"Ummi...ummi..tadi Ingg padi liat hewan-hewan"
"Hewan apa nak?
"Lalon (laron). Ing padi bunuh lalon mii..ciat ciat ciat"
Yaaah..Izz pertama kali mengenal kata bunuh..pukul ketika saya melepasnya bermain dengan teman-teman. Waktu itu mereka sedang memukul kucing dengan tongkat kayu. Sejak saat itu saya berusaha mengikuti Izz ketika bermain dengan anak tetangga.
"Kenapa Izz bunuh nak?"
Saya meraih lengannya dan mendudukkan di pangkuan saya
"Tadi ummi habis critakan tentang Allah yang memberi rejeki kan?..Allah yang ngasih kita nasi..air..apalagi nak"?
"Makanan buaan(buahan)..kong(kol)π..kaci rejeki supaya kita bisa ke mong (mall) kan..main lego"katanya
Adduuh duuuh
"Iyah betul..Allah juga memberikan kita kaki. Untuk apa nak?"
"Beljalan..."
"Iya...terus Allah beri kita mata. Mata untuk apa nak?"
"Meliat"
"Trus Allah kasi apalagi ke Izz?"
"Idungg..pipi...mata..tangan.."katanya sambil menunjuk satu-satu
"Waah pinter. MasyaAllah. Allah ngasih sayap nga sama Izz?"
Lama terdiam
"Izz ada sayap nda dari Allah?"
"Nda ada mii"
"Trus Allah kasi sayap sama siapa donk?"
"Cama kupu-kupu...bulung..lebah madu"
"Sama siapa lagi?"
"Emmm belalang..capung.."
"Yang biasa banyak di lampu dikasi nga sayap. Apa itu namanya ya"
"Laloonn"
"Oh iya lalon..tau nga Izz kenapa Allah ngasih sayap untuk laron"
"Cupaya..cupaya..dia bica telbang deh"
"Betul sekali...tau tidak nak..Allah menciptakan laron tidak seberuntung Izz. Laron hidupnya nda lama. Allah kasih sayap supaya laron bisa terbang dan menikmati udara bebas. Laron itu suka skali sama cahaya lampu. Makanya kita nga usah ganggu laron..biarkan senang-senang saja. Karena laron itu sayapnya nantinya akan patah sendiri dan mati nak. Kasihan kan?? Jadi biarkan saja laronnya..nanti kalo mati baru kita sapu supaya rumah nga kotor" ( infonya nyontek di buku EBM hihihihi)
"Ho ohh"
"Iya nak..bukan ho oh"
#day4
#level10
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#Grabyourimajination
Mungkin kita adalah sederhana aksara, simpel dan singkat. Tapi kita bisa merangkainya menjadi terpola dan berkisah. Maka ciptakanlah jejak..meski hanya kecil nan mungil...
Rabu, 06 Desember 2017
Selasa, 05 Desember 2017
Kenapa Izz menangis nak??
Malam ini saya di tabok buku besar sama si bocah. Judulnya abu bakar as shidiq. Yap salah satu buku yang kami pinjam dari perpustakaan daerah banjarbaru. Mengingat karna si Izz akhir-akhir ini kesemsem sama kisah abu bakar di gua tsur maka buku ini kami pinjam. Nga bosan-bosan si Izz minta di ceritakan kisah gua tsur. Nonton di smarthafis..di magic proyektor..baca di buku cerdas shaleh. Diulang lagi lagi..minta di bacakan ummi..diceritakan abi hahaha abu bakar oh abu bakar.
Buku ini mengupas tentang sosok abu bakar dan dikemas dalam bahasa narasi dan beberapa potongan gambar komik. Al hasil diri ini yang awam dan dangkal pengetahuan tentang sahabat nabi menjadi kelabakan. Saya harus berkejar dengan membaca cepat lalu besegera mentransfer hasil bacaan saya ke kalimat yang lebih sederhana dan dipahami si Izz.
Beberapa kali dia menunjuk gambar. Yang ini lagi mii..ceritakan yang ini.... Habis itu tunjuk gambar lain. Ini kenapa mi?? Wuaaahh jadi berasa banget hausnya.
Sampai pada kisah ketika abu bakar tinggal di Madinah dan terserang demam tinggi. Suatu ketika abu bakar melihat seorang rahib Yahudi bernama Finhash sedang mengolok- olok agama Islam. Abu bakar mencoba menasehati Finhash sebab Finhash adalah orang terpelajar tapi dia malah mencibir dan berkata "hei abu bakar, bukan kita yang memerlukan Tuhan..tetapi Dia yang memerlukan kita. Bukan kita yang meminta-minta..kita tidak memerlukanNya..tapi Dialah yang memerlukan kita. Kalau dia kaya, tentu Dia tidak akan dipinjami harta kita seperti yang didakwahkan pemimpinmu itu.
Dan abu bakarpun marah dan berang mendengar agamanya dijelek-jelekkan.
Abu bakarnya marah karena ulah si Finhash.
"Awas kau..kau dan kaummu akan kami balas nanti..lihat sa..."
Dan gambar di buku ada yang menunjukkan Finhash terjatuh sebelum menyelesaikan kalimat perkataannya.
Kisah ini lumayan bikin deg degan mencari dan memilih kata karna ada potongan gambar di mana abu bakar mengepalkan tinjunya. Saya prepare supaya Izz bisa setidaknya memahami kalau marah abu bakar saat itu ada alasannya. Dan alasannya itu diperbolehkan. Berbeda ketika kita marah dengan alasan tidak jelas. Misalnya marah karena tidak dibelikan mainan dll.
"Ini kenapa ummi??" Izz menunjuk gambar Finhas h yang terjatuh di tebing dan kepalanya benjol.
Emmm..saya berpikir sejenak. Lagi-lagi saya tidak mau kalau di dalam benaknya abu bakar yang mendorong si Finhash. Atau karna kemarahan abu bakar si Finhash kalah dan terjatuh.
"Ini hukuman buat si Finhash karena sudah mengejek agama kita..apa agama kita nak??"
"Iclam mii" (intermesso sejenak sambil mikir)
"Iyah...makanya jangan suka mengejek agama Islam..mengejek Allah..akhirnya si Finhash ini mendapat balasannya..dia mendapat hukuman dari Allah. Padahal Allah SWT kan yang menciptakan si Finhash tapi si Finhash malah mengejek Allah. Nga baik begitu nak.
Nagh sama seperti kisah lain ketika seorang anak laki-laki tengah mengganggu ibu dan ayahnya yang sedang shalat. Kita nga boleh menagganggu orang yang shalat ya nak ya..nanti Allah nga sayang kita lagi. Kan Allah yang sudah menciptakan kita...jadi kita harus rajin shalat..berdoa..ngaji..biar Allah ngasih ridho yang banyak..ngasih rejeki.
Hahahah ceritanya malah kemana-mana
"Tadi ingg (Izz) menanging (menangis ummi)"
"Kenapa Izz menangis nak?"
"Jatuh ingg padinya (Izz Khafadynya) mii" huaaahh huaaah. Nagh lho si bocah malah nangis
"Dimana jatuh nak?"
"Waktu ummi shalat...ingg ganggu ummi cantik...Ingg padi dihukum sama Allah HUAAAAHH HUAAAAH"
Tangisnya pecah. Saya menutup buku dan memeluknya.
Sebuah kedangkalan ilmu dari Ummimu nak. Sebuah keterbatasan minim dari ummimu karna nga belum bisa memberi dan mengajarkan seperti para ustazah di luar sana yang memiliki anak-anak hafiz hafizah dengan budi pekerti yang luhur. Disini ummi tertatih dengan semangat naik turun membersamaimu. Sungguh banyak kekurangan ummi. Tapi dengan tangisanmu hari ini setidaknya membuat ummi terharu. Kamu menangis karena mendapat hukuman dari Allah ketika mengganggu Ummi shalat. Yaah..Izz kerap ikut shalat dan tidak menuntaskan rakaatnya tapi memilih bergelantungan dan memanjat punggung saya. Beberapa waktu dia kadang terjatuh ketika saya berdiri tapi tetap di ulangnya. Dan sakit karena terjatuhnya itu diterjemahkan sebagai hukuman daru Allah karena telah mengganggu saya yang tengah shalat.
Seperti Finhash yang terjatuh setelah mengejek agama Islam
#day3#level10
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#GrabYourImajination
Buku ini mengupas tentang sosok abu bakar dan dikemas dalam bahasa narasi dan beberapa potongan gambar komik. Al hasil diri ini yang awam dan dangkal pengetahuan tentang sahabat nabi menjadi kelabakan. Saya harus berkejar dengan membaca cepat lalu besegera mentransfer hasil bacaan saya ke kalimat yang lebih sederhana dan dipahami si Izz.
Beberapa kali dia menunjuk gambar. Yang ini lagi mii..ceritakan yang ini.... Habis itu tunjuk gambar lain. Ini kenapa mi?? Wuaaahh jadi berasa banget hausnya.
Sampai pada kisah ketika abu bakar tinggal di Madinah dan terserang demam tinggi. Suatu ketika abu bakar melihat seorang rahib Yahudi bernama Finhash sedang mengolok- olok agama Islam. Abu bakar mencoba menasehati Finhash sebab Finhash adalah orang terpelajar tapi dia malah mencibir dan berkata "hei abu bakar, bukan kita yang memerlukan Tuhan..tetapi Dia yang memerlukan kita. Bukan kita yang meminta-minta..kita tidak memerlukanNya..tapi Dialah yang memerlukan kita. Kalau dia kaya, tentu Dia tidak akan dipinjami harta kita seperti yang didakwahkan pemimpinmu itu.
Dan abu bakarpun marah dan berang mendengar agamanya dijelek-jelekkan.
Abu bakarnya marah karena ulah si Finhash.
"Awas kau..kau dan kaummu akan kami balas nanti..lihat sa..."
Dan gambar di buku ada yang menunjukkan Finhash terjatuh sebelum menyelesaikan kalimat perkataannya.
Kisah ini lumayan bikin deg degan mencari dan memilih kata karna ada potongan gambar di mana abu bakar mengepalkan tinjunya. Saya prepare supaya Izz bisa setidaknya memahami kalau marah abu bakar saat itu ada alasannya. Dan alasannya itu diperbolehkan. Berbeda ketika kita marah dengan alasan tidak jelas. Misalnya marah karena tidak dibelikan mainan dll.
"Ini kenapa ummi??" Izz menunjuk gambar Finhas h yang terjatuh di tebing dan kepalanya benjol.
Emmm..saya berpikir sejenak. Lagi-lagi saya tidak mau kalau di dalam benaknya abu bakar yang mendorong si Finhash. Atau karna kemarahan abu bakar si Finhash kalah dan terjatuh.
"Ini hukuman buat si Finhash karena sudah mengejek agama kita..apa agama kita nak??"
"Iclam mii" (intermesso sejenak sambil mikir)
"Iyah...makanya jangan suka mengejek agama Islam..mengejek Allah..akhirnya si Finhash ini mendapat balasannya..dia mendapat hukuman dari Allah. Padahal Allah SWT kan yang menciptakan si Finhash tapi si Finhash malah mengejek Allah. Nga baik begitu nak.
Nagh sama seperti kisah lain ketika seorang anak laki-laki tengah mengganggu ibu dan ayahnya yang sedang shalat. Kita nga boleh menagganggu orang yang shalat ya nak ya..nanti Allah nga sayang kita lagi. Kan Allah yang sudah menciptakan kita...jadi kita harus rajin shalat..berdoa..ngaji..biar Allah ngasih ridho yang banyak..ngasih rejeki.
Hahahah ceritanya malah kemana-mana
"Tadi ingg (Izz) menanging (menangis ummi)"
"Kenapa Izz menangis nak?"
"Jatuh ingg padinya (Izz Khafadynya) mii" huaaahh huaaah. Nagh lho si bocah malah nangis
"Dimana jatuh nak?"
"Waktu ummi shalat...ingg ganggu ummi cantik...Ingg padi dihukum sama Allah HUAAAAHH HUAAAAH"
Tangisnya pecah. Saya menutup buku dan memeluknya.
Sebuah kedangkalan ilmu dari Ummimu nak. Sebuah keterbatasan minim dari ummimu karna nga belum bisa memberi dan mengajarkan seperti para ustazah di luar sana yang memiliki anak-anak hafiz hafizah dengan budi pekerti yang luhur. Disini ummi tertatih dengan semangat naik turun membersamaimu. Sungguh banyak kekurangan ummi. Tapi dengan tangisanmu hari ini setidaknya membuat ummi terharu. Kamu menangis karena mendapat hukuman dari Allah ketika mengganggu Ummi shalat. Yaah..Izz kerap ikut shalat dan tidak menuntaskan rakaatnya tapi memilih bergelantungan dan memanjat punggung saya. Beberapa waktu dia kadang terjatuh ketika saya berdiri tapi tetap di ulangnya. Dan sakit karena terjatuhnya itu diterjemahkan sebagai hukuman daru Allah karena telah mengganggu saya yang tengah shalat.
Seperti Finhash yang terjatuh setelah mengejek agama Islam
#day3#level10
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#GrabYourImajination
Senin, 04 Desember 2017
Indahnya Berbagi
Hari ini si Izz buat ayam kertas ala2. Dan si ummipun berkisah tentang si ayam ala2
"Indahnya berbagi"
Di sebuah desa yang indah nan sejuk. Hiduplah seorang anak bernama Hafiz dan dua ekor ayam peliharaannya bernama si blue dan yellow. Hafiz sangat menyayangi ayam-ayamnya. Setiap hari diberikannya si blue dan yellow makanan dan kandangnya pun selalu dibersihkan. Blue dan yellow juga sangat menyayangi tuannya.
Pada suatu hari ketika Blue dan Yellow sedang menikmati makanannya. Tiba-tiba seekor ayam tak bertuan menghampiri mereka
"Assalamu'alaikum..."
"Waalaikumsalam" jawab blue dan yellow
"Apakah aku bisa bergabung bersama kalian berdua? Bisakah aku diberikan jatah makan juga?"
Si Blue dan yello saling berpandangan. Rupanya ayam berbulu hijau ini kelaparan dan mau ikut makan bersama mereka. "Hai Yellow bagaimana??apakah kita akan membagi makanan kita yang lezat ini. Nak hafiz sudah capek2 membuatkannya untuk kita?"
"Tuan kita begitu baik kepada kita. Aku rasa tidak ada salahnya kita berbagi. Nak hafiz pasti senang melihat kita berbagi makanan"
"Betul juga..bukannya nak hafiz itu anak baik...jelas dia tidak keberatan. Lagi pula kasihan ayam ini..coba liat tubuhnya kurus karna belum makan"
Dan si blue dan yellow pun mengajak ayam itu bergabung dan ikut menikmati makanan mereka. MasyaAllah..sungguh mulia ya hati mereka
And the point is...
Saya berharap Izz bisa paham kalau berbagi itu indah. Berbagi dengan sesama adalah perilaku yang baik dan tentu Allah akan sayang sama kita. Point tambahannya..kita juga dianjurkan untuk hidup bersih seperti hafiz yang rajin membersihkan kandang ayamnya. Dan juga kita harus rajin makan agar tubuh kita sehatπππ #day2 #level10 #kuliahbunsayIIP #GrabYourImajination
"Indahnya berbagi"
Di sebuah desa yang indah nan sejuk. Hiduplah seorang anak bernama Hafiz dan dua ekor ayam peliharaannya bernama si blue dan yellow. Hafiz sangat menyayangi ayam-ayamnya. Setiap hari diberikannya si blue dan yellow makanan dan kandangnya pun selalu dibersihkan. Blue dan yellow juga sangat menyayangi tuannya.
Pada suatu hari ketika Blue dan Yellow sedang menikmati makanannya. Tiba-tiba seekor ayam tak bertuan menghampiri mereka
"Assalamu'alaikum..."
"Waalaikumsalam" jawab blue dan yellow
"Apakah aku bisa bergabung bersama kalian berdua? Bisakah aku diberikan jatah makan juga?"
Si Blue dan yello saling berpandangan. Rupanya ayam berbulu hijau ini kelaparan dan mau ikut makan bersama mereka. "Hai Yellow bagaimana??apakah kita akan membagi makanan kita yang lezat ini. Nak hafiz sudah capek2 membuatkannya untuk kita?"
"Tuan kita begitu baik kepada kita. Aku rasa tidak ada salahnya kita berbagi. Nak hafiz pasti senang melihat kita berbagi makanan"
"Betul juga..bukannya nak hafiz itu anak baik...jelas dia tidak keberatan. Lagi pula kasihan ayam ini..coba liat tubuhnya kurus karna belum makan"
Dan si blue dan yellow pun mengajak ayam itu bergabung dan ikut menikmati makanan mereka. MasyaAllah..sungguh mulia ya hati mereka
And the point is...
Saya berharap Izz bisa paham kalau berbagi itu indah. Berbagi dengan sesama adalah perilaku yang baik dan tentu Allah akan sayang sama kita. Point tambahannya..kita juga dianjurkan untuk hidup bersih seperti hafiz yang rajin membersihkan kandang ayamnya. Dan juga kita harus rajin makan agar tubuh kita sehatπππ #day2 #level10 #kuliahbunsayIIP #GrabYourImajination
Minggu, 03 Desember 2017
Cuma takut sama Awlah (Allah)
Hari ini hari terakhir dari rangkaian festival banjarbaru 2017. Selama 10 hari diadakan..terhitung 4 kali izz minta diajak ke sini. "Ke lapangan murjani katanya". Yap...festival kali ini memang menawarkan kolabarisi yang yang terbilang banyak sehingga ramai dikunjungi. Bagi izz ke lapangan murjani akhir-akhir ini adalah bermain odong-odong, lihat hewan-hewan dan beli buku. Yaaap beberapa stand di festival ada flora dan fauna dan juga sesi book fair tak lupa aneka ragama mainan buat anak-anak seperti odong-odong.
Nagh..beberapa hari yang lalu saat stand hewan-hewan (bahasa ala si Izz) dibuka. Dia jadi tambah suka ke murjani...pulang dari murjani tetep cerita berulang-ulang tentang hewan-hewan yang dilihat..plus minta dibacakan buku yang terkait. Yang paling menarik perhatiannya adalah burung hantu, iguana dan ular. Tapi teteeep aja dia takut.
Sampai di rumah..mandi..shalat magrib nyalakan lampu kamar.. cerita lagi...hahaha dasar anak-anak
Izz: tadi Ingg habis liat hewan-hewan..ada ulang..iguana..bulung antu..
Ummi: Dipegang nda tadu hewannya??
Izz: eemmm nda
Ummi: kenapa nda di pegang??kan nda apa-apa..ada petugasnya yang bantu.
Izz: takuuttt
Saya lalu mendudukkan si bocah lalu meredupkan lampu. Membuat bayangan burung di dinding kamar..
Ummi: Suatu hari...seekor burung mendarat di tepi sungai..dia haus dan hendak minum air. Akan tetapi sungai itu dihuni oleh seekor buaya yang buas. Buaya liar yang tidak dipelihara oleh petugasππ. Si burung lama berdiri memandangi sungai di depannya. Dan peristiwa itu disaksikan oleh seorang anak laki-laki pengembala yang kebetulan lewat . Karena kasihan si anak laki-lakipun lalu memberikan cawan berisi air kepada burung elang. Burung elang segera minum...dia tidak mematuk ataupun menggigit si anak laki-laki karna anak itu tidak mengganggunya. Si anak laki-laki pun tidak takut dengan elang. Akhirnya si elang terbang kembali dan tidak kehausan lagi
Waaah hebat yaaa..anak laki-lakinya tidak takut dicakar sama elang. Dia Baik hati..mau membantu elang dengan air. Elangnya nda haus lagi deh. Elang nda mencakar dan menggigit karena dia ditolong. Kalo si anak laki-laki mengganggunya bisa saja elang menerkam kan??
Izz:iyaaah sepeti ini WUAAAARRGGH
Ummi: jadi kita harus jadi anak pemberani..kuat..Seperti hewan-hewan di murjani tadi. Nga usah takut..yang penting hewannya nda di ganggu. Kan ada juga petugas yang mengawasi kita
Izz: kita cuma bica takut sama awlah (Allah) kan mii
Ummi: iya betul...waah masyaallah pintar anak ummi. Jadi kalo ada hewan nga usah di ganggu..dipukul..kalo hewannya berbahaya di jauhi saja jangan dibunuh. Yaa??
Izz: iyah...ciap ummi. Eemmm besok kita ke murjani lagi boleh??
Ummi: mau apa disana??
Izz: liat hewan-hewan mii
Heh??kan festivalnya sudah tutup tadi nakππ
#day1
#level10
#Tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
Nagh..beberapa hari yang lalu saat stand hewan-hewan (bahasa ala si Izz) dibuka. Dia jadi tambah suka ke murjani...pulang dari murjani tetep cerita berulang-ulang tentang hewan-hewan yang dilihat..plus minta dibacakan buku yang terkait. Yang paling menarik perhatiannya adalah burung hantu, iguana dan ular. Tapi teteeep aja dia takut.
Sampai di rumah..mandi..shalat magrib nyalakan lampu kamar.. cerita lagi...hahaha dasar anak-anak
Izz: tadi Ingg habis liat hewan-hewan..ada ulang..iguana..bulung antu..
Ummi: Dipegang nda tadu hewannya??
Izz: eemmm nda
Ummi: kenapa nda di pegang??kan nda apa-apa..ada petugasnya yang bantu.
Izz: takuuttt
Saya lalu mendudukkan si bocah lalu meredupkan lampu. Membuat bayangan burung di dinding kamar..
Ummi: Suatu hari...seekor burung mendarat di tepi sungai..dia haus dan hendak minum air. Akan tetapi sungai itu dihuni oleh seekor buaya yang buas. Buaya liar yang tidak dipelihara oleh petugasππ. Si burung lama berdiri memandangi sungai di depannya. Dan peristiwa itu disaksikan oleh seorang anak laki-laki pengembala yang kebetulan lewat . Karena kasihan si anak laki-lakipun lalu memberikan cawan berisi air kepada burung elang. Burung elang segera minum...dia tidak mematuk ataupun menggigit si anak laki-laki karna anak itu tidak mengganggunya. Si anak laki-laki pun tidak takut dengan elang. Akhirnya si elang terbang kembali dan tidak kehausan lagi
Waaah hebat yaaa..anak laki-lakinya tidak takut dicakar sama elang. Dia Baik hati..mau membantu elang dengan air. Elangnya nda haus lagi deh. Elang nda mencakar dan menggigit karena dia ditolong. Kalo si anak laki-laki mengganggunya bisa saja elang menerkam kan??
Izz:iyaaah sepeti ini WUAAAARRGGH
Ummi: jadi kita harus jadi anak pemberani..kuat..Seperti hewan-hewan di murjani tadi. Nga usah takut..yang penting hewannya nda di ganggu. Kan ada juga petugas yang mengawasi kita
Izz: kita cuma bica takut sama awlah (Allah) kan mii
Ummi: iya betul...waah masyaallah pintar anak ummi. Jadi kalo ada hewan nga usah di ganggu..dipukul..kalo hewannya berbahaya di jauhi saja jangan dibunuh. Yaa??
Izz: iyah...ciap ummi. Eemmm besok kita ke murjani lagi boleh??
Ummi: mau apa disana??
Izz: liat hewan-hewan mii
Heh??kan festivalnya sudah tutup tadi nakππ
#day1
#level10
#Tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
Langganan:
Postingan (Atom)

