Beranda
It's Me
Awards
Chat Bloofers
Links

Senin, 16 April 2012

The Raid

judul Indonesia "Serbuan Maut", namun setelah diproduksi oleh Sony Classic berubah nama menjadi The Raid: Redemption.
Sudah lewat sebulan, nonton film ini. Tapi kemarin, sempat wara wiri di TO, eh rupanya belum turun layar. Emang sih jempol buat film action tapi cover Indonesia. Saya ingat, bagaimana Saya, Dilla, Atun dan Emi harus menahan nafas ketika slide demi slide adengan ngalir tanpa diperintah.

Ini adalah film buat para lelaki. Tapi karena niatnya Atun pengen tongkrongin calon suaminya, trus saya yang pengen tau gimana sih film Indonesia yang harus tayang di luar dulu baru masuk Negara sendiri setelah mengantongi bejibun penghargaan. Ya…meskipun perfilman Indonesia tidak mati suri lagi, tapi malah sangat jarang tema inovatif yang diusung, apalagi yang bergendre horor, bukan slide yang mencekam yang dijual, tapi malah terkesan seperti kontes eksplorasi kaum Hawa besar-besaran, seks bebas dan jauh dari pesan mendidik.

Back to ‘The Raid’. Kami harus cukup puas untuk duduk di bangku samping deretan kursi J. Mau bagaimana lagi, wong kami emang telat beli karcisnya. Tapi walaupun begitu, asli....filmnya nda mengeceawakan

Film dibuka dengan adegan shalat malam seorang Rama(Iko Uwais),dilanjutkan dengan pembicaraan dengan istrinya yang tengah mengandung, adegan ini sukses bikin penonton terutama kaum Hawa seantero  ruang studio TO berseru…’Uhhhhhhhhhh’ wkwkwkwk. Setelahnya, muncul tokoh Donny Alamsyah yang memainkan tokoh Ustad Salman di N5M, tambah kacau komentar penonton. “Waahh kok Ustad Salman khilaf ya??” hihihihh. Yahh, memang benar, kalau Donny disini berperan sebagai Andy, salah satu kaki tangan dari Tama (Ray Sahetapi) seorang bandar narkoba. Dan slide adegan kembali mengalir, dengan adegan action ala2 Rama, dan muncul komentar dari Emi. "Nagh, makanya kalo mau melakukan suatu misi harus shalat dulu,buktinya Rama nda apa-apa kan?" wkwkwk itu mah karna skenarionya sudah di atur begitu Emii..., eh tapi bener juga lho...kudu shalat dan berdoa baik-baik^___^

Meskipun kebanyakan saya memalingkan muka untuk adegan –adegan actionnya, tapi akhirnya saya memutuskan untuk menikmati slide filmya, toh untuk melatih rasa dan mengenal bagaimana dunia ‘laki-laki’ dengan actionnya #Eh???^_^. Dan benar saja, ternyata nyaris tak ada spasi untuk menarik nafas sampai adegan action lainnya muncul. Penulis skenario benar-benar membuat alur cerita terus mengalir sampai salah satu dari pelaku perkelahian tak melawan lagi alias terbunuh. Sadis kan?? Dan adegannya pun diramu apik, keliatan seperti beneran. Mulai dari adegan tembak kepala, plintir kepala, dada di tusuk pisau, kepala dibentur ke tembok, badan yang dijatuhkan dari ketinggian. Sungguh…ini mah filmnya para cowok….^__^

Weits, adegannya makin cakep dengan ornamen rambut gurita si Om ya,..^_^
Slide yang menghadirkan tempaan rasa beda adalah, ketika si Andy (Donny Alamsyah) saling bercakap-cakap dengan Rama, belakangan ketahuan kalau ternyata mereka berdua adalah saudara kandung. Rama sempat memberitahukan kondisi rumah dan memberitakan bagaimana ia akan menjadi seorang Ayah dari calon bayi di rahim istrinya. Dan karena alasan itu, Andy bertekad untuk menyelamatkan adiknya dan mengeluarkannya dari tembok apartemen yang dijaga ketat itu.

Ada lagi, ketika Rama harus bertarung dengan seorang komplotan bandar narkoba asli dari tanah Papua. Muka sangar tapi begitu keluar logat Papuanya, kami langsung ngakak. “Ko jangan buat saya gila ya, mau mati kah?? Wkwkwk kurang lebih begitu deh ucapan2nya si Om Papua^__^
Nah ini nih duel maut si Andy dan Om Perkasa, lawan paling tangguh lho
Nah kalo ini duel Rama sama Om Papua,..lucu ding^
Aku puas dengan slide yang disuguhkan dalam film, terkesan pas. Tidak dibuat-buat atau tidak berlebihan, makanya kesan nyatanya kerasa banget. Hanya saja endingnya dibuat terlalu tak memihak. Kenapa??? Saat itu disetting, bagaimana si Andy, memilih untuk tetap menetap di apartemen ketimbang ikut pulang bersama Rama karena menurutnya itulah satu-satunya tempat dimana ia dihargai, dan mendapat sambutan. Padahal dalam imajiku, ending filmnya ini adalah, dimana si Rama menjadi sebuah keluarga kecil dengan hadirnya bayi dari rahim istrinya, dan itu berarti Andy telah menjadi seorang Paman. Dan kisah di balik tembok tinggi apartemen itu tak teringat lagi, ending yang manis bukan?? Tapi ternyata penulis skenario benar-benar merangkum endingnya dengan sifat ‘laki-laki’ tetap ada rasa egois meskipun terlihat jelas kalau si Andy sebagai kakak sangat menyayangi Rama sebagai adiknya. Peribahasa, darah lebih pekat dari air, juga diusung jadi ide mutlak dalam film ini. Saya hanya menggunakan imaji sebagai seorang wanita untuk menebak ending cerita^^

Film ini makin lengkap dengan menghadirkan berbagai tokoh dengan watak yang beragam. Ada Joe Taslim sebagai Jaka, yang memerankan leader tim. Jaka memimpin dengan kesan watak yang cenderung egois dan tempramen, tapi aku cukup puas dengan keputusannya, saat beradu pendapat dengan komandannya.
Untuk film Indonesia yang telah mengantongi berbagai penghargaan. Sudah sepantasnya kita sebagai warga Indonesia bangga dengan hasil cipta anak bangsa ini. Aku tunggu karya sineas muda dengan gebrakan barunya. 1-10, aku nda ragu ngasih angka 8 untuk film ini. GAnbatte^__^

18 komentar:

  1. Pertamax.. :D

    mba'e maaf warna hijau tulisannya kurang gelap :D

    saya ngga nonton, tapi ikutan bangga dengan apresiasi yang diberikan pada film ini hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheh kurang gelap ya???
      kalo nda doyan action nda usah nonton mbak..tapi sayang lho, wong filmnya bagus...

      Hapus
  2. Kalo saya baru aja nonton kemarin ini. Ceritanya sie bagus, aktingnya juga bagus dan penggarapan filmnya juga kren. Tapi saya melihat di film The Raid ini syarat dengan adegan kekerasan yang bagi saya sangat keras. Maklum saya tidak terlalu suka dengan kekerasan. Whatever...secara keseluruhan saya mengapresiasi film tersebut karena the raid muncul ditengah "ngres" dan "klenik" nya sutradara-sutradara Indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk saya juga nda suka kekerasan, tapi bawaannya penasaran jadinya nimbrung juga nonton di TO^^

      Hapus
  3. ckckck.. film ini kayanya bener-bener wajib tonton dehhh... tapi lebih seru mana ama "Merantau"??

    BalasHapus
    Balasan
    1. hmmm sama2 seru kak, kalo merantau murni silat, kalo ini silat sama senjata berapi...heheh#komentar pas2an anak cewek^________^

      nonton deh kak

      Hapus
  4. Balasan
    1. heheh..nonton deh bang, aki cewek dah nonton...giliran kamu ding^^

      Hapus
  5. Wahhh Keren kak, aku juga baru kemarin nontonnya. Sudah sering nonton film action barat, hongkong, thailan yang terkenal aksi berkelahinya tapi belum pernah lihat sedekat dan sedetail itu aksinya di pertontonkan. Gaya berkelahinya juga keren. Walau sadis tapi sadisnya keren..keren
    pantas laku keras heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. waahhh padahal bulan lalu, hari kedua pemutaran aku sempat nonton sama bloofers lho dek, ya meski 2 ekor doang sama si Atun n Emi..seruuuu

      Hapus
  6. jadi pengen nonton... sayangnya di Aceh ga ada bioskop

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihih tunggu tyang di TV kalo gitu mbak^^

      Hapus
  7. Sudah nonton Ty. Jalan cerita sih menurutku kurang bagus. Masih sangat sederhana. Tapi, dari segi animasinya, Indonesia sudah berkembang. Meski yang garap itu orang luar negeri, namun setidaknya ada ilmu baru yang bisa dibawa pulang ke tanah air.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. klo menurutku, sederhana belum tentu kurang bagus..justru the raid muncul dengan cerita yang sederhana, tapi karna dia yang mengawali sebuah inovasi dan gebrakan yang baru, maka sederhananya terlihat tak biasa...

      jangan salah bang, sutradaranya boleh dari luar, tapi skenario, koreo gerakan..asli dari anak negri, ini benar2 karya anak bangsa yang patut diberi apresiasi

      Hapus
  8. lum liat , jadi pingi nonton klo karya anak bangsa alnya dah lama gk nonton alnya bosan liat flim2 indo baru animasinya kurang gtu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheh...gebrakan baru buat perfilman indonesia ya^^

      Hapus
  9. kk penasaran uty pngn nntn..cuma liat trailernya doank..di aceh kagak ada bioskop hehhe

    BalasHapus
  10. heheh....trailernya udah cukup kali kak^_^ ^_^

    BalasHapus