Beranda
It's Me
Awards
Chat Bloofers
Links

Minggu, 29 April 2012

Catatan rangers 5 cm

Mungkin kalianpun memiliki tips yang sama untuk mengusir kesedihan jauh-jauh, tidak pake ngumpet tapi harus lari terbirit-birit dari kalian^__^. Yaahh, dah jawabannya adalah buat dirimu sibuk sesibuk sibuknya (lha kok mirip lagu ya,…rinduuuu rindu serindu rindunya…wkwkwkkw)

Hari ini rangers 5 cm Makassar adain acara SABATOR di pantai losari. SABATOR?? Ya itu, singkatan dari sarapan bareng di trotoar, jadi kegiatan meng-cover para anak jalanan, pengamen, tukang parkir, mines pengemis buat makan bareng di trotoar. Kenapa mines pengemis??karena sahabat rangers benar-benar menghargai makna sebuah ‘kerja keras’. Acaranya dijadwalkan jam 08.00-10.00, di pelataran pantai losari Makassar, sesuai dengan keputusan rapat pekan lalu. Dan aku sudah menduga sejak awal, aku pasti datang telat.
Pantai losari..., ada yang mau kesini nda??? kabari ya yah^^
  
Nagh, trus rangers 5 cm itu siapa?? Heheh…itu jelmaan para super hero jaman kita kecil dulu, wkwkwkwk. Oke…oke…, rangers 5 cm itu adalah komunitas pecinta 5cm, pada tau kan 5 cm itu apa?? Yaaapp itu dia buku best seller dari Om Donny. Dan mereka lebih menamai diri sebagai rangers, cuma jumlahnya saja yang melebihi kapasitas warna rangers, jadinya ada rangers yang double^_^

Kegiatan ini serentak dilakukan bareng sahabat rangers 5cm lainnya. Jakarta yang ngambil tempat di Monas, Bandung depan PLN Cikapundung, Jatim di Gor Sidoarjo, Paelmbang di Kambang Iwak, Padang juga di GOR Agus Salim, Lampung di PKOR Way halim, Kalsel di alun-alun taman baca banjar, Pekanbaru di lapangan MTQ, Medan di taman Ahmad Yani dan Makassar sendiri mengambil lapak di losari depan Stella Maris, 

Sebelum brangkat ke losari, aku harus ikut morning report di RS dulu,jadinya gabung agak telat. Untungnya menurut penuturan para rangers, acaranya emang dimulainya molor dari kesepakatan sebelumnya. SABATOR baru mulai pukul 08.40. Moorning report berakhir jam 08.30. secepat kilat aku ke loker dan menyambar tas ranselku. Periksa kostum, Ceklish…merah hitam sesuai tema dresscode hari ini.Rangers Hijau meluncurrrrrrrrrrrrrrrr. Dan akhirnya aku bisa gabung dengan para rangers di menit-menit trakhir. Ya sudah nda apa-apa. Yang penting minggu pagi ini bisa menikmati senyuman dari para pengamen, tukang parkir dan para penghebat jalanan lainnya.

Sampe disana, ola la la… mereka lupa dresscode pemirsa, Alhasil cuma aku sendiri yang pake merah. Kak Riski yang jadi korlap acara malah nutupin baju merahnya pake jaket, ckckck, dasarrrrrrrrrrrrr!!!. Oke… moment berikutnya kita pake baju pelangi saja, warna warni..

Asiikkk...adik adik,.bagi donk mie ayamnya

Yang baju itam membelakangi kamera, namanya Candra, rangers makassar termuda

berbagi cerita bareng anak jalanan^^

Odong-odong di belakang, suaranya lebih gede dari kita2..ckckckk

Sebagian besar anak-anak yang diajak sarapan bareng adalah, para pengamen jalanan. Hmm…uniknya hari ini adalah, bisa mendengar ragam cerita dari mereka. Mereka bercerita bagaimana harus mengamen demi menyambung hidup, bagaimana menjadi loper koran dan harus berjalan kaki atau numpang di pintu angkot supaya nda harus bayar ongkos angkot (padahal aku kadang risih liat mereka bergelantungan, Tuhan….maafkan aku), bagaimana menyambut hari libur sebagai hari kerja tersendiri bagi mereka, dan bagaimana memilih sekolah yang murah tapi berkualitas.

Hari ini, cerita mereka menjadi catatan tersendiri buatku. Bahwa penghuni jagad memang tak selamanya sama. Ada yang harus mengorbankan berbulir-bulir keringat untuk menjadi ‘sesuatu’, sementara yang lain tak sekeras mereka. Mereka mengajarkan kerja keras setingkat lebih daripada para manusia berdasi yang berdiri di parlemen sana. Mereka mengajarkan makna dari selembar uang seribuan yang kerap hanya kita sisipkan di tas dengan seenaknya, padahal mereka butuh waktu lama demi mendapatkan selembar itu. Mereka mengajarkan, untuk sebuah kerja keras harus disertai lapang dada. Aku menyukai garis-garis senyum di wajah mereka, meskipun keringat bercucuran saat kami sarapan bareng, tapi mereka tetap semangat bercerita.
noh...karena telat, akhirnya saya dapat jepret sendiri wkwkwk
Tau tidak, sesungguhnya aku iri pada kalian. Aku tak berani menukar jalan hidupku dengan kalian, makanya aku hanya berusaha menyetarakan rasa hari ini. Karena aku mungkin tak punya rasa tegar seperti kalian menghadapi hidup. Aku yang murni mendapat nafkah dari orang tua, tak akan selihai kalian dalam memaknai hidup. Jika ditanya, apakah aku mau dan bisa hidup seperti kalian, maka jelas kujawab..tidak. Jawabanku menggambarkan keegoisanku, bahwa aku jelas belum siap. Adik-adik,..yang kerap kutemui di lorong jalan. Maaf untuk ketidaksempurnaanku hari ini, dan terimakasih untuk pelajarannya.

Sedih???. Sekali lagi, kesedihanku hanya segelintir rasa dari hal yang mereka hadapi. Aku boleh saja bersedih, tapi perjuangan mereka menghadapi hidup, jauh lebih pedih dari apa yang disuratkan Sang Kuasa untukku. Jadi kawan, tau kan solusi mengusir sedih??. Mari tersenyum, smoga Allah memberi keikhlasan, mari belajar…tentang haru biru kehidupan. Sebab tegar itu perlu, dan skali lagi…hidup adalah sebuah proses

Kenapa berjabat dengan sedih??
Tidak usah berlama-lama
Karena hidup pun hanya sementara
^_^
GANBATTE KUDASAI


25 komentar:

  1. selalunya makan ini kak uti...ndak ajak2..
    ahahaha
    gaya khasnya kak uti...PEACE ^^v

    dimana-mana itu saya liat :D
    hahah seru-seru :D

    BalasHapus
  2. wkwkwkw smoga mirip gaya khasnya ya..cinta damai...^___^
    itu pose asyik makan cank, eh kena jepret juga..

    bgmna persiapan hikingnya???

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. jiaaahhh hai adik ranger..apa kabar??^^

      Hapus
    2. ^_^
      Alhamdulillah baik kk...

      Hapus
  4. Baru tahu saya pencinta 5 cm namanya rangers. Kayak pelindung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheh..mau ikutan gabung,...ngintip disini sj mbak http://www.facebook.com/groups/Sahabat5cm/

      Hapus
  5. Mari tersenyum saat diatas & dibawah,karena dengan senyuman amarah & dengki akan reda dalam hati kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. smile...smile..., smoga sedih bisa pergi jauhhhh

      Hapus
  6. Kreatif....
    sumpah salut atas idenya, ttg cara memaknai hidup.
    sesekali kita memang harus memandang kebawah agar timbul rasa syukur kepada sang Pemilik Jiwa

    BalasHapus
    Balasan
    1. smoga sedih bisa ngumpet jauh2 ya kak,...karena aku suka dan betah dengan senyuman^_^

      Hapus
  7. Mbak.. senang ya selalu bisa berbagi :)

    saya suka skali 2 paragraf di bawah foto mbak Uty ...

    BalasHapus
  8. Komandan rangers nya kebagian berceritanya saja sepertinya.. Hahaha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wwkwkkw siapa ya komandannya, aku cuma ranger hijau..yg kebetulan jadi korca^^

      Hapus
  9. postingan2nya sangat menarik dan bermanfaat,,terus menulis,,karena dengan menulis kita bisa mengembangkan imajinasi kita dan menjadikan kita lebih kretaif ^_^

    salam kenal
    kalau berkenan silahkan mampir ke EPICENTRUM
    folloback juga ya buat nambah temen sesama blooger,,tukeran link juga boleh,,makasih..^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih Rizki...salam ukhuwah,
      eh gabung disini nyok http://www.facebook.com/groups/bloofers/

      hmmm suka climbing ya???manteppp^^

      Hapus
  10. Oma Utiii..... kalo ada acara kayak beginian ajak2 aye dongg :D pengen banget ke kota mu oma >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. akh yang bener..kalo ngumpul sama anak jalanan,eyang mau gitu ke makassar???kalo gitu bulan depan ke makassar dah, aku niat mo ke panti asuhan^___^
      hayooooooooooooooooo

      Hapus
  11. like this,, chayooo ranger green

    BalasHapus
  12. Keren ya Makassar..
    Yanti pernah ke sana, Juli 2011 yang lalu.
    Sesampai di Losari, nyari2 pasir..
    Loh, pasir pantainya mana?
    Hihihi..
    Tapi indah.
    Apalagi sunsetnya.
    Keren dah.
    Kapan2 mau ke sana lagi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheh...yag berpasir itu pantai di bira, kabupaten bulukumba...di losari bisa langsung nyemplung mbak yu^^
      kali laen ke makassar, kopdaran ya^^

      Hapus