2. Jujur sekali dirimu Uty, bikin hatiku dag dig dug tdk nyaman tidur, wajah memerah bak makan sambel sebakul... wkwkwkwkwkwk....

      Hapus
    3. macem mana pula ni pak ustad..^^

      Hapus
  5. suatu saat kita akan hanya menjadi kenangan... dengan menulis berarti kita tidak hanya akan menjadi kenangan... tapi kita adalah kenangan yang hidup dalam sebuah tulisan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ysp bener banget, apalagi kalo dah diterbirkan//heheh

      Hapus
  6. serasa mendengarkan pena menguraikan alasannya meliukk...

    bukan bakat tapi kemauannnn... sepakat sekali sama yang itu, karena tak ada yang tak bisa merangkai huruf demi huruf, kecuali mereka yang tak pernah mengenalnya sama sekali, dan setiap orang punya ciri khas tersendiri dalam merangkai kata, membahasakan apa yang diinginkannya.. tanpa perlu mendengarkan pendapat orang lain sebagus atau seburuk apapun tulisan itu... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa...ada buku yang best seller, tapi menurutku isinya biasa2 saja. menulis bukan karena bakat, tapi kalo kak syam..mang dah bakat kali ya...tulisannya 'menghujam' eittt

      Hapus
  7. Kenapa saya menulis di Blog?
    sebab tulisan tangan saya jelek! dan di Blog punya banyak font yang bisa dipilih. :)
    Salam kenal..follow me back. Hidup Blogger!! hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheh..menulis nda selamanya d blog kan bang,..scan tulisnnya trus posting, tulisan tanganku juga jelek^^
      salam ukhuwah bang sandy

      Hapus
  8. kenapa saya menulis ?

    kalo nggak nulis, ntar aku di marahin ibu guru kak :(
    gimana dong ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bilang sm ibu gurunya tulisanku jelek bu, berhitung saja ya..hahai

      Hapus
  9. Setuju bangeeet kak.. Manulis itu bukan masalah bakat.. Melainkan kemauan..
    ^.^

    BalasHapus
    Balasan
    1. eeeaaaa si guru fitness angkat bicara...
      tak kirain menulis layaknya bergerak bebas, sebebas gerakan fitness.................#Kaburrr akh

      Hapus
  10. Karena pemaknaan tiap orang berbeda, maka keindahan tulisan sebenarnya tidak mutlak.
    Tulisan yang indah? Tulisan yang menggugah perubahan, meski cuma sedikit..
    Tulisan yang indah? Tulisan yang menggerakkan, meski cuma selangkah..
    ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang selalu asyik buat tau kenapa orang menulis ya Bang^^

      Hapus
    2. ^^
      Sepakat Ty! Selalu asyik. Jadi perbendaharaan tersendiri di kotak memori ya.

      Hapus
  11. menulis itu untuk membuat sejarah. pramudya menulis ingin mengubah cara pandang akan sejarah. itu menarik. setiap alasan penulis itu menarik

    BalasHapus
    Balasan
    1. yappp bener banget Kak Rus, aku sepakat....setiap penulis itu punya alasan tersendiri dan pasti menarik untuk ditelaah, makasih dah berkunjung kak^^

      Hapus
  12. kenapa saya menulis?
    biar pengusaha alat tulis seneng... eh?
    ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. kenapa saya menulis..karena saya adalah ibu ibu yang doyan menulis, karena saya adalah ibu super...
      Wuihh suatu kehormanatan, lapakku dikunjungi salah satu ibu super^^
      makasih kak Icha

      Hapus
  13. "Mengapa aku menulis???sekali lagi...karena aku terkagum kagum dengan rentetan kalimat sederhana itu..."
    setujuuu sm kalimat itu..
    ayo sama-sama terus menulis.. ^___^

    BalasHapus
  14. cuma lewat tanpa ingin berkomentar ^_^


    #menulis dengan harapan dapat menambah teman sekaligus dapat dengan "bebas" mengeluarkan ekspressi kita terhadap dunia:)

    BalasHapus
  15. tulisan itu mempunyai makna bukan dia memakai pulpen yang mahal atau tdk, memakai mesin tik atau komputer.. tulisan dilihat dr siapa sang pemilik benda itu.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. yewww..ketika sastrwan berkomentr, aku yang awam tinggal duduk manis mendengarkan...hehe. SETUJU emi!!

      Hapus
  16. Bener nda ya ...#eh ...
    Keep positive blogging Uty.
    Oya, ternyata ada beberapa blog yang pemiliknya penyuka hijau-putih. Saya baru habis ketemu dua blog yang berwarna itu, selain blog ini.
    ^__^

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheheh kagak bener kakak...ntuh sandiwara doank
      btw siapa yg punya lapak judulnya sama punyaku, pngen kenalan saya^____^

      Hapus
  17. hehee...Nay juga suka nulis pas jaman SD, itu pun ceritanya amburadul, akh... kalo masih ada catatan itu pastii Nay ceritain di blog kali yee... #eehhh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayooo ketahuan ni eyang dah bisa nulis surat cinta pas SD..ckckckck AIGOO

      Hapus
  18. ana baru mulai menyukai nulis malahan :D

    salam. . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. hah??Ada kaito kidd,...heheh trakhir nyolong dimana??
      Salam..salam ukhuwah^^

      Hapus
  19. SUBHANALLAH

    aku baru baca sedikkit aja bisa kedip2..senng bgd bisa kesini ... salam Assaalaamu'alaikum mbak..

    saya sependapat dgn mbak.
    kata2 adalah senjata yang tepat.Menulis sedikit kata saja jika mampu menyelaraskan hati akan indah dibaca. dirasakan sendiri yaitu sebuah kepuasan. Walapun dimata ornag tak indah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan kadang kalo denger langsung dari lisan, nda seindah yang tertera dalam tulisan ya mbak...eaaa
      salam ukhuwah mbak nur^^

      Hapus
  20. Semua berawal dari kemaun, yang akan menghasilkan kepuasan dalam menghasilkan sebuah karya. Sukses selalu.

    BalasHapus
  21. menulis mempunyai arti tersendiri bagi orang yang melakukannya....

    BalasHapus